Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 37 ~ Dara & Elmer


__ADS_3

"Nona, makanannya sudah siap."


Tak terdengar sahutan. "Nona?" panggilnya lagi sambil meletakkan sepiring makanan ke atas nakas. Dara masih berbaring menyamping membelakanginya.


Hiks!


"Astaga! Nona menangis?" isakan tangis Dara justru semakin menjadi.


"Nona Tisya meninggal karena keinginannya sendiri, bukan karena nona."


"Aku hamil, dokter," ucap Dara dengan suara bergetar. Dokter jiwa yang merawatnya pun terdiam.


"Baru saja saya akan mengatakan kabar gembira ini. Tapi, baguslah kalau nona sudah tahu, karena hal inilah saya meminta agar nona tidak lagi bersedih, kasihan calon bayi yang ada di perut nona."


"Kabar gembira? Aku hamil tanpa suami, bagaimana mungkin dokter mengatakan ini kabar gembira?" balas Dara masih terisak pilu. Dara tak sanggup menerima takdirnya yang amat berat. Bagaimana reaksi sang ibu bila mengetahui kebenaran tentang dirinya?


Air mata terus mengalir deras membasahi pipi dan bantalnya, dadanya begitu sesak seakan ada beban yang sangat berat menimpanya. Dara memukul dadanya, berharap dapat meringankan perih di hatinya.


"Saya mengerti bagaimana perasaan nona saat ini. Akan tetapi, pikirkan juga janin di rahim nona. Setidaknya jangan menyakitinya karena dia sama sekali tidak bersalah," jelas sang psikiater lembut.


"Lebih baik sekarang nona makan, janin nona membutuhkan asupan," lanjutnya perhatian.


"Dokter melakukan semua kebaikan ini karena Elmer, bukan? Karena perintahnya? Apa dia juga sudah tahu aku hamil?"


"Iya, Nona. Saya memang melakukan semua ini karena tuan Elmer sangat menyayangi nona. Dia merasa sangat bersalah dan—"


"Dan kasihan padaku? Ya, dia melakukan ini hanya karena kasihan, tidak lebih!" teriak Dara murka. Kesabarannya benar-benar telah habis.

__ADS_1


Dara bangkit kemudian melanjutkan kembali perkataannya, "Bahkan dia tidak pernah datang menemuiku, meminta maaf padaku dan juga ibuku. Aku tahu dia orang kaya, punya segalanya. Dengan uangnya, dia dengan mudah merenggut kehormatanku, lalu menjadikanku pengemis yang selalu bergantung nyawa padanya. Sehina itukah aku di matanya!"


"Nona, sebenarnya—"


"Sekarang bagaimana dengan janin ini!?" potong Dara berteriak dengan tangisan histerisnya.


"Lebih baik aku gugurkan saja!" lanjut Dara akan pergi.


"Nona jangan pergi!"


"Lepaskan! Biarkan aku pergi! Lagipula tidak ada yang peduli dengan bayi ini! Daripada dia menderita saat lahir ke dunia, lebih baik dia pergi lebih dulu."


"Jangan ambil keputusan di saat sedang emosi, tenangkan dulu diri nona."


"Aku tidak bisa tenang! Aku tidak mau melahirkan seorang anak yang tidak punya ayah!" jerit Dara berontak.


Dara menyeringai lalu berkata, "Maksudmu uang? Dia bertanggung jawab dengan uang?"


"Penjara, Nona. Tuan bukannya tidak datang menemui apalagi meminta maaf kepada Nona. Tentu Tuan akan melakukannya saat ia bebas nanti."


"Apa maksudmu?"


"Tuan Elmer menyerahkan diri dan dipenjarakan sesuai keinginannya sendiri. Tak hanya itu saja, tuan Elmer juga melepas jabatannya sebagai seorang jendral. Tuan tidak datang karena saat ini ia sedang menghukum dirinya."


Mendengar penjelasan sang psikiaternya, Dara pun terdiam seribu bahasa. "Tidak mungkin, mana mungkin dia melakukannya," balas Dara tak percaya.


"Saya tidak berbohong nona, Tuan Elmer akan di penjara selama 5 tahun. Dan yang dapat membebaskannya hanya nona. Tuan akan dibebaskan bila nona memaafkannya."

__ADS_1


"Tidak! Dia tidak mungkin melakukan itu! Tidak mungkin! Aku tidak akan memaafkannya,!" jerit Dara histeris. Sang psikiater pun terpaksa menyuntikkan Dara sebuah cairan aman yang akan membuatnya terlelap.


***


"Semalam Castin, tadi pagi Devil, dan sekarang kau lagi. Astaga, kalian bertiga janjian apa bagaimana? Apa kalian pikir tugasku hanya mengurus kau, Castin, dan Devil," oceh Dokter Calvin murka.


"Kalau tidak ikhlas, lain kali aku akan panggil dokter lain," balas Elmer dengan mata bengkaknya. Bagaimana tidak bengkak kala melihat rekaman cctv di mana Dara yang menderita karenanya.


"Aku kenapa?" tanya Elmer pada Dokter Calvin.


"Kenapa bertanya padaku, seharusnya aku yang bertanya padamu. Sudah berapa hari kau tidak makan?" sahut Dokter Calvin geram.


"Aku sedang menghukum di—"


"Ya, kau benar. Sedang menghukum diri. Sakit dibuat sendiri, harusnya aku biarkan saja kau begini sampai mati," potong Calvin masih murka, Elmer hanya diam, membiarkan Calvin mengobatinya.


"Oh iya, apa Cleona sudah ditemukan?" tanya Elmer ketika mengingat Cleona.


"Urus saja satu gadis yang kau hancurkan masa depannya itu. Tidak perlu urus Cleona. Kalau bertiga membuatku gila," balas dokter kemudian bangkit dan bersiap akan pergi karena tugasnya telah selesai.


"Jangan begitu, apa kau tidak takut karma!" teriak Elmer dari dalam penjara, ia berteriak agar Dokter Calvin mendengar.


"Aku tidak seceroboh kalian," balas Dokter Calvin tetap melangkah pergi sambil melambaikan punggung tangannya.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2