Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 31 ~ Cleona Hilang


__ADS_3

"Terima kasih Tuhan, terima kasih karena telah mengembalikan putraku lagi," tutur ratu Diona yang tampak amat bahagia atas kesembuhan putra bungsunya, Harles Afson.


"Castin," lanjut ratu Diona memanggil sang putra tertua.


"Iya, Ma," jawab Castin berada di seberangnya, keduanya terhalang brankar di mana Harles terbaring di atasnya.


"Panggil Cleona dan bawa dia kemari, Nak. Mama bersalah padanya," sesal ratu Diona yang duduk di atas kursi roda karena kesehatannya memburuk.


"Baiklah," jawab Castin patuh.


Setelah memastikan sang adik benar-benar dalam keadaan baik, barulah Castin pergi menuju ruang rawat di mana Cleona berada di sana bersama dengan Nana sebagai teman sekaligus penjaga. Asisten Helder mengekor di belakang Castin.


Tiba di depan ruangan, Castin memutar ganggang pintu dan langsung mendorongnya. Namun, ia dibuat terperangah kala tak menemukan siapa pun di dalam sana.


Castin menggenggam kedua tangan, wajahnya memerah dengan urat-urat leher yang mengencang. Ia berjalan cepat keluar dari ruang rawat, langkahnya menuju ruangan it di rumah sakit.


Beberapa pengawal kerajaan yang berjaga Castin hajar satu persatu karena membiarkan wanita tercintanya pergi begitu saja.


Sementara Asisten Helder duduk di kursi, memainkan jemarinya di atas keyboard hingga tampaklah rekaman cctv yang menampakkan bagaimana Cleona dibawa pergi oleh Nana.


"Sialan!" umpat Castin langsung melesat pergi menuju rumah Nana.


Saking emosinya Castin duduk di kursi kemudi, lalu melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Beruntung Asisten Helder masih dapat menyusulnya.

__ADS_1


"Hubungi Nana!" titah Castin fokus mengemudikan mobil.


"Baik, Tuan."


Asisten Helder mencoba menghubungi Nana. Awalnya tidak diangkat, Asisten Helder mencoba lagi hingga akhirnya panggilan pun diangkat oleh Nana. Asisten Helder mengklik loud speaker agar tuannya juga mendengar.


"Iya tuan," sapa Nana dengan suara bergetar di seberang sana.


"Di mana nona Cleona?" tanya Asisten Helder to the point.


"Sebelumnya saya ingin minta maaf, Tuan. Nona Cleona yang meminta pergi, saya takut dia—"


"Katakan saja di mana dia saat ini!?" timpal Castin membentak, membuat Nana di seberang sana semakin ketakutan.


Tut!


Panggilan langsung Asisten Helder tutup, Castin semakin mempercepat laju kendaraan. Asisten Helder menunjukkan jalan menuju rumah Nana.


Beberapa menit di perjalanan, mobil Castin berhenti di sebuah rumah kumuh beratap jerami. Castin menatap khawatir pintu rumah yang tidak ditutup. Khawatir terjadi sesuatu kepada Cleona, Castin berlarian masuk ke dalam rumah kumuh tersebut.


"Cleona!" panggil Castin, tapi tak mendapat sahutan sama sekali. Asisten Helder juga turut mencari di setiap sudut ruangan di rumah tersebut. Tapi, keduanya tak menemukan apa-apa.


"Tuan," panggil Nana yang baru saja tiba bersama dengan dokter Calvin.

__ADS_1


"Mana Cleona?" tanya Castin menarik kerah baju Nana dengan kasar.


"Ta-tadi a-da di ka-mar," jawab Nana terbata kala kesulitan bicara.


"Kenapa tidak ada!?" bentak Castin mencengkram kerah baju Nana hingga robek, membuat Nana kesulitan bernapas.


"Castin, tenangkan dirimu. Kita cari Cleona bersama-sama," Dokter Calvin berusaha menenangkan Castin agar tak melukai Nana.


Bruk!


Tubuh Nana terjatuh ke lantai usai Castin hempas dengan kasar. Dokter Calvin membantu Nana bangkit.


"Kalau sampai terjadi sesuatu kepada Cleona, aku tidak akan melepaskanmu!" ancam Castin langsung pergi.


Meninggalkan Nana yang menangis histeris. Menangis karena khawatir akan keadaan Cleona. Nana menyalahkan dirinya sendiri atas kecerobohannya yang gagal menjaga sang sahabat.


"Tolong bantu aku cari Cleona, dokter. Aku mohon," Nana memohon pada dokter Calvin.


"Bangunlah dan ikut aku," ajak Calvin setuju karena ia juga khawatir pada Cleona.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2