
"Yang dia incar adalah kekuasaan," balas Castin, Cleona semakin tak mengerti.
"Apa itu masalahmu, jangan sampai dia mengusik baby d lagi. Kalau baby d aman di luar negeri, biarkan di sana saja," balas Cleona mengkhawatirkan keselamatan baby d.
"Apa kamu akan memaafkanku?" tanya Castin di saat yang tepat.
"Ehem ... Aku memaafkanmu. Tapi, bukan berarti aku mau kembali bersamamu," jawab Cleona tanpa menolah pada Castin.
Dalam hati kecilnya, tentu ia ingin bersama kembali dengan Castin, pria yang ia cintai. Akan tetapi, egonya terlalu tinggi untuk hal itu. Terlepas dari apa yang sudah terjadi, rasanya Cleona tetap berat kembali ke sisi Castin begitu saja. Cleona ingin Castin berjuang lebih untuknya.
"Dimaafkan olehmu saja sudah cukup bagiku. Terima kasih banyak karena sudah memaafkan kesalahanku. Aku berjanji tidak akan mengulangnya lagi," Castin mengatakannya dengan bibir bergetar, ingin rasanya memeluk Cleona. Tapi, ia sadar harus tetap menjaga jarak.
Cleona tak menoleh, suasana mendadak canggung. "Aku mengundangmu dan juga kakakmu untuk datang makan malam bersama di istana. Bagaimana? Kamu mau bukan, Nona Cleo?" tawar Castin.
"Jawab dulu pertanyaanku," balas Cleona tampaknya masih memiliki banyak persyaratan.
"Apa itu? Katakan saja?"
"Di mana Nana?" tanya Cleona menatap Castin dengan tajam.
__ADS_1
Castin terdiam, Cleona mengerutkan dahi, menatap Castin dengan curiga. "Jangan bilang kamu hukum Nana."
"Aku tidak menghukumnya, aku hanya memecatnya," lanjut Castin membela diri.
"Lalu di mana Nana sekarang?" tanya Cleona yang amat merindukan sang sahabat.
"Kalau tidak di rumahnya, pasti di rumah sakit. Mau aku antar ke sana?" tawar Castin.
Cleona langsung bangkit, Castin juga melakukan hal yang sama. Cleona mulai membalikkan badan, lalu melangkah perlahan. Castin mengira Cleona menolak tawarannya, tapi ternyata ia salah, Cleona justru berhenti lalu berkata, "Boleh."
Castin tersenyum lebar karena persetujuan itu berarti kode bahwa Cleona benar-benar sudah memaafkannya. Castin langsung mengekor di belakang Cleona. Masalah meeting tentang kerja sama tak mereka pedulikan. Biarkan menjadi urusan asisten Helder dan king Elio.
Di dalam mobil, Cleona duduk kursi bagian tengah. Sementara Castin mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang. Beberapa mobil pengawal kerajaan mengekor di belakang Castin, tapi mereka membuat jarak cukup jauh.
"Tidak ada, Nana tidak ada di rumah sakit. Coba cek di restoran xxx, di bekerja paruh waktu di sana," terang dokter Calvin di seberang sana. Castin langsung memutuskan panggilan sepihak. Detik itu juga pasti Dokter Calvin tengah mengumpat kelakuan kurang ajar yang Castin lakukan.
"Bagaimana?" tanya Cleona.
"Di restoran xxx, kita ke sana sekarang?" Castin bertanya terlebih dahulu.
__ADS_1
"Iya!" tegas Cleona dan Castin mempercepat laju kendaraan hingga tiba di restoran xxx yang lokasinya tak jauh dari tempat mereka berada.
Saat mobil Castin hentikan, Cleona pun langsung keluar dari mobil. Cleona melangkah cepat menuju restoran. Saat akan memasuki pintu utama, Cleona menghentikan langkahnya kala seorang satpam mengusir paksa seorang gadis bertubuh tinggi yang tentu saja Cleona kenali.
"Lepaskan aku atau aku patahkan batang lehermu!"
"Kalau begitu patuhlah nona, saya hanya menjalankan tugas," ujar sang satpam langsung melepaskan gadis itu ketika sudah berhasil membawanya keluar dari restoran.
"Cih! Ambil ini! Aku juga tidak butuh bekerja di tempat menjijikkan seperti ini!" gadis cantik itu melepas kemudian menginjak-injak apronya.
Setelah puas menginjak hingga robek dan kotor, gadis itu langsung membalikkan badan.
"Cleona!"
.
.
.
__ADS_1
Sabar ya, Guys. Unboxing gak lama lagi kok. Asal komen, like dan sesajennya jan lupa ya😘. Nih, Othor kasih roti sobek lengkap dengan toping berbagai rasanya👇.