Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 08 ~ Unboxing di Rumah Sakit


__ADS_3

Selesai mandi dan berpakaian, Elmer langsung bergegas menuju tempat tinggal Dara dan juga ibunya. Karena sudah lama tak berkunjung, Elmer hampir saja nyasar kalau tidak diantar langsung oleh seorang pria paruh baya yang ia temui di jalanan.


Elmer hanya bermaksud membantu mengantarkan seorang pria paruh baya itu. Tak disangka, rumah pria tersebut berada di sebelah rumah Dara, hingga Elmer tak perlu kebingungan mencari rumah Dara.


Begitu sampai, Elmer menatap sendu rumah sederhana milik Dara dan ibunya. Elmer ingat terakhir ia berkunjung saat Dara masih duduk di bangku smp, sementara dirinya telah menjadi seorang mahasiswa kala itu.


Namun, siapa yang menyangka. Gadis SMP yang bahkan lari ketika melihatnya dulu, kini telah ia hancurkan masa depannya. Elmer melangkah perlahan, disetiap langkah ia merasa sesak. Rumah sederhana yang dulunya terawat, sekarang sudah bisa dikatakan tak lagi layak huni.


Bagaimana mungkin Elmer melupakan jasa seorang wanita yang sudah merawatnya seperti anak sendiri. Elmer merasa bersalah, bersalah kepada Bik Eny, sekaligus Dara yang telah ia renggut mahkotanya secara paksa.


Tok, tok, tok!


Elmer mulai mengetuk pintu rumah yang catnya telah menghilang itu.


"Langsung masuk saja, Nak. Sepertinya Dara sudah berangkat bekerja. Bik Eny tidak bisa bangun untuk membukakanmu pintu," sahut pria paruh baya di sebelah rumah.


"Baik, Pak. Terima kasih banyak," sahut Elmer langsung memutar ganggang pintu yang rupanya tak dikunci.


Ketika masuk, langkah kaki membawa Elmer masuk ke dalam kamar Bibik Eny. Bibik Eny sampai terharu kala menyambut kedatangan Elmer. Elmer mendekat, ia kaget karena tak menyangka bahwa Bik Eny tak bisa bicara bahkan menggerakkan badannya. Selama ini Elmer mengira bahwa Bibik Eny hanya sakit biasa.


Sampai di samping ranjang, Elmer langsung menjatuhkan tubuhnya kasar, ia berlutut di lantai pecah-pecah tersebut. Air matanya mengalir deras, Bik Eny kaget, karena semenjak beranjak remaja, ini adalah pertama kalinya ia melihat Elmer menangis.


Bik Eny tampak gelisah, ia pasti mengira telah terjadi sesuatu yang tidak baik. Namun, yang dapat Bik Eny lakukan hanyalah menggerakkan kepalanya saja. Sementara tubuhnya benar-benar tak bisa bergerak sedikit pun.

__ADS_1


"Maafkan Elmer, Bik. Elmer telah melakukan kesalahan yang teramat fatal. Elmer berharap, Bibik dapat memaafkan dosa yang telah Elmer lakukan," tutur Elmer membuat Bibik Eny panik.


Elmer segera bangkit untuk menenangkan, Bik Eny berkata tak jelas. Tapi, sepertinya ia bertanya apa maksud kalimat yang Elmer katakan.


"Elmer ... Elmer sudah merusak Dara, Bik." ungkap Elmer mengakui kesalahannya di hadapan Bibik Eny.


Wanita yang wajahnya telah keriput itu semakin histeris, air matanya mengalir deras. Ia terus berucap tak jelas. Ia tampak sangat khawatir akan keadaan putrinya.


Biasanya, sang putri akan datang memandikannya, menyuapinya sebelum berangkat bekerja. Tapi, hari ini sang putri tak melakukannya. Di mana putrinya tercinta. Sepertinya Bibik Eny ingin mengucapkan hal itu. Tapi, ia tak bisa berkata apa pun.


Sementara Elmer menyesal, menyesali perbuatannya. Elmer mengira Bik Eny memarahinnya. Ia hanya diam mendengar meski tak mengerti, Elmer mendengarkan dengan baik tanpa melakukan apa pun.


"Da ... Ra," itulah dua kata yang berhasil Bik Eny ucapkan dengan bersusah payah.


Elmer mengerutkan alisnya heran, ia berusaha membaca ekspresi Bik Eny. Ketika mengerti bahwa Bik Eny menanyakan Dara, Elmer pun langsung berlari menuju kamar Dara.


Sepersekian detik kemudian, tepat saat akan menutup pintu kamar, Elmer mendengar suara kucuran air. Menyadari kucuran air berasal dari dalam kamar mandi, Elmer pun langsung berlari masuk.


"Dara!"


***


Asisten Helder mengambil kursi, kemudian menempatkannya ke samping brankar. Castin pun menyuruh istrinya duduk, sementara ia berdiri sambil merangkul pundak Cleona.

__ADS_1


Seorang dokter memeriksa keadaan Nana. "Saya sudah boleh pulang, kan, Dok?" tanya Nana tak sabaran.


"Belum boleh, Nona. Nona baru saja sadarkan diri, kondisi Nona masih harus dipantau dan Nona masih harus menginap setidaknya untuk tiga hari ke depan," jawab sang dokter menjelaskan.


"Astaga, ini sangat membosankan. Bisa tidak yang merawatku dokter Calvin saja?" pintanya frustasi, kalau sampai Dokter Calvin yang merawatnya. Mau menginap di rumah sakit selamanya pun tidak masalah bagi Nana.


"Dokter Calvin adalah dokter spesialis kandungan dan bedah." jawab sang dokter. Nana pun menghela napas kasar.


"Tenang saja, Nana. Aku akan menemanimu malam ini agar kamu tidak kesepian dan bosan lagi," jawab Cleona tanpa rasa bersalah. Castin langsung memberikan tatapan tajam pada Nana. Nana dibuat ketakutan.


"Nah, ide bagus kak Cleo. Pengalaman malam pertama pasti tak akan terlupakan, unboxing di rumah sakit. Haha...." celetuk Anna heboh.


"F*ck!" umpat Castin dalam hati.


"Haha ... Nona Cleona hanya bercanda."


.


.


.


Judul babnya🙈 Hayo, yang ngira ada adegan unboxing angkat tangannya🙌. Belum saatnya, Guys. Sabar, ya🙈

__ADS_1


Author : Kaabooor💃💃💃


Jangan lupa sesajennya, Guys😘


__ADS_2