Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 38 ~ Obat?


__ADS_3

"Ikut kakak!" Elio menyeret sang adik.


"Kakak mau bawa aku ke mana lagi?" tanya Cleona pasrah.


"Dasar cerewat, ikut saja," balas Elio tak peduli.


"Ini masih pagi sekali, Kak. Masak iya udah latihan aja?" tebak Cleona karena sang kakak membawanya ke lapangan istana.


"Tunggu, kenapa naik pesawat? Jangan bilang kakak mau ngajarin aku jadi pilot," tebaknya lagi.


"Astaga berisik sekali, Kakak minta kamu jadi gadis yang lebih kaut, kenapa malah cerewet?"


"Kapan aku cerewet?" tanya Cleona patuh duduk di kursi mewah di dalam pesawat pribadi milik sang kakak.


"Nah, begitu kan bagus."


"Kita mau ke mana, Kak? Masak iya jalan-jalan dengan kondisiku yang masih pakai piyama begini?"


"Perjalanan kita jauh, tidur saja dulu. Akan kakak bangunkan saat sampai."


"Beneran jalan-jalan, Kak?" tanya Cleona masih penasaran.


"Banyak tanya, tidur," paksa Elio. Bukannya menurut, Cleona justru minta sarapan. Setelah kenyang, barulah ia terlelap.


Gadis kecil yang malang. Entah semenderita apa hidupnya? Sekalinya dimanja, jadi semaja ini. Dia benar-benar mengulang masa kecilnya. batin king Elio sambil mengusap lembut pucuk kepala Cleona.

__ADS_1


Enam belas jam pesawat mengudara hingga akhirnya mendarat di bandara Oesteria. Elio melesat pergi membawa sang adik untuk menginap di sebuah hotel paling mewah di kota Oesteria. Mobil melaju dengan kecepatan tinggi hingga sampai di hotel.


Elio bernapas lega karena tiba di hotel, sebelum sang adik bangun dan menyadari keberadaan mereka saat ini.


Di kamar hotel mewah itu, Elio membaringkan adiknya secara perlahan ke atas ranjang.


"Hem," Elio dibuat kaget karena sang adik telah terbangun.


"Kakak, kita sudah sampai, ya?" tanya Cleona mengusap matanya perlahan, kemudian memperhatikan sekeliling kamar.


"Kakak, kita ada di ma—"


"Sudah sampai di pulau tempat liburan. Sebelum pergi jalan-jalan, minumlah jus ini dulu, ini baik untuk menjaga stamina tubuhmu." Elio mengulurkan segelas jus untuk sang adik.


"Iya, Kak. Tapi—"


"Gadis penurut," Elio mengambil alih gelas kosong dari tangan Cleona, kemudian mengusap puncak kepala sang adik dengan penuh kelembutan. Cleona tersenyum manis.


"Kak, kenapa aku jadi mengan—"


BRUK!


Cleona pun kembali terlelap, Elio membenarkan posisi berbaring sang adik.


"Tuan memanggil kami?" beberapa pelayan masuk.

__ADS_1


"Tolong kenakan gaun ini untuk adikku," pinta Elio kepada pelayan yang ia bawa langsung dari Fearland.


"Baik, Tuan." Jawab mereka mulai melepaskan pakaian Cleona, kemudian menggantinya tepat di hadapan Elio. Tentu saja Elio tak melihat, karena para pelayan melakukan dengan baik dari balik selimut.


"Sudah, Tuan."


"Kalian boleh pergi." Para pelayan pun pergi usai menyelesaikan tugas mereka dengan baik.


"Obatnya sangat cepat bekerja," ucap Elio, kemudian keluar dari kamar, meninggalkan Cleona yang terbaring lemah tak berdaya dengan gaun seksi yang Elio pilihkan.


***


Di malam yang semakin larut, mobil milik Castin membelah jalan raya menuju hotel yang akan menjadi tempat perjamuan dengan raja dari kerajaan Fearland.


"Presidential suite room, Oesterian Hotel, Tuan," sebut Asisten Helder ketika Castin bertanya di mana tempat perjamuan.


"Kamar presidential suite? Kau bilang seorang raja? Kenapa perjamuannya di kamar hotel?" tanya Castin curiga.


"King Adelio Artanabil. Benar, laki-laki, Tuan. Ini fotonya," tunjuk Asisten Helder sambil memperlihatkan foto seorang pria tampan berkulit eksotis, bertubuh kekar tanpa baju yang memamerkan tubuh yang dipenuhi otot yang besar serta berurat.



"Apa dia gay? Sial, aku menyesal mandi tadi."


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2