
"Menantu kurang ajar, tidak tahu diri! KEMBALIKAN GINJAL PUTRAKU!" bentaknya sambil mengguncang tubuh Cleona yang tak mengerti apa pun. Sementara Raja Altan, Asisten Helder, Nana, bahkan Castin sekali pun tak ada yang mau membantu Cleona.
Nana justru menyingkir beberapa langkah. Meski ingin sekali membantu Cleona, tapi ia juga mengerti bagaimana perasaan ratu Diona.
"Ginjal?" tanya Cleona tak mengerti, air matanya meluncur deras. Cleona kaget dengan perlakuan ratu Diona kepadanya.
"Iya, ginjal Harles yang ada tubuhmu, cepat kembalikan padanya, kembalikan pada putraku agar dia bisa selamat," tangis ratu Diona terus mengguncang tubuh Cleona yang wajahnya memucat.
"Harles mendonorkan ginjalnya untuk saya?" tanya Cleona pelan, tenaganya mendadak habis tak tersisa.
"Iya! Kembalikan, cepat selamatkan putraku!" bentak ratu Diona membuat Cleona tak bisa berucap apa apa. Cleona menoleh pada Castin, Castin masih menundukkan wajahnya. Sama sekali tak ada seorang pun yang mau membantu Cleona.
Sementara ratu Diona terus mendesaknya agar menyelamatkan Harles yang masih ditangani di ruang IGD.
BRUK!
Tubuh Cleona terjatuh ke lantai karena saking shock-nya. Lukanya memang telah sembuh total, tapi ia hanya hidup dengan satu ginjal. Ginjal juga butuh waktu lama untuk terbiasa dengan kondisinya yang drop. Apalagi akibat setres berlebihan.
Saat melihat Cleona yang sudah tergeletak tak berdaya di lantai, barulah Nana dan Castin mendekat. Castin mengangkat tubuh Cleona ala bridal, kemudian membawanya masuk dalam sebuah ruangan untuk diperiksa.
__ADS_1
Setelah membaringkan Cleona di atas brankar dan mamastikan dokter memeriksa kondisi Cleona dengan baik, Castin pun langsung keluar. Nana menatap kepergian Castin, Castin tetap memperhatikan Cleona meski tampak cuek dan tak peduli.
"Bagaimana, Dokter?" tanya Nana yang setia di samping Cleona.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, nona Cleona pingsan karena shock, sebentar lagi akan sadar. Nona Nana bisa tenangkan setelah nona Cleona sadar nanti," pesan dokter yang telah selesai memeriksa keadaan Cleona.
"Baiklah, Dokter. Terima kasih banyak," ucap Nana tulus.
"Sama-sama, jangan lupa berikan juga obatnya," pesan dokter setelah itu keluar dari ruangan.
Setelah kepergian dokter, Nana duduk di sebelah brankar Cleona. Melihat keadaan Cleona, Nana ikut bersedih. "Kenapa cinta kalian begitu rumit," Nana menghela napas berat.
"Cleona, berhenti bersedih dan menyiksa dirimu sendiri."
"Apa Harles yang mendonorkan ginjalnya untukku?" tanyanya terisak. Nana pun mengangguk lemah. Tangisan Cleona semakin histeris.
"Bagaimana keadaannya sekarang?" tanya Cleona lagi.
"Aku tidak tahu, Cleo. Dokter masih berusaha menyelamatkan nyawanya," jawab Nana sambil menggelengkan kepala.
__ADS_1
"Aku lebih baik mati daripada hidup seperti ini, Na. Tolong katakan kepada mereka bahwa aku akan berikan kembali ginjal ini agar Harles sembuh. Cepat, Na! Cepat katakan kepada mereka!" desak Cleona.
"Tapi bukan ginjal masalahnya, Na. Harles akan tetap hidup walau dengan satu ginjal," tutur Nana.
"Lalu apa masalahnya, Na?"
"Jantungnya. Harles mengidap gagal jantung stadium akhir," mendengar itu, Cleona menutup mulut dengan kedua telapak tangannya. Tak pernah ia sangka Harles yang tampak baik-baik saja, rupanya mengidap penyakit mematikan.
"Nana, cepat katakan kepada mereka!"
"Katakan apa lagi, Cleo?"
"Katakan kepada mereka bahwa aku akan mendonorkan jantungku untuk Harles!"
.
.
.
__ADS_1
Senin, Guys. Jangan lupa Votenya 😘😘😘