
"Aku mau," jawab Cleona lalu menundukkan wajahnya malu.
Sementara Castin mengangkat wajah, membulatkan matanya sempurna. Tak menyangka akan jawaban Cleona yang mau kembali rujuk dengannya. Castin tak menyangka apa yang Nana katakan adalah benar. Nana sama sekali tidak membohonginya.
Andai ia tahu Cleona mau menerimanya lagi, maka Castin akan menyiapkan lamaran yang sangat spesial, tidak seperti yang terjadi saat ini. Castin melamar Cleona di meja makan. Benar-benar tidak romantis, Castin mengumpat dirinya sendiri.
"Sadarlah," timpal Elio menyadarkan Castin dari lamunannya. Nana menahan tawa melihat Castin yang terlihat begitu terharu.
"Cie ciee," goda Nana sambil menyenggol lengan Cleona. Cleona menggenggam erat tangan Nana, Nana membalasnya tapi tetap saja iseng mengganggu Cleona dengan ledekannya.
"Kamu serius, Cleona?" tanya Castin memastikan, Cleona pun menganggukkan kepala sebagai jawaban. Castin langsung bangkit, menghampiri Cleona dan berlutut sebagai ucapan terima kasih. Cleona yang kaget langsung berdiri kemudian membantu Castin agar bangkit lagi.
"Terima kasih karena sudah mau menerimaku lagi, aku sangat mencintaimu. Aku berjanji akan menjadi suami terbaik untukmu," ucap Castin dengan penuh keyakinan serta ketulusan, ketulusan itu bisa Cleona lihat dari mata sipit Castin yang sudah berkaca-kaca.
"Aku memaafkanmu dan aku juga mau kembali padamu. Tapi, aku minta satu persyaratan saja darimu."
"Katakanlah, apa pun itu pasti akan aku turuti," balas Castin cepat.
"Aku tidak mau resepsi, cukup pengucapan janji suci saja," jawab Cleona mengatakan persyaratan yang membuat Castin terharu.
Sementara Elio ingin membantah karena bagaimana pun ia ingin turut ambil andil dalam persiapan pernikahan sang adik. Akan tetapi, ia tak bisa berbuat apa pun karena Cleona sendiri yang mengajukan persyaratan tanpa resepsi pernikahan. Meski sedikit kecewa, tapi Elio berusaha menghormati keputusan yang adiknya ambil.
__ADS_1
"Baiklah, aku setuju. Lebih cepat lebih baik. Aku juga sudah tidak sabar," balas Castin cepat.
"Tidak sabar apa?" tanya Elio mengerutkan alis.
"Malam pertama," jawab Castin lantang dengan ekspresi wajah yang tampak bahagia. Cleona langsung menundukkan wajahnya malu.
***
Tiga hari setelah lamarannya di atas meja makan, Castin dan Cleona kembali mengucap janji suci di hadapan pendeta. Keduanya telah rujuk dan sah menjadi pasangan suami istri.
Tidak ada resepsi seperti yang Cleona inginkan. Hanya acara makan malam biasa yang hanya dihadiri oleh king Elio tentunya, dan juga tak ketinggalan ketiga sahabat Castin yaitu Dokter Calvin yang datang bersama dengan Nana, Devil yang datang seorang diri, lalu juga ada Elmer yang datang tepat saat Cleona dan Castin tengah berci uman di atas altar.
Kedatangan Elmer membuat semua orang kaget, bagaimana tidak kaget bila Elmer datang dengan membawa seorang wanita yang tak lain adalah mantan pembantunya yaitu Dara.
"Kapan kau menikah? Bagaimana mungkin tidak mengundang kami?" tanya Devil mengintrogasi.
"Maaf, aku tidak bisa bercerita banyak hal. Tapi yang pasti, Dara sedang hamil anakku, aku hanya berharap Cleona dan Nana mau berteman dengannya," tutur Elmer berterus terang, Elmer tahu Dara selalu kesepian semenjak ibunya meninggal.
Semua orang masih tak mengerti atas apa yang sudah menimpa Elmer dan Dara. Dokter Calvin yang tahu banyak hal juga tak banyak protes. Ia senang Dara mau menerima sahabatnya hingga tak harus mendekam di penjara. Walau tahu pernikahan keduanya terjadi di rumah sakit.
Mendengar perkataan Elmer, Nana dan Cleona pun kompak mendekati Dara. Dara menatap dengan kaku. "Mari ikut kita berdua," ajak Cleona dan Nana dengan akrab. Dara pun menganggukkan kepala dengan kaku, kemudian pasrah saat dibawa menuju meja makan oleh Nana dan juga Cleona.
__ADS_1
Setelah kepergian Cleona, Nana dan Dara. Ketiga sohib itu pun duduk di satu meja. Mereka mulai bercerita banyak hal. Dan tentu saja Elmer tengah diintrogasi.
"Benar-benar hamil?" tanya Devil penasaran. Ia tak percaya Elmer yang ia kenal baik mampu membuat seorang wanita hamil begitu cepat. Sementara dia sendiri, entah sudah berapa wanita yang ia tiduri, tapi tak satu pun hamil meski ia selalu ceroboh.
"Iya. Sebenarnya Dara tidak mau menikah denganku. Tapi, ibunya yang memintaku untuk menikahi Dara. Setelah aku dan Dara menikah, ibunya meninggal dunia. Dia selalu murung, aku merasa kasihan padanya," jelas Elmer menghela napas panjang kala mengingat tragedi pernikahannya dan Dara yang berlangsung penuh dengan penuh duka.
"Dara adalah gadis yang baik, kau beruntung Elmer," ungkap Dokter Calvin. Elmer menganggukkan kepala sebagai jawaban, ia juga tahu Dara adalah gadis baik dan juga polos.
"Benar, ada Cleona dan Nana. Dia tidak akan bersedih lagi," sambung Castin.
"Itulah yang aku harapkan," balas Elmer.
"Apa saat itu masih virgin?" tanya Devil penasaran.
"Ya." jawab Elmer singkat.
"Kau jangan berharap dapat yang virgin juga, tidak pantas untukmu wahai teh celup," timpal Castin membuat Devil terdiam.
.
.
__ADS_1
.