Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 34 ~ Fearland


__ADS_3

"Aaarrrgh!"


Terdengar suara teriakan Tisya, Dara pun langsung berlari masuk ke dalam kamar.


Saat masuk, Tisya sudah tak lagi ada di kamarnya. Dara melihat jendela kamar yang terbuka, dan langsung bergegas menuju ke sana. Saat melihat ke bawah, Dara dibuat kaget kala melihat Tisya yang sudah tergeletak berlumuran darah di bawah sana.


"TISYA!" teriak ibunya yang shock melihat putri kesayangannya sudah meregang nyawa.


Ibu tiri Elmer itu menoleh ke atas di mana ada Dara yang masih mematung saking kagetnya.


Tisya dibawa ke rumah sakit, sementara sang ibu yang tak lain adalah majikan Dara, naik ke lantai atas dengan jalan yang cepat, kemudian memberikan Dara hukuman yang setimpal.


Setelah puas memukuli Dara hingga babak belur, barulah ia menyeret Dara paksa. Tanpa ba-bi-bu, Dara dijebloskan ke dalam penjara dengan tuduhan membunuh Tisya. Tisya tak dapat diselamatkan karena mengalami geger otak dan luka fatal lainnya.


Karena mengalami pendarahan yang cukup hebat dengan luka lebam di sekujur wajah dan tubuhnya, Dara pun dibawa ke puskesmas khusus tahanan.


"Bagaimana, dokter?" tanya seorang wanita yang baru saja tiba. Wanita itu tak lain adalah psikiater yang membantu Dara sembuh dari traumanya.


"Nona mengalami pendarahan hebat yang hampir membuatnya keguguran," jawab sang dokter iba.


"Ha-hamil? Maksud dokter, Nona Dara hamil?"


"Benar. Nona hamil dan hampir saja keguguran karena mengalami pendarahan yang cukup hebat. Beruntung janinnya sangat kuat dan masih bisa kami selamatkan. Saat ini kondisi nona sudah cukup membaik. Tapi, ia harus banyak beristirahat serta tidak boleh banyak pikiran," terang dokter kemudian pergi.

__ADS_1


"Aku sudah menduga hal ini akan terjadi, kasihan sekali nona Dara. Aku harus mengatakannya tanpa harus membuat trauma nona kambuh," gumam psikiater sambil menatap Dara yang masih tak sadarkan diri.


Tok, tok, tok!


"Masuk!" sahut sang psikiater. Kemudian masuklah seorang pengacara.


"Bagaimana?" tanyanya penasaran.


"Berhasil, Nyonya. Nona Dara sudah dibebaskan karena terbukti tak bersalah," ucap sang pengacara sambil membawa surat kebebasan untuk Dara. Dara dinyatakan tak bersalah oleh pihak kepolisian setelah melihat rekaman cctv di rumah Elmer.


Tisya dinyatakan meninggal bukan karena Dara dorong, melainkan karena bunuh diri setelah mengetahui bahwa ia hamil.


"Kerja bagus," ucap psikiater yang tak lain adalah sahabat Elmer sendiri. Wanita paruh baya itu juga pernah mengobati Elmer dari trauma meninggalnya sang ibu tercinta.


"Bagaimana keadaan Dara?" terdengar suara Elmer di seberang sana.


"Nona masih belum sadarkan diri, Tuan. Tapi, dokter mengatakan kalau kondisi nona baik-baik saja. Hanya saja—"


"Hanya saja apa?"


"Hanya saja ada sesuatu yang harus saya katakan kepada tuan."


"Katakan," desak Elmer.

__ADS_1


"Nona Dara hamil, Tuan."


"Apa!"


***


Pagi itu, Castin bangun pagi-pagi sekali. Ia mandi, bersiap dan langsung melesat pergi ke perusahaan.


"Apa saja jadwalku hari ini?" tanya Castin serius.


"Jadwal pertama diisi dengan pertemuan dengan para pejabat dari jam sembilan pagi hingga jam dua belas siang. Kemudian dilanjutkan meeting dengan para wakil daerah. Malam harinya tuan akan menghadiri perjamuan makan malam dengan para kepala negara yang bekerja sama dengan Si-Ey grup," terang Asisten Helder memaparkan jadwal tuannya dengan lugas dan jelas.


"Oh iya, apa sudah ada kabar dari mereka semua?"


"Belum ada, Tuan. Tapi, ada beberapa negara kerajaan yang menolak kerja sama dengan kita."


"Berikan aku padaku datanya," pinta Castin, ia ingin melihat negara mana saja yang menolak kerja sama dengannya.


"Ini, Tuan."


"Kau boleh pergi, panggil aku saat jam sembilan nanti."


"Baik, Tuan." Asisten Helder pun keluar meninggalkan Castin yang fokus pada sebuah dokumen di hadapannya.

__ADS_1


"Kerajaan Fearland?"


__ADS_2