Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 43 ~ Perjamuan


__ADS_3

"Kenapa kepalaku pusing sekali?" tanya Cleona yang baru saja bangun dari tidur panjangnya di sore itu.


"Sudah bangun? Sekarang mandi dan bersiaplah," titah sang kakak yang tak lain adalah king Elio.


"Kepalaku pusing sekali, Kak. Sepertinya semalam aku bermimpi aneh, tapi kenapa aku tidak bisa mengingat mimpi itu, ya?"


"Berhenti banyak bicara, mandi sekarang juga!" desak king Elio. Cleona pun mengusap mata hingga penglihatannya tak lagi buram. Ketika memperhatikan sekitaran kamar, entah kenapa Cleona merasa tak asing.


"Kita di negara mana, Kak?" tanya Cleona, kemudian turun dari ranjang, berlari menuju jendela dan membuka gorden dengan cepat.


"KAKAAAKK!"


***


Di sebuah kamar luas dengan dinding berlapis emas. Tampak seorang pria tampan baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk melingkar di pinggangnya.


Pria tampan bertubuh kekar itu mulai melucuti handuk dan mengenakan pakaian satu persatu. Di depan cermin antiknya, pria dengan lesung pipi itu tengah meneliti penampilannya dari ujung kaki sampai ujung rambut. Setiap inci demi inci tak boleh ada yang terlewat. Untuk malam itu, penampilannya harus benar-benar sempurna.


Setelah memastikan penampilannya sempurna, barulah Castin bisa duduk dengan tenang. Setelah seharian membuat kehebohan. Ya, sejak pagi Castin memang sudah membuat heboh penata rambut dan penata busana istana.

__ADS_1


Rambutnya yang gondrong telah dipotong dan ditata rapi, brewoknya yang sangat tebal kembali tipis, kulitnya yang kusam kembali mulus. Tak lupa Castin minta disiapkan parfume badan yang dapat menyingkirkan bau alkohol dari tubuhnya.


Setelah melewati semua proses itu seharian, Castin pun kembali berseri-seri.


"Tuan, semua sudah siap," lapor Asisten Helder yang juga tampak senang melihat perubahan drastis tuannya.


"Bagaimana penampilanku? Coba kau perhatikan baik-baik, aku merasa ada sesuatu yang kurang," pinta Castin serius.


Asisten Helder mendekat, memutari tubuh Castin dengan perlahan. "Semuanya sempurna, Tuan. Tuan Castin sangat tampan hari ini. Saya yakin nona Cleona akan kembali ke pelukan tuan," puji Asisten Helder.


"Itu harus," balas Castin percaya diri. Dia tak akan menyerah untuk mendapatkan lagi cinta sejatinya, satu-satunya wanita yang mampu membuatnya tergila-gila.


"Kita berangkat sekarang, Tuan?" ajak Asisten Helder mengingatkan.


Selama di perjalanan menuju hotel mewah tempat perjamuan. Castin tak henti tersenyum lebar. Sepertinya ia tengah membayangkan bagaimana ia dan Cleona akan kembali menyatu. Memikirkan hal itu membuatnya tak sabaran.


Tak lama kemudian, mobil pun berhenti di parkiran hotel Oesterian. Perjamuan antara king Castin dan Cleona akan diadakan di aula hotel.


Saat tiba, semuanya telah siap. Aula yang telah didesain indah, makanan yang sudah tersaji. Bahkan perwakilan pejabat dari kerajaan Oesteria dan perwakilan dari petinggi Si-Ey grup telah berkumpul di Aula.

__ADS_1


Kedatangan Castin membuat semua orang berdiri, kemudian membungkukkan badan memberi hormat.


Aula luas itu menjadi tempat perjamuan yang dipinta langsung oleh king Elio. King Elio tak mau perjamuan dilakukan di istana kerajaan Oesteria.


Selain perjamuan, acara itu juga dilakukan untuk merayakan kesuksesan Castin selama menjadi raja Oesteria. Hanya dalam satu bulan naik tahta, ada banyak prestasi yang diukir oleh Castin.


Bekerja sama dengan banyak negara, membuat negara Oesteria semakin maju. Apalagi kini mereka berhasil menggaet kerajaan Fearland yang terkenal maju terdepan di bidang teknologi.


Hal baik itu, tentu membuat Oesteria semakin dikagumi dan berhasil membuat iri kerajaan lain. Kepemimpinan Castin berhasil membawa nama Oesteria semakin dikenal dunia.


Setelah lama menunggu, akhirnya perwakilan dari kerajaan Fearland muncul dengan para boddyguard bersenjata lengkap. Sesuai berita yang beredar di kalangan petinggi, yang akan menghadiri perjamuan bukanlah king Elio. Melainkan sang adik yang membuat semua orang penasaran seperti apa sosoknya.


Semua pejabat berdiri, siap memberi hormat kepada anggota kerajaan Fearland. Termasuk Castin yang tampak tak sabaran untuk bertemu dengan wanitanya tercinta.


Sepersekian detik kemudian, pengawal kerajaan Fearland kompak menyingkir, memberi jalan kepada nona mereka untuk muncul.


Tak lama kemudian, muncullah seorang wanita cantik berpakaian seksi yang memperlihatkan tubuh seksinya. Semua orang dibuat terperangah, termasuk Castin yang tak menyangka Cleona berjalan melenggak-lenggokkan tubuh, kemudian melewatinya begitu saja.


Wajah Castin yang semula tersenyum lebar, seketika berubah sedih.

__ADS_1


"Dia benar-benar berubah atau aku yang kurang tampan?"


"Nona hanya ingin diperjuangkan, Tuan."


__ADS_2