
"Baby d bukan putra kandungku," ungkap Castin lantang.
Cleona membeliak dengan dahi yang berkerut, "Apa maksudmu, Castin?"
"Ya baby d bukan putra kandungku. Tapi, dia adalah ....
Tut!
"Aaakh!"
Cleona berteriak ketakutan, ia reflek memeluk Castin dengan erat. Lift yang mereka naiki hampir terjatuh.
"Ini pasti ulahmu ya?" tanya Cleona yang mengira Castin sengaja membuat liftnya rusak.
"Kenapa aku?" tanya Castin membela diri.
"Pasti kamu! Karena kamu mau mengulang adegan yang dulu, kan?" tuduh Cleona, tapi tetap berpegang erat pada Castin. Lift terasa sedikit miring. Bukan ulah Castin, karena Castin sendiri juga bingung kenapa lift khususnya bisa tiba-tiba rusak.
"Jika aku mau sekalipun, aku tidak akan melakukannya dengan situasi yang membahayakan nyawamu," Castin masih membela diri. Cleona semakin ketakutan. Melihat dari raut wajah Castin, jelas bukan Castin yang melakukannya.
"Kalau begitu lakukan sesuatu," pinta Cleona. Castin pun mulai menekan tombol berkedip merah. Setelah itu ia mengeluarkan ponsel, menghubungi Asisten Helder dan memberitahu situasinya saat ini.
"Tenanglah, tidak lama lagi akan ada bantuan," bujuk Castin menenangkan Cleona.
Tak lama berselang, lift kembali beroperasi. Cleona pun langsung menjauhkan diri dari Castin.
"Apa kamu terluka?"
"Tidak," jawab Cleona ketus.
Ting!
Lift terbuka, Cleona melangkah keluar lebih dulu, meninggalkan Castin yang memeriksa ponsel karena ada pesan yang masuk.
"Kau siapa?" tanya Cleona pada seseorang berpakaian serba hitam, yang berdiri membelakanginya.
Sosok dengan pakaian serba hitam itu tampak panik, kemudian langsung melarikan diri.
"Berhenti kamu!" teriak Cleona sambil berlari mengejar sosok asing tersebut.
Castin yang kaget turut mengejar dan langsung menahan Cleona yang siap mengarahkan senjata pada sosok asing yang sudah menghilang.
"Apa yang kamu lakukan? Lepaskan aku!" bentak Cleona. Castin pun segera melepasnya.
__ADS_1
"Jangan melakukan hal yang membahayakan dirimu, Cleona. Aku tidak ingin melibatkanmu," Castin meraih pergelangan tangan Cleona dan membawa Cleona masuk ke dalam ruangannya.
Sampai di dalam ruangan, Cleona pun menjatuhkan tubuhnya ke sofa dengan kesal, "Siapa dia?" tanya Cleona.
"Aku tidak tahu," balas Castin duduk di hadapan Cleona.
"Kalau tidak tahu, kenapa kamu menghalangiku menembaknya?" Cleona langsung mengintrogasi.
"Dia masuhku dan akan menjadi urusanku. Sudah aku katakan, aku tidak akan melibatkanmu," tekan Castin lagi.
"Aku hanya ingin tahu siapa dia?" tanya Cleona lagi.
"Dugaanku dia adalah dalang di balik penculikan baby d. Dan dia juga juga yang menyebabkan lift rusak," terang Castin, Cleona pun langsung bangkit saking kagetnya.
"Kalau begitu kenapa kamu diam saja? Kenapa membiarkannya lolos begitu sa—"
Deerrtt....
Omelan Cleona terpotong oleh dering ponsel Castin yang bergetar. Panggilan masuk dari asisten Helder, Castin langsung mengangkatnya. Tak lupa Castin juga mengklik loud speaker agar Cleona juga dapat mendengarnya.
"Bagaimana?" tanya Castin langsung pada intinya.
"Maaf, Tuan. Kami kehilangan jejaknya," balas Asisten Helder di seberang sana. Cleona kembali duduk dengan tenang.
"Baik, Tuan!" seru Asisten Helder dan Castin langsung memutuskan panggilan.
"Orang yang kamu lihat tadi bukan sembarang musuh. Kami sudah mencarinya sejak lama, tapi tak juga mendapatkan hasil," tutur Castin dengan putus asa.
Ia tahu musuh yang ia hadapi bukan sembarang musuh. Sosok misterius itu dapat muncul kapan saja, dan menghilang sekejab mata. Sudah lama mencari, sampai detik ini belum juga membawakan hasil. Bahkan, Jendral Elmer juga tak menemukan jejak apa pun.
"Apa orang itu juga yang membuang baby d ke tempat sampah?" Castin menganggukkan kepala. Cleona berpikir keras.
"Di dalam lift, kamu sempat mengatakan kalau baby d bukan putra kandungmu. Lalu, siapa orangtua kandung baby d?" tanya Cleona dalam mode seriusnya.
Castin mendongakkan kepala, menatap Cleona dengan mata berkaca-kaca kala mengingat seseorang yang ia sayangi. Cleona balas menatap Castin dengan serius, pasangan netra keduanya saling bertautan erat. Cleona merasai dadanya berdebar-debar menunggu jawaban dari Castin. Ia sangat penasaran siapa orangtua kandung baby d.
"Aku punya seorang kakak laki-laki bernama Allison Jois Afson. Dia meninggal dunia bersama kakak ipar karena melanggar tradisi. Dia tidak mau bercerai dan tidak mau menjadi duda, mereka masih bersama hingga melahirkan seorang putra yang sangat tampan yaitu Dima Afson (baby d)," jelas Castin membuat Cleona membulatkan mata sempurna, ia menutup mulut dengan kedua telapak tangan karena terlalu kaget dengan kenyataan yang baru saja ia dengar.
"Apa sosok tadi ada hubungannya dengan meninggalnya kakakmu?"
"Jika yang dia incar kakakku, dia pasti sudah menghabisi nyawa baby d," balas Castin meyakinkan.
"Apa maksudmu dia mengincarmu?" Castin kembali menggelengkan kepala, Cleona mengerutkan dahi semakin tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi.
__ADS_1
"Lalu, siapa yang dia incar?" desak Cleona tak sabaran.
"Yang dia incar adalah....
.
.
.
Ini Castin gak mandi sebulan🥴
Ini Castin sudah mandi🥵
Hati-hati kalian yang bilang prince Castin jelek, tuwek, Rudal sudah mengarah ke rumah kalian😏😌. Othor mah gak ikut-ikutan 💃💃
Penampakan baby d 😍😘
Penampakan baby D saat dewasa👇
Pas pakai baju😍
Pas gak pakai baju🥵
Ghoib : Untuk baby d ada Novelnya gak Thor?
Author : Ada dong, bapak emaknya meninggal karena tradisi weh, tentulah dia harus kuak misterinya. Pas dah dewasa dia bakal pakai nama bapaknya, ya. Allison Jois Afson.
Ghoib : Kapan publishnya, Thor?
Author : Ditunggu, ya. Kalau sudah publish bakal Othor kasih tahu, kok. Pantengin terus IG @Oniya_99
__ADS_1