
"Cleona!" teriak Castin kaget kala melihat Cleona yang sudah tak sadarkan diri dan hampir pingsan.
Dengan cekatan Castin mengangkat tubuh polos Cleona, meraih jubah mandi yang kemudian ia lilitkan ke tubuh polos nan seksi itu.
"Nyaman sekali di sini," gumam Cleona sambil menekan dada bidang Castin dengan jemarinya. Castin menghela napas lega, ia kira Cleona benar-benar pingsan.
Castin menggendong Cleona ala bridal, kemudian ia dudukkan di atas closet. Castin mengambil sebotol pil penawar dari dalam sakunya, lalu mengambil satu butir pil di dalamnya.
Castin menyuapi pil tersebut pada Cleona yang menempelkan wajah di hadapan pangkal pahanya.
"Cuih! Pahit!"
Castin menghela napas kasar, Cleona meludahi pil penawar yang ia berikan. Castin tak menyerah, ia kembali mengambil sebutir pil yang baru.
"Makan ini atau kau akan menyesal!" ancam Castin kembali menyuapi pil penawar ke mulut kecil Cleona.
"Cuih, pahit!" Cleona kembali meludahi pil yang Castin masukkan ke dalam mulutnya.
"Astaga!" umpat Castin kesal.
"Kamu nakal!"
__ADS_1
"Akh!" teriak Castin kala Cleona menepuk senjata pusaka miliknya. Castin memejamkan mata sambil menengadah ke atas, menikmati sensasi kejut yang barusan ia dapatkan.
Karena sudah tak tahan, Castin pun mengambil lagi satu pil penawar. Kali ini tak ia masukkan ke dalam mulut Cleona, melainkan ia masukkan ke dalam mulutnya sendiri.
Castin meraih tengkuk Cleona, membuat wajah cantik Cleona mendongak menatapnya. Setelah itu, barulah Castin membungkukkan badan kekarnya, lalu menempelkan bibirnya pada bibir Cleona. Cleona yang masih di bawah pengaruh obat. Tentu menyambutnya dengan ganas.
Kesempatan itu tak Castin sia-sia kan. Ia menguasai rongga mulut Cleona sambil mengantarkan pil yang ada di dalam mulutnya. Pil penawar berhasil Cleona teguk dengan lancar.
Karena terbawa suasana, Castin tak melepaskan pangutan penuh gairah itu. Castin terus memperdalam ciumannya, seakan melupakan segalanya, yang ada di benaknya hanya mulut Cleona yang kini ia nikmati.
Ciuman panas itu barulah usai ketika tubuh Cleona terkulai lemas karena pengaruh pil. Hanya butuh hitungan detik, Cleona pun kehilangan kesadarannya.
"Maaf," ucap Castin seraya mengelap bibir Cleona yang sedikit bengkak dan basah akibat ulahnya.
"Apa yang terjadi? Kau apakan adikku?" tanya king Elio panik melihat sang adik yang tak sadarkan diri.
"Tenanglah, Tuan. Nona Cleona hanya pingsan sementara efek pil penawar yang dikonsumsinya. Dia akan baik-baik saja saat sadar nanti," Asisten Helder menjelaskan dengan detail. King Elio mengusap dadanya lega kala melihat sang adik yang Castin baringkan ke atas ranjang.
***
"Saya tahu setelah menyadari darah bangsawan yang Cleona miliki. Ada banyak kerajaan yang saya periksa untuk mencocokkan, tapi sayangnya saya tidak mengetahui keberadaan kerajaan Fearland," Castin menjelaskan dengan detail.
__ADS_1
"Baiklah, bisa dimaklumi. Aku juga banyak tahu tentang cerita kalian, termasuk tentang adikmu, Harles. Apa pun itu, terima kasih karena sudah menolongnya," balas king Elio berterima kasih kepada Castin, karena bagaimana pun ia juga mengerti perjuangan Castin untuk sang adik.
"Saya juga ingin mengucapkan banyak terima kasih karena sudah mempercayakan Cleona kepada saya," Castin membungkukkan badan sebagai ucapan terima kasih.
"Berjuanglah karena dia sudah banyak berubah, dia bukan lagi gadis lemah dan polos yang kau kenal dulu. Berjanjilah untuk tidak menyakitinya karena aku mengerahkan banyak waktu dan tenaga hingga berhasil membuatnya menjadi gadis kuat dan ceria," pinta king Elio serius. Ia tak mau Cleona disakiti lagi.
"Pasti, saya pasti akan berjuang untuk mendapatkannya. Saya berjanji tidak akan pernah menyakitinya lagi, anda tidak perlu khawatir," balas Castin yakin.
"Tidak perlu berdialog formal, kau terlalu kaku," ejek king Elio sedikit mencarikan suasana.
"Oh iya, aku melakukan ini semua demi Cleona. Jadi, kau jangan terlalu percaya diri," lanjutnya lagi. Castin tersenyum simpul, kemudian menganggukkan kepala.
"Kalau begitu, kenapa memberikan Cleona obat perang sang? itu berbahaya."
"Itu salah dia!" tunjuk king Elio pada sang asisten yang setia berdiri di samping kiri nya.
.
.
.
__ADS_1
Slow update, ya, Guys🙏🏻