
Setelah kepergian Harles, Cleona tak henti menangis hingga matanya membengkak. Cleona sangat kecewa, ia kira Castin akan menyambut kepulangannya dengan memberikan kejutan. Tapi yang ia dapat sangat berbanding terbalik dengan yang ia bayangkan.
Beberapa jam kemudian Cleona pun terlelap hingga keesokan harinya. Pagi itu Cleona terbangun karena merasakan sakit pada payu daranya yang membengkak.
Takut Harles tiba-tiba datang, Cleona bangun dan membawa alat pompa asi ke dalam kamar mandi. Ia duduk di closet sambil memompa asinya. Cleona sangat merindukan baby d, entah bagaimana kabarnya saat ini?
Setelah selesai memompa asinya, Cleona berjalan gontai keluar dari kamar mandi. Cleona enggan melangkah menuju ranjang, kala melihat ada Harles yang duduk di pinggir ranjang dengan membawa bubur dan segelas air. Harles meletakkannya ke atas nakas.
Sementara Cleona masih berdiri di depan pintu kamar mandi. "Kemari dan sarapan lah," pinta Harles dengan suara lembutnya.
Cleona sama sekali tak bergeming, ia masih tetap di tempat semula sambil menatap Harles dengan tatapan kebencian.
Harles bangkit, melangkah untuk menjemput Cleona agar sarapan. Ketika Pergelangan tangannya dicengkeram Harles, Cleona langsung menepisnya kasar.
"Aku tidak mau!" ketus Cleona.
"Aku tidak tahu apa kesalahanku sampai kamu dan kakakmu memperlakukan aku seperti barang. Aku lebih baik mati kelaparan, aku benar-benar lelah Harles," Cleona mengambil jeda sambil menyeka air matanya yang mengalir.
"Setelah ini apa aku juga akan kamu ceraikan? Setelah itu dinikahkan lagi dengan pria lainnya? Apa salahku? Kenapa kalian mempermainkan ku?" Cleona terisak pilu.
Rasanya ia sudah sangat lelah menangis, tapi tak ada yang bisa dilakukan selain menangisi kisah hidupnya yang penuh drama tanpa henti.
"Aku sangat mencintaimu, sangat mencintaimu," ungkap Harles dengan nada suara lembutnya, berbeda dengan kemarin yang terus menekan dan membentaknya.
__ADS_1
Cleona terdiam, tubuhnya mematung, ia menatap fokus netra pria di hadapannya itu. Tak bisa ia pungkiri, ada ketulusan di mata sendu itu. Ketulusan yang sama saat pertama kali Harles mengungkapkan isi hatinya dahulu.
Cleona tahu Harles sangat tulus mencintainya. Tapi, apa boleh buat? Ia sama sekali tidak mencintai Harles. Haruskah ia mencoba menerima Harles yang kini sudah berstatus sebagai suaminya, meski secara paksa.
"Cinta sangat tidak adil, bukan? Kamu mencintaiku, tapi aku mencintai kakakmu. Aku mencintai kakakmu, tapi kakakmu tidak mencintaiku. Cinta tidak bisa dipaksakan, bisakah kalian berdua melepaskanku? Biarkan aku pergi," tawar Cleona.
"Apa pun yang terjadi, aku tidak akan membiarkanmu pergi," tegas Harles tak ingin Cleona pergi.
"Mungkin saat ini kamu bisa memilikiku tapi tidak dengan hatiku," sahut Cleona.
Harles menghela napas kasar. Ia memegangi dadanya, menekan dadanya sekuat tenaga hingga jemarinya memutih. Cleona merasa bersalah, bukan cuma kali ini ia menolak Harles.
"Panggil aku suamimu, sekali saja, aku mohon," pinta Harles masih dengan suara lembutnya. Cleona mengusap wajahnya kasar. Ia ingin berteriak, tapi tak tega karena Harles tampak sangat hancur.
"Apa sesulit itu memanggilku suamimu? Apa permintaanku ini sangat berat? Aku hanya ingin mendengarmu memanggilku suami, tidak lebih," sambung Harles dengan ekspresi wajah menyedihkan.
""Suamiku, Harles," ucap Cleona dengan suara bergetar. Sangat berat baginya memanggil Harles dengan panggilan itu.
"Kamu puas?" geram Cleona menyeka kasar air matanya.
Harles tersenyum pilu, wajahnya sangat pucat, sepasang netranya berkaca-kaca. Apa harus sebahagia itu dipanggil suami olehnya?
"Sangat puas, aku sangat puas, Cleona. Terima kasih sudah mengabulkan permintaanku. Berbahagialah," balas Harles tersenyum puas, kemudian melangkah pergi keluar dari kamar.
__ADS_1
Saat akan menarik ganggang pintu, Harles membalikan badannya lalu berkata, "Kak Castin juga mencintaimu, Cleona." ungkap Harles tersenyum kecut, kemudian membuka pintu dan keluar dari kamar.
Cleona mengerutkan alisnya, apa maksud dari perkataan Harles? kenapa tiba-tiba berkata kalau Castin mencintainya? Apa yang sebenarnya terjadi kepada Harles?
Cleona menatap pintu kamar yang tertutup dengan perasaan gelisah.
BRUK!
Terdengar suara di luar sana, Cleona langsung berlari dan bergegas membuka pintu kamar dengan cepat.
"HARLES!"
.
.
.
Readernya Othor mah pada pinter, pasti dah tahu apa yang terjadi๐. Selamat karena kalian juga ikut berperan dalam cerita ini. Ya, kalian jadi pemeran antagonisnya๐๐.
Jangan lupa dukungannya, ya, Guys๐๐๐
Beres konflik turun ranjang, saatnya kita naik ranjang. Tapi, ranjang beneran, KABBOORRRR ๐๐๐
__ADS_1
Yang mau lihat ekspresi visual Harles sebelum pergi, silahkan lihat reel terbaru di IG Author, ya @Oniya_99