
Flashback On
Di sebuah penjara. Bukan. Lebih tepatnya, di sebuah penjara rasa apartemen. Tampak seorang pria tampan dengan netra biru tengah kesakitan kala menonton sebuah video yang menayangkan sang kakak tercinta, sedang bersumpah mengucapkan janji suci bersama dengan seorang wanita yang sangat ia kenali.
Harles Afson, pria yang didiagnosis mengidap penyakit jantung akut akibat alkohol, merokok, serta stres karena selalu dibandingkan dengan sang kakak yang pintar dalam segala hal.
Untuk menyembunyikan penyakitnya dari seluruh anggota keluarga, Harles selalu berbuat ulah, yang pada akhirnya mendekam di penjara. Penjara adalah tempat favoritnya, di mana tidak ada seorang pun yang akan menuntutnya untuk menjadi seperti ini dan itu. Hanya di dalam penjara Harles dapat merasakan kebebasan yang sesungguhnya.
Puas melihat video yang membuatnya hancur, Harles langsung menghubungi sang kakak, meminta sang kakak tercinta untuk menjemput dan mengeluarkannya dari penjara elit tersebut.
Saat sampai di rumah, tubuh Harles bergetar kala melihat wanita yang dicintai terbaring lemah tak sadarkan diri di lantai. Siapa lagi wanita itu kalau bukan Cleona Chaves. Gadis yang mengisi hatinya selama hampir dua tahun, dan tak pernah menerima cintanya. Meski begitu, Harles tetap berharap suatu saat Cleona akan menjadi miliknya, walau itu hanya sesaat saja.
Melihat sang kakak begitu mengkhawatirkan Cleona, Harles bergerak cepat membantu membukakan lift agar sang kakak bisa leluasa bergerak membawa Cleona di rumah sakit.
Di rumah sakit, Harles terenyuh saat melihat Castin sang kakak begitu mengkhawatirkan Cleona. Itu adalah pertama kalinya Harles melihat sang kakak benar-benar hancur. Harles menyadari bahwa kakaknya sangat mencintai Cleona.
Saat Dokter mengatakan Cleona membutuhkan pendonor secepat mungkin, Harles maju dan menawarkan ginjalnya untuk Cleona. Tapi, Harles meminta syarat.
__ADS_1
"Aku akan mendonorkan ginjalku pada Cleona, asalkan kak Castin menceraikan lalu menyerahkan Cleona padaku!" Itulah kalimat yang Harles katakan dengan tegas.
Sangat bertolak belakang dengan isi hatinya yang justru berkata, "Izinkan istrimu memanggilku SUAMI, Kak. Setelah itu aku akan pergi SELAMANYA."
Bukan tanpa alasan Harles melakukan hal tersebut, ia tahu hidupnya tak akan bertahan lama. Sebelum pergi, Harles hanya ingin mengabulkan satu impian dalam hidupnya, yaitu menjadi suami Cleona walau hanya sesaat. Itu adalah keputusannya, siapa pun tidak bisa menghentikannya, termasuk ibu dan ayahnya.
Flashback Off
***
Setelah Cleona memanggilnya suami, Harles pun langsung pergi dengan air mata yang membanjir pipinya.
Setelah itu, barulah Harles keluar dari kamar.
Ceklek!
Pintu kamar perlahan Harles tutup lagi, wajahnya menunduk dalam, air matanya kembali mengalir deras. Cintanya terhadap Cleona sangatlah besar, hingga ia rela memilih mati daripada hidup tanpa Cleona.
__ADS_1
Saat menaikkan pandangan, Harles melihat sang kakak berdiri di hadapannya. Castin menatap sang adik dengan wajah sedihnya, kakak mana yang tidak hancur setelah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada sang adik tercinta.
Melihat air mata Harles yang mengalir, Castin juga turut menangis. Ia sangat menyayangi Harles, adiknya yang nakal dan tak pernah patuh pada siapa pun. Meski begitu, Castin tahu adiknya punya hati yang luas.
"Bukannya senang melihat dia bahagia bersama kakak, aku justru membuatnya menderita bersamaku. Maafkan keegoisanku, Kak." tutur Harles pelan dengan suara bergetar.
"Kamu pantas memilikinya, kamu pantas bersamanya. Pengorbananmu untuknya sangat luar biasa, Harles. Kakak bangga padamu. Kamu adalah laki-laki terbaik, jangan pergi. Dia hanya pantas memilikimu," balas Castin yang belum sadar bahwa Cleona juga sangat mencintainya.
"Kakak salah, Cleona sangat mencintai Kakak. Pengorbananku tidak ada artinya dengan cinta yang Cleona miliki untuk Kakak. Perjuangannya bertahan hidup dan rela melakukan apa pun demi baby d, itu semua menjadikan Cleona pantas memiliki kakak. Selama bersama dengannya, aku tidak pernah melihatnya bahagia sedetik pun. Kini, saatnya ia bahagia. Dan kebahagiaan itu hanya akan ia dapatkan, saat bersama dengan pria yang dia cintai, yaitu kakak. Aku titip Cleona, Kak. Jaga dan bahagia dia, dia sudah banyak menderita," sahut Harles maju selangkah dengan wajahnya yang mulai memucat.
"Jangan begini, Harles. Kamu yang pantas memiliki Cleona, bukan kakak." lanjut Castin.
"Tapi, Cleona yang pantas memiliki Kakak, karena cintanya hanya untuk kakak, bukan untukku....
Bruk!
.
__ADS_1
.
.