Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 41 ~ Pil Penawar


__ADS_3

"BODOH! TIDURI ADIKKU SEKARANG JUGA!"


"Aku tidak akan melakukannya!" tegas Castin tetap pada pendiriannya. Sementara Cleona terus menggeliat dengan tubuh polosnya, ditambah suara erotis yang membuat Castin merinding.


"Astaga! Lalu apa yang ingin kau lakukan, Bodoh?!" bentak king Elio semakin murka, ia takut terjadi sesuatu kepada adik tersayangnya.


Bukannya menjawab, Castin justru memutuskan panggilan sepihak. Lalu mematikan lampu di kamar.


"God!" umpat Castin kala melihat sebuah lampu berkedip merah di pojok dinding. Tebakannya benar, ada cctv di dalam kamar.


Castin menghubungi Asisten Helder yang menunggunya dalam mobil di parkiran.


"Hallo, Tuan. Ada yang—"


"Kau masih punya pil penawar seperti yang sering kau gunakan untuk Anna?" tanya Castin to teh point.


"Ada, Tuan. Saya akan langsung mengantarnya," balas Asisten Helder peka dengan situasi genting yang di hadapi tuannya.


Sambil menunggu Asisten Helder datang, Castin bermaksud menenangkan Cleona terlebih dahulu. Dengan menyingkirkan nafsu, Castin menggendong Cleona hingga tiba di dalam kamar mandi.


Castin berusaha menahan hasrat ketika Cleona terus mencoba merobohkan pertahanannya, dengan cara memeluk erat, meraba, bahkan menji lat daun telinga Castin.

__ADS_1


"Jangan, jangan lepaskan! Panas-panas!" teriak Cleona meronta ketika Castin ingin melepaskan dan meletakkannya ke dalam buthub.


"Terserah padamu, asal jangan menyalahkanku saat sadar nanti," sentak Castin yang akhirnya turut masuk ke dalam buthub.


Castin memutar keran khusus air dingin. Castin merasa tubuhnya membeku kala air dingin meluncur membasahinya dan juga Cleona yang berada di bawah kukungannya. Cleona terus meraba setiap jengkal tubuh Castin, bahkan ia mencoba melepaskan kain yang melekat di tubuh Castin.


"Hentikan, Cleona! Jangan terus begini!" bentak Castin, tapi menepis lembut jemari lentik Cleona yang mencoba membuka pakaiannya.


"Ahh dingin ...." erang Cleona saat air dingin mulai merendam tubuh polosnya.


Cleona melepaskan Castin karena kedinginan. Tak ingin menyiakan kesempatan, Castin segera keluar dari buthub. Castin menjatuhkan diri ke lantai kamar mandi, kemudian bersandar di dinding buthub.


Castin pun menghela napas berat, ia tahu dosis yang diberikan kepada Cleona adalah dosis yang sangat tinggi. Tak bisa diredakan walau berendam dalam lautan kutub utara sekali pun. Harapan Castin satu-satunya adalah pil penawar yang Asisten Helder milikki.


BRAK!


Castin yang kaget dengan suara itu langsung bangkit, keluar dari kamar mandi dan langsung menutup agar tak ada seorang pun yang melihat tubuh polos Cleona.


Castin berharap yang datang adalah Asisten Halder, tapi ia salah. Karena yang datang dengan mendobrak pintu adalah ....


"Kau! Di mana adikku? Kau apakan dia?" tanya seorang pria kekar berambut gondrong yang kini mencengkram kerah kemejanya.

__ADS_1


"Cleona baik-baik saja, anda tenang saja."


"Tuan!" panggil Asisten Helder dengan nada suara tinggi.


"Mana pilnya?" tanya Castin sambil menepis tangan kekar king Elio.


"Ini tuan," Asisten Helder memberikan sebotol pil penawar kepada Castin. Castin menerimanya cepat dan akan masuk kembali ke kamar mandi.


"Apa itu?" cegat king Elio.


"Ini pil penawarnya!" desak Castin, king Elio pun langsung melepaskan Castin.


Castin melesat masuk ke dalam kamar mandi, menutup pintu agar aman. Saat masuk ke dalam kamar ia dibuat panik dengan kondisi Cleona.


"Cleona!"


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2