
"Bagaimana keadaan Dara, Tina?" tanya Elmer khawatir. Saat ini Dokter Tina berada di dalam kamar Bik Eny.
"Untuk saat ini ia baik-baik saja, kondisinya juga sudah membaik dan saat ini nona sudah istirahat. Saya hanya ingin berpesan agar tuan tidak menemuinya terlebih dahulu. Setidaknya sampai ia mulai melupakan traumanya," terang Dokter Tina membuat Elmer semakin merasa bersalah.
Sementara Bik Eny tak henti menangis mendengar pernyataan dokter tentang putrinya tercinta.
"Tapi, aku harus bertanggung jawab padanya. Aku akan menikahinya," tegas Elmer ingin bertanggung jawab sepenuhnya atas kesalahan yang ia lakukan kepada Dara.
"Silahkan, Tuan. Tapi, tuan harus tahu satu hal, menikah dengan seorang pria yang memperkosanya adalah mimpi buruk bagi korban."
"Lalu, apa yang harus aku lakukan, Tina? Aku telah merenggut dan menghancurkan masa depannya. Aku akan menyerahkan diri dan menjalani hukuman, tapi aku akan tetap menikahinya," ungkap Elmer mengusap kepalanya kasar.
"Apa Tuan mencintai nona Dara?" tanya Tina tiba-tiba. Elmer terdiam, ia tak tahu tentang hal itu. Mungkinkah dia menyukai Dara?
"Kalau Tuan menikahi nona Dara hanya karena rasa bersalah. Kasihan nona Dara, Tuan."
"Aku akan mencobanya, Tina."
"Mana pendirian seorang jendral?"
"Jangan membuatku bingung Tina. Aku akan bertanggung jawab dengan menyerahkan diriku, aku akan menerima segala konsekuensinya. Untuk Dara, aku pasti akan menikahinya dan juga mencintainya!" tegas Elmer yakin.
__ADS_1
"Baiklah, nikahi nona Dara ketika dia sudah tidak takut lagi pada Tuan."
"Pasti." balas Elmer.
"Permisi, Tuan. Saya akan sekalian memeriksa keadaan Bik Eny." Elmer langsung menyingkir, memberikan ruang agar Tina memeriksa bik Eny.
"Bagaimana?"
"Astaga, sudah separah ini. Kenapa tidak dibawa ke rumah sakit," dokter Tina menggelengkan kepala saat memeriksa keadaan Bik Eny.
"Aku akan hubungi pihak rumah sakit untuk membawa Bik Eny."
"Cepatlah, Tuan." desak Dokter Tina.
Teriakan Dara yang kesakitan terus terngiang-ngiang dalam benaknya.
Saat mendengar mobil sirine mobil ambulans sudah mendekat, Elmer langsung keluar, ia dan Dokter Tina pergi membawa Bik Eny ke rumah sakit.
Tak lupa Elmer menempatkan seorang psikiater yang akan membantu menyembuhkan, merawat serta melayani Dara dalam segala hal.
***
__ADS_1
Sampai di istana utama, Cleona langsung masuk ke dalam kamar milik Castin. Di dalam kamar ia menyusui baby d, kemudian keduanya bermain bersama.
Saat sedang asik bermain dengan baby d, tiba-tiba saja Cleona merasakan sakit yang luar biasa pada pinggangnya. Seakan paham apa yang terjadi kepada Cleona, baby d menangis histeris. Cleona ingin menenangkan, tapi sakit yang ia rasakan benar-benar luar biasa. Ia bahkan tak bisa bergerak sedikit pun.
Hampir sekitar satu menit Cleona menahan sakit itu, hingga akhirnya sakit itu menghilang dengan sendirinya. Cleona langsung menenangkan baby d yang pipinya sudah basah oleh air mata.
"Kak Cleo, baby d kenapa?" tanya Anna yang baru saja tiba. Ia langsung mendekat karena khawatir keadaan sang keponakan.
"Sepertinya menangis karena mengantuk," jawab Cleona masih belum sanggup untuk berdiri dari duduknya.
"Coba Anna bantu gendong," Cleona memberikan baby d kepada Anna. Anna menggendong sang keponakan sambil menepuk pelan pundaknya agar tenang. Anna berhasil baby d mulai tenang dan tak lagi menangis histeris.
"Sepertinya baby d hanya ingin digendong, Kak." tutur Anna mengalihkan pandangan pada Cleona yang belum beranjak di tempat semua. Cleona masih bersimpuh di lantai kamar.
"Kak Cleo, kakak kenapa?" tanya Anna khawatir kala melihat Cleona yang tampak meringis kesakitan sambil menekan pinggangnya.
"A ... Anna. Sa ...
"Astaga kak Cleo!" teriak Anna panik, teriakannya membuat baby d kembali menangis histeris.
"Tolong! Tolong!" teriak Anna kencang.
__ADS_1
Sementara Cleona masih bersimpuh di lantai, menekan pinggangnya dengan kedua telapak tangan. Sakit yang ia rasakan kali ini lebih sakit daripada sebelumnya. Cleona tak lagi sanggup menahannya terlalu lama, hingga pada akhirnya Cleona pun kehilangan kesadarannya.
"TOLOOONG!"