Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 21 ~ Menagih Janji


__ADS_3

Seorang pria tampan bertubuh tinggi dengan kulit putih, hidung lancip dan bibir tipis tengah tersenyum lebar di depan cermin antik di kamarnya. Pria muda berusia tujuh belas tahun itu sedang merapikan dasi kupu-kupu di kerah kemejanya.


Setelah mengenakan jas dan juga sudah memastikan penampilannya benar-benar sempurna tanpa ada satu kekurangan pun, barulah ia meninggalkan cermin, kemudian melangkah menuju nakas.


Harles Afson, itulah nama lengkap pria tampan yang kini melangkah penuh percaya diri sambil membawa setangkai bunga mawar berwarna hitam. Harles telah siap memberikan sebuah kejutan untuk wanita yang sangat ia cintai.


***


Saat membalikkan badan, Cleona dibuat terperangah kaget dengan kehadiran seseorang yang tentu saja ia kenali. Sosok pria tampan yang dulu selalu berdiri di garis terdepan untuk membela saat ia dibully dan disakiti. Siapa lagi pria itu kalau bukan.


"Harles," Cleona menutup mulut dengan kedua telapak tangan.


Satu tahun lamanya Cleona selalu bersama Harles. Kala itu Harles duduk di bangku kelas dua, sementara Cleona adalah murid baru.


Saat itu, ke mana pun Cleona pergi pasti Harles selalu melindungi dirinya. Hingga suatu hari, Harles menguapkan isi hatinya. Penolakan Cleona membuat Harles perlahan menjauh. Meski begitu, Harles selalu ada di saat Cleona membutuhkannya.


"Apa kabar, Cleona?" tanya Harles yang sudah berdiri tepat di hadapan Cleona yang masih shock akan kehadiran Harles di dalam kamarnya dan Castin.

__ADS_1


"Harles, kamu—"


"Aku sudah kembali, Cleona. Masih ingatkah kamu dengan janjimu? Kamu berjanji akan menunggu hingga aku kembali, apakah janji itu masih berlaku?" tanya Harles dengan raut wajah sedihnya.


Sementara Cleona tertegun, kalau seandainya Harles tidak ada di hadapannya saat ini. Maka, Cleona tidak akan mengingat janjinya itu.


"Kenapa diam, Cleona? Apa saja yang telah terjadi semenjak aku pergi?" tanya Harles lagi, Cleona merasa sangat bersalah. Bagaimana mungkin ia bisa menjadi wanita yang setega itu, menggantung hati seorang pria yang terus menunggunya dengan setia. Bahkan, rela mendekam di penjara demi dirinya.


"Bagaimana kamu bisa ada di tempat ini, Harles?" Cleona bertanya, berharap pertanyaannya dapat mengubah topik pembicaraan.


"Tepati dulu janjimu kepada, Cleona." balas Harles keukeuh.


"Harles, aku benar-benar minta maaf padamu. Aku tidak bisa menepati janjiku, kamu boleh menghukumku dengan cara apa pun itu, tapi aku benar-benar tidak bisa bersamamu karena semuanya sudah terlambat," tutur Cleona dengan air mata yang terjun bebas.


"Apa maksudmu?"


"Aku sudah menjadi istri dari pria lain, Castin Afson nama ...." Cleona tak sempat melanjutkan ucapannya, kala baru menyadari sesuatu yang seharusnya ia sadari sejak dulu. Bagaimana bisa ia tidak sadar bahwa nama belakang Castin dan Harles memilki kesamaan.

__ADS_1


Cleona menjatuhkan tubuhnya ke lantai, usai menyadari bahwa Castin dan Harles adalah saudara kandung.


Harles masih berdiri di tempat semula, dengan senyuman kecut. "Kamu menikahi kakak kandungku, Cleona," Harles mengungkapkannya dengan suara bergetar.


Cleona menengadah kemudian berkata, "Maafkan aku Harles, ada banyak hal yang terjadi."


"Hal apa yang sampai membuatmu melupakanku?"


"Maaf, aku mohon maafkan aku, aku memang bersalah. Sekarang katakan apa yang kamu inginkan dariku? Aku akan melakukannya apa pun itu, asalkan tidak memintaku berpisah dengan kakakmu. Aku ... Aku sangat mencintainya Harles, aku mohon, jangan pisahkan aku dengannya, aku mohon," Cleona beringsut mendekat dan berlutut di kaki Harles.


Sehancur-hancurnya Cleona, tak sedikit pun sebanding dengan hancurnya seorang Harles. Ibarat Harles lebih dulu menemukan sebuah bunga, dia rawat bunga itu dengan penuh kasih sayang, ia berikan perlindungan terbaik, bahkan ia juga banyak berkorban demi bunga tersebut. Tapi, ia tak berhak karena bunga itu bukanlah miliknya.


Siapa yang tidak sakit hatinya, melihat wanita yang dicintai, rela bersujud di kakinya demi laki-laki yang tak lain adalah kakaknya sendiri. Hidup memang tidak adil.


"Apa yang kamu inginkan, Harles? Apa kamu ingin membawaku ke penjara untuk menembus kesalahanku karena telah membunuh? Baiklah, bawa saja aku. Tapi, aku mohon jangan pisahkan aku dan Castin," mohon Cleona masih bersujud.


"Aku tidak menginginkan apa pun, Cleona. Aku hanya ingin....

__ADS_1


__ADS_2