
"Katakan kepada mereka bahwa aku akan mendonorkan jantungku untuk Harles!" tegas Cleona, Nana mengusap wajahnya kasar.
"Jangan seperti ini, Cleo. Ini jantung bukan ginjal. Kamu hanya punya satu jantung, mendonorkan jantung artinya kamu akan memberikan nyawamu pada Harles. Castin tidak akan menyetujui keputusanmu," terang Nana geram.
Cleona tersenyum kecut, "Dia pasti akan setuju, Na. Perasaan sayang yang dia punya untuk adiknya lebih besar daripada untukku."
"Kalau benar begitu, apa kamu pikir Castin akan mengizinkan adik kesayangannya bertaruh nyawa mendonorkan ginjalnya padamu?" balas Nana, Cleona terdiam.
"Kamu dan Castin itu saling mencintai, Cleo. Kamu mencintai Castin dan Castin juga sangat mencintaimu. Harles sudah bersusah payah menyatukan kembali kalian berdua, dia bahkan rela mengorbankan nyawanya," lanjut Nana lagi.
"Karena itulah, Na. Karena itulah aku akan memberikan kembali apa yang Harles berikan padaku. Aku tidak layak mendapatkan cintanya yang sebesar itu karena aku tidak akan pernah bisa membalas cintanya. Daripada hidup dengan rasa bersalah, lebih baik aku mati, Na," jelas Cleona.
"Ya, kalau begitu matilah kalau benar itu pilihanmu. Tapi jangan lupa, setelah kamu mati, Harles dan Castin pasti akan bunuh diri dan menyusulmu. Kalian bertiga sama-sama mati, pengorbanan kalian bertiga sia-sia karena keegoisan kalian masing-masing," ketus Nana kesal. Cleona kembali terdiam.
"Lalu apa yang harus aku lakukan, Na? Kamu lihat sendiri ratu Diona sangat membenciku, dia menyalahkanku. Bahkan, Castin pun tidak peduli padaku," isak Cleona.
"Ratu Diona bersikap seperti karena emosi sesaat, Cleo. Seandainya kita berdua di posisinya, kita pasti akan melakukan hal yang sama. Tapi percayalah padaku, ratu Diona akan kembali menyayangimu. Dia hanya butuh waktu untuk menerima kenyataan pahit tentang anaknya," jelas Nana begitu detail.
Berusaha membuat Cleona mengerti bagaimana hancurnya ratu Diona yang sedari awal memang berat untuk menyetujui keputusan sang putra yang ingin mendonorkan ginjalnya.
__ADS_1
"Oh iya, aku cuma mau bilang kalau tadi Castin yang membawa dan menggendongmu ke sini. Aku yakin Castin juga mengkhawatirkan kondisimu, tapi ia hanya ingin berada di sisi Harles, sang adik yang rela mengorbankan nyawa demi kebahagiaannya."
Mendengar bahwa Castin yang membawanya, tiba-tiba Cleona merasakan hatinya berbunga-bunga. Cleona sangat bahagia kala mengetahui bahwa Castin mengkhawatirkannya.
"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Na? Aku terjebak antara Castin dan Harles."
"Yang harus kamu lakukan sekarang adalah segera pulihkan kondisimu dengan minum obat ini. Selain Harles dan Castin, ingatlah ada baby d yang membutuhkan asimu," ungkap Nana, Cleona pun langsung meminum pil yang Nana ulurkan padanya.
"Aku sudah lebih baik, Na. Tolong bawa aku keluar, aku harus tahu bagaimana kondisi Harles," pinta Cleona berusaha bangkit, tapi Nana justru menahannya.
"Kamu harus tetap di sini, biar aku yang lihat ke sana. Emosi Ratu Diona belum stabil, kehadiranmu di sana akan membuatnya semakin sedih," Nana melarang Cleona untuk melihat Harles.
"Ini, habiskan makananmu. Aku akan datang dengan membawa kabar baik."
"Aku tunggu, Na," timpal Cleona, Nana memberi kode dengan jempolnya.
Setelah keluar dari kamar Cleona, Nana melangkah menuju ruang IGD, tempat di mana Harles sedang ditangani. Tepat saat Nana datang, seorang dokter keluar dari ruangan. Semua anggota keluarga langsung mendekat, Nana yang penasaran juga turut mendekat.
"Bagaimana? Bagaimana keadaan Harles putraku? Dia baik-baik saja kan? Tidak terjadi sesuatu yang buruk padanya, bukan?" pertanyaan beruntun ratu Diona utarakan, raja Altan setia memeluk pundak sang istri tercinta.
__ADS_1
"Tuan Muda Harles ....
.
.
.
Karena Othor sayang sama kalian semua. Othor kasih kalian pilihanš¤«
Harles koit
Cleona koit
Keduanya tetap hidup
__ADS_1