Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 11 ~ Rumah Sakit


__ADS_3

Siang itu Castin telah sampai di sebuah penjara khusus, di mana Harles yang tak lain adalah adik kandungnya tengah dikurung dengan segala keistimewaannya. Harles bisa keluar dari penjara kapan saja, tapi harus atas persetujuan sang kakak yaitu Castin.


Kedatangan Castin secara tiba-tiba membuat kaget seisi penjara. Mereka semua langsung memberi hormat kepada Castin. Setelahnya, Castin dibawa menuju penjara elit sang adik.


Bukan tanpa alasan Castin menempatkan adiknya di penjara ala apartemen. Karena sebenarnya Castin tahu apa pun kejahatan yang adiknya lakukan, itu semua tidak murni kejahatan.


Castin begitu mengenal Harles yang tak pernah berpikir dua kali untuk membela kebenaran. Bagi Castin, Harles adalah pria paling baik hati yang ada di muka bumi ini. Minusnya hanya malas belajar, suka mabuk-mabukan serta kebut-kebutan di jalan dengan motor sportnya.


"Ayo pulang," ajak Castin setelah berbincang sebentar dengan penjaga penjara.


Tanpa berkata sepatah kata pun, Harles langsung mengekor di belakang Castin. Ekspresi wajahnya yang berbeda membuat Castin khawatir.


Harles biasanya akan bersikap manja pada Castin, tapi kali ini ia bahkan enggan menoleh pada sang kakak tercinta.


"Apa terjadi sesuatu?" tanya Castin yang duduk di samping sang adik. Sementara mobil dikemudikan oleh supir kerajaan.


"Tidak," balasnya singkat, Castin tak lagi bertanya.

__ADS_1


Beberapa menit perjalanan, mobil pun berhenti di depan pintu utama istana. Castin dan Harles segera turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah.


Keduanya sama-sama masuk ke dalam lift. Karena kamar Harles berada di lantai 5, sementara kamar Castin berada di lantai 4.


Sepersekian detik kemudian, lift terbuka, tepat saat lift terbuka, Castin dan Harles mendengar suara teriakan Anna dari arah kamar Castin. Castin melesat berlari menuju kamarnya, Harles juga mengekor di belakang.


"TOLONG!"


BRAK!


"Cleona!" teriak Castin histeris kala melihat sang istri telah tergeletak tak sadarkan diri di atas lantai.


Tanpa menunggu lama, Castin bergegas mengangkat Cleona, kemudian berlari membawanya pergi, Harles kembali mengekor di belakang sang kakak, ia bertugas menekan lift agar sang kakak bisa masuk dan keluar dengan lancar.


Castin dan Harles tak membawa Cleona ke lantai dasar, melainkan langsung ke lantai atap atau rooftop. Karena di lantai atap sudah ada helikopter di sana.


Harles berlari lebih dulu dari sang kakak, ia berteriak agar sang pilot dan petugas lainnya siap. Tak hanya Castin yang panik dan khawatir akan kondisi Cleona, tapi juga Harles. Ia melakukan apa pun yang bisa ia lakukan, meski hatinya begitu hancur menerima kenyataan bahwa gadis impiannya telah menjadi kakak iparnya.

__ADS_1


Meski tak rela sama sekali, tapi yang penting saat ini adalah kondisi Cleona, gadis impian yang namanya selalu terukir dalam hatinya.


Tak sampai setengah menit, helikopter berhenti di atap rumah sakit kerajaan. Cleona langsung ditangani oleh dokter khusus. Raja dan ratu yang juga berada di rumah sakit langsung menghampiri sang putra tercinta. Nana juga ikut hadir di depan ruangan di mana Cleona ditangani di dalamnya.


Sementara Harles benar-benar berubah, ia lebih banyak murung dan diam membantu. Sosoknya yang humoris benar-benar telah sirna.


Tak berselang lama, beberapa dokter keluar dari ruangan, disusul dengan Cleona yang dipindahkan ke ruang operasi. Castin dan yang lainnya dibuat panik.


"Apa yang terjadi pada istriku?" tekan Castin bertanya serius, ratu Diona berusaha menenangkan Castin yang kini menarik kerah baju salah satu dokter.


"CEPAT KATAKAN! APA YANG TERJADI!?" bentak Castin lagi.


"Ginjal Nona, Tuan," jawabnya kesulitan bicara.


"KENAPA!?" Castin menatap tajam dokter tersebut, sementara dokter lainnya telah pergi ke ruang operasi.


"Ginjal Nona ....

__ADS_1


__ADS_2