
Bruk!
"HARLES!"
Teriak Castin dan Cleona bersamaan. Castin langsung memapah sang adik dan membawanya pergi. Sementara Cleona masih mematung di tempat semula, berusaha mencerna apa yang sebenarnya telah terjadi.
Tak hanya pingsannya Harles yang membuat Cleona kaget, tapi juga kehadiran sang suami yang sangat ia rindukan. Sadar akan sesuatu, Cleona langsung berlari menyusul Castin yang sudah membawa Harles pergi ke rumah sakit.
Saat tiba di lantai dasar, Cleona dibuat kaget dengan suara teriakan ratu Diona yang menyusul Castin. Ratu Diona, Anna dan juga Raja Altan berlari dan masuk ke dalam mobil lain untuk menyusul Castin yang sudah berangkat lebih dulu.
Cleona memilih berhenti di pintu utama karena tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Bukan hanya karena hidup dengan satu ginjal, tapi juga karena belum menerima asupan sama sekali.
__ADS_1
"Cleona," panggil Nana yang baru saja tiba dengan sepeda motornya.
"Nana, Harles, Na," ucap Cleona dengan isakan tangisnya.
"Ikut aku, kita ke rumah sakit sekarang!" desak Nana membantu Cleona masuk ke dalam mobil yang sudah ada seorang supir di dalamnya.
"Jalan sekarang, Pak. Cepat!" Mobil langsung tancap gas turut menyusul ke rumah sakit kerajaan.
"Na, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Cleona menatap Nana serius.
Beberapa menit kemudian, mobil berhenti di depan rumah sakit yang masih berada di kawasan istana kerajaan. Cleona yang tak sabaran turun dari mobil lebih dulu, disusul Nana di belakangnya.
__ADS_1
Saat hampir sampai di depan ruang IGD, Cleona memperlambat langkah gontainya. Dari jarak cukup jauh, Cleona dapat melihat Castin yang tengah duduk di kursi tunggu, kepalanya tertunduk dalam dengan kedua tangan di kepala. Di samping Castin berdiri sekretaris Helder dan Anna yang juga menunduk dalam.
Sedangkan di hadapan Castin, berdiri raja Altan yang memeluk erat ratu Diona yang terus menangis histeris. Cleona dikagetkan dengan raja Altan yang diam-diam turut mengeluarkan cairan bening.
Semakin dekat, semakin berdebar pula jantung Cleona. Pikiran-pikiran buruk telah meracuni otaknya, tapi Cleona tetap melangkah gontai dengan hati yang terus berkecamuk. Karena tidak mungkin mereka semua sesedih itu bila Harles hanya pingsan biasa saja. Pasti ada sesuatu yang terjadi.
Cleona kesulitan berjalan, entah kenapa sangat berat rasanya saat melangkah. Nana sang sahabat setia di sebelahnya, turut sedih akan kesedihannya. Jelas Nana tahu apa yang sebenarnya terjadi. Hanya Cleona seorang yang tidak mengerti apa pun.
Saat telah sampai di tempat tujuan, Cleona mengumpulkan keberanian dan pada akhirnya berkata, "Apa yang terjadi?" tanya Cleona dengan suara bergetar, ia juga turut menangis, seakan kesedihan Castin, Asisten Helder, raja dan ratu dapat ia rasakan juga.
Semua mata tertuju kepada Cleona, termasuk ratu Diona dan juga Castin yang rupanya menangis pilu. Cleona semakin ketakutan. Apalagi saat melihat ekspresi ratu Diona yang seakan ingin melahapnya hidup-hidup.
__ADS_1
"Kamu! Beraninya kamu datang kemari?!" bentak ratu Diona mendekat, kemudian mencengkram kuat kerah baju Cleona. Cleona yang yak mengerti apa pun hanya pasrah diperlakukan tak baik oleh sang ratu yang dulu sangat menyayangi dirinya sebagai seorang menantu.
"Menantu kurang ajar, tidak tahu diri! KEMBALIKAN GINJAL PUTRAKU!"