
"Kondisi ginjal nona Cleona sudah sangat menurun, Tuan. Jika tidak mendapatkan pendonor secepat mungkin, nyawa nona tidak akan tertolong lagi," jelas sang dokter cepat dan lugas.
Semua orang yang mendengar tampak kaget, termasuk Castin yang langsung melepaskan cengkeraman nya pada kerah baju dokter tersebut.
Castin membalikkan badan, ia mengusap rambut hingga wajah dengan kasar. Ia tak tahu apa yang harus dilakukan. Karena sampai saat ini, Castin belum berhasil menemukan ginjal yang cocok dengan ginjal Cleona.
"Dokter, ambil salah satu ginjal saya untuk Cleo," Nana langsung bangkit dari kursi rodanya, kemudian memaksa dokter untuk mengambil ginjalnya.
"Nona Cleona bergolongan darah bangsawan," ucap Dokter membuat semua orang membulatkan mata sempurna, kecuali Castin dan Asisten Helder yang memang sudah mengetahui akan hal itu.
Nana diam mematung, dari darah saja sudah tidak cocok dengannya. Apalagi ginjal.
"Ginjalmu bagaimana, Nak?" tanya ratu Diona.
Ia dan sang suami tentu saja tidak bisa mendonorkan ginjal karena faktor usia. Apalagi keduanya adalah aset negara. Mendonorkan darah saja tak boleh sembarangan, apalagi mendonorkan organ tubuh yaitu ginjal.
"Ginajlku tidak cocok dengan ginjal Cleona, Ma." Isak tangis Castin terdengar begitu pilu. Castin menjatuhkan tubuhnya ke lantai berdebu rumah sakit, ia tak tahu apa yang harus dilakukan.
"Periksa ginajlku dokter," tawar Harles maju beberapa langkah, Castin mendongakkan kepalanya. Ia hampir lupa bahwa ia masih punya seorang adik yang belum pernah diperiksa ginjalnya.
"Sayang," panggil ratu Diona menggeleng kepala, tampak ia tak tega bila anak bungsu kesayangan itu mendonorkan ginjal walau pun untuk menantu kesayangannya.
"Tolong periksa ginjalku!" tekan Harles lagi tanpa ekspresi. Memang sedari tadi ia tak menunjukkan ekspresi apa pun. Walau ada banyak fakta yang terungkap tentang Cleona.
__ADS_1
Harles hanya menatap satu pandangan dengan fokus. Perubahan sikap Harles membaut Castin berpikir keras. Castin bangkit, meraih pergelangan tangan sang adik.
Tapi, Harles justru menepis tangannya. Castin tak mengerti apa yang Harles pikirkan. Tapi, Castin tetap berharap ginjal adiknya cocok dengan ginjal Cleona, agar Cleona dapat diselamatkan.
Dokter yang ragu langsung menoleh pada raja Alberich, ketika raja Alberich menganggukkan kepala, barulah sang dokter berkata, "Mari ikut saya, Tuan."
Harles melangkah perlahan tanpa berkata apa pun, bahkan tanpa berekspresi apa pun. Ia berjalan masuk ke dalam ruang operasi untuk diperiksa ginjalnya.
Ratu Diona menangis, ia takut dan khawatir terjadi sesuatu kepada putra bungsunya. Raja Alberich terpaksa mengamankan sang istri dan membawanya pergi ke suatu ruangan, karena khawatir sang istri pingsan.
Di depan ruang operasi, Castin terus mondar mandir. Mulutnya komat-kamit dan ia sangat berharap ginjal Harles cocok untuk Cleona.
Tak lama berselang, pintu ruang operasi terbuka. Harles muncul dengan seorang dokter di belakangnya. Castin langsung mendekat dan bertanya, "Bagaimana?"
"Ginjal tuan muda Harles cocok dengan ginjal nona Cleona," sang dokter mengungkapkan kenyataan itu dengan raut wajah sedihnya.
"Terima kasih, Tuhan. Terima kasih karena sudah mengabulkan doaku," Castin mengucap puji dan syukur. Hal yang sama juga Nana lakukan.
"Kalau begitu tinggu apalagi, Dokter? Segera lakukan transplantasi ginjalnya," desak Castin tak sabaran. Dokter langsung menoleh pada Harles yang masih diam mematung.
"Ada apa?" tanya Castin pada sang adik dengan serius, perasaannya mulai tak enak.
"Kanu mau mendonorkan ginjal untuk Cleona, kan, Harles?" tanya Castin memastikan.
__ADS_1
Harles yang sedari tadi hanya diam, kini tersenyum miring. "Tentu saja," balasnya dengan ekspresi yang mencurigakan.
"Lala apalagi?"
"Aku akan mendonorkan ginjalku untuk Cleona. Tapi, ada syaratnya."
"Apa?"
"Aku akan mendonorkan ginjalku pada Cleona, asalkan....
.
.
.
KALIAN DUKUNG KAPAL YANG MANA?
CLEONA & CASTIN
CLEONA & HARLES
__ADS_1
Yang banyak dukungannya, akan Othor pilih 🙈