Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 23 ~ Kecewa


__ADS_3

Setelah dipaksa mengucapkan janji suci, Harles dan Cleona pun telah sah menjadi pasangan suami istri. Karena Cleona terus berontak, Harles menggendong dan membawa Cleona kembali ke kamar.


Meski Cleona terus berontak bahkan memukulnya, tapi Harles tak goyah. Sampai di dalam kamar, Harles menjatuhkan Cleona dengan kasar.


"Kamu jahat Harles! Kenapa kamu seperti ini? Harles yang aku kenal tidak pernah menyakitiku," teriak Cleona berusaha menurunkan dress nya yang naik hingga memperlihatkan betis indahnya.


"Panggil aku suamimu!" paksa Harles perlahan naik ke atas ranjang


"Hanya Castin Afson suamiku, bukan kamu!" bentak berguling cepat dan menjatuhkan tubuhnya ke samping hingga tersungkur ke lantai. Sakit yang di dapat tak ia pedulikan, yang penting bisa lepas dari Harles. Sementara Harles kaget atas apa yang Cleona lakukan. Ia khawatir wanita yang dicintai terluka.


Andai Harles tahu betapa besar luka yang terjadi pada hati Cleona saat ini akibat keegoisan nya.


Harles bangkit, turun dari ranjang dan berusaha mengejar Cleona yang saat ini tengah berusaha membuka pintu kaca menuju balkon.


Cleona berhasil membuka pintu itu dan segera berlari menuju balkon. Sampai di balkon, Cleona berusaha menahan pintu lebar dan besar itu, tapi tenaganya tak cukup melawan tenaga Harles. Alhasil, Harles berhasil keluar dari kamar.


"Jangan mendekat!" jerit Cleona yang tubuhnya sudah mentok di pagar balkon.

__ADS_1


"Jangan mendekat atau aku loncat!" ancam Cleona, Harles pun menghentikan langkahnya karena tak ingin terjadi sesuatu kepada wanita yang ia cintai.


Cleona menoleh ke belakang, matanya membulat kala melihat sosok pria yang tentu saja ia kenali di bawah sana. Cleona tersenyum lebar, kemudian membalikkan badan.


"CASTIN!" jerit Cleona sekencang-kencangnya. Harles memanfaatkan kesempatan dan langsung menahan tubuh Cleona, takut Cleona nekat dan benar-benar terjun dari lantai empat itu.


"TOLONG AKU, SUAMIKU!" jerit Cleona lagi. Di bawah sana, tampak Castin yang akan melangkah masuk ke dalam mobilnya yang telah siap di parkiran.


Mendengar teriakan histeris Cleona, Castin membalikkan badan, lalu menoleh ke atas sana. Ekspresi Castin datar, tidak senang juga tidak sedih.


"Castin," ucap Cleona terdengar begitu pilu. Cleona tak lagi sanggup berontak, ia juga tak bisa berkata-kata. Hanya derai'an air mata yang dapat menjelaskan betapa hancurnya ia saat ini.


Cleona benar-benar tak mengerti apa yang Castin pikirkan. Bagaimana mungkin Castin tega menyerahkan dirinya kepada Harles. Apa itu artinya Castin sama sekali tidak mencintainya.


Apa cinta yang Castin miliki untuk sang adik lebih besar daripada cintanya kepada Cleona? Hingga tega memberikan Cleona kepada Harles, adiknya sendiri.


"Kamu jahat Castin, sangat jahat. Kenapa menikahiku kalau tidak mencintaiku? Kenapa menikahiku kalau pada akhirnya menceraikan kemudian menyerahkanku kepada pria lain? Aku ini bukan barang yang dapat berpindah tangan sesuka hati," batin Cleona menangis pilu.

__ADS_1


Kali ini tenaganya benar-benar telah habis. Ia tak lagi sanggup berontak saat Harles membawanya kembali ke atas ranjang dan membaringkannya di sana, Cleona benar-benar pasrah. Seharusnya ia tak mengukir nama Castin di hatinya. Seharusnya ia sadar siapa dirinya. Saat ini tak hanya Harles yang membuat Cleona kecewa, tapi juga Castin.


"Panggil aku suami," tekan Harles mengukung tubuh Cleona, sedangkan Cleona telah pasrah. Kekecewaannya begitu besar, tidak ada seorang pun di dunia ini yang benar-benar tulus padanya.


"Cepat, panggil aku suami!" desak Harles lagi, Cleona tak berkata apa pun, ia hanya menatap tajam Harles, tatapan tajam penuh kebencian.


Karena Cleona tak menjawabnya, Harles pun segera bangkit, kemudian turun dari ranjang.


BRAK!


Pintu kamar Harles kunci dari luar, Cleona terkurung di dalamnya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2