Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 07 ~ One Night


__ADS_3

"Aku menginginkanmu!" Elmer menarik pergelangan tangan Dara dengan kasar, hingga tubuh Dara berada di atas tubuh kekarnya.


"Tuan, apa yang tuan lakukan?!" Dara berontak sekuat tenaga, berusaha lepas dari cengkraman Elmer yang begitu kuat.


"Aku menginginkanmu!" balas Elmer lagi sambil membalikkan tubuhnya. Hanya dengan sekali gerakan, Dara sudah berada di bawah kukungannya.


"Tuan! Sadarlah! Lepaskan saya!" teriak Dara masih terus berontak. Namun, sekuat apa pun ia mencoba, tenaganya yang lemah tak akan bisa sebanding dengan tenaga seorang jendral Elmer.


Elmer tak peduli dengan teriakan Dara, telinganya seakan tuli. Yang ia dengarkan hanyalah hawa nafsu yang saat ini menguasai pikirannya.


"Jangan, Tuan. Jangan!" mohon Dara dengan air mata yang telah membanjiri pipinya, ia benar-benar ketakutan saat melihat sang majikan mengambil ancang-ancang ingin merobek pakaiannya.


Tanpa menunda waktu, Elmer langsung merobek dengan kasar kain lusuh yang melekat di tubuh Dara.


"TIDAK!" teriak Dara putus asa. Sementara Elmer tersenyum puas menatap tubuh polosnya yang hanya berbalut bra dan cd dengan warna senada.


Dara tampak pasrah, ia ingin berteriak dan berontak. Namun, tenaga maupun suaranya telah habis, hanya isakan tangis yang dapat menjelaskan betapa hancurnya ia saat ini. Kalau tahu akan terjadi hal se fatal ini, mau Elmer mati sekalipun, Dara tak akan datang membantu sang majikan.


"Aaakkhhh!" Dara berteriak kesakitan saat Elmer berhasil merobek mahkotanya hanya dengan tiga kali hentakkan yang keras dan kasar. Tanpa pemanasan sedikit pun, Elmer merengut satu-satunya harta yang Dara milikki.


Karena tanpa adanya pemanasan, hanya rasa sakit yang dapat Dara rasakan. Dara tak men de sah sama sekali. Hanya ringisan rasa sakit serta air mata yang terasa hangat yang menemaninya di malam panas itu.


Tubuh Dara terus berguncang, Elmer melakukan secara terus menerus, ia tak membiarkan Dara beristirahat barang sedetik pun.


Elmer hanya melakukan adegan inti tanpa berhenti. Elmer sama sekali tak punya pengalaman. Sama seperti Dara, Elmer juga baru pertama kali melakukannya. Ia hanya melakukan apa yang membuatnya merasa nikmat.


"Buk, ibu telah membesarkan seorang laki-laki, yang kemudian menghancurkan putrimu sendiri."

__ADS_1


Beberapa jam berlalu, barulah Elmer menghentikan aksinya. Pria itu langsung terlelap di samping Dara usai puas menikmati tubuh Dara.


Sementara Dara masih terjaga dengan isakan tangis yang terdengar begitu memilukan. Gadis berparas cantik itu menghela napas berat, kemudian menyeka kasar air mata yang mengalir. Ia beringsut perlahan, kemudian menjuntaikan kaki yang masih bergetar hebat.


Sakit di bawah sana amatlah perih, tapi tak sebanding dengan sakit di hatinya. Pipi yang sebelumnya sudah mengering, kini kembali basah oleh air mata yang menetes. Dara meraih pakaiannya yang telah robek, tak mungkin mengenakannya, Dara pun mengambil jas berjubah milik Elmer, lalu membalutkan ke tubuhnya.


Dara bangkit secara perlahan, kemudian mulai berjalan dengan satu tangan berpegangan di dinding, dan satunya lagi menekan pangkal paha berharap dapat mengurangi perih akibat gesekan yang terjadi ketika berjalan.


Sampai di luar Mansion, Dara kesulitan naik ke atas motor. Tapi, ia berhasil walau harus merasakan perih yang menyiksa. Di atas motornya, ia melaju dengan kecepatan tinggi menuju rumahnya.


Sampai di rumah, Dara melangkah perlahan agar tak mengganggu istirahat ibunya. Di dalam kamar, Dara langsung masuk ke dalam kamar mandi. Ia kembali menangis di bawah kucuran air shower yang membasahi tubuhnya.


***


Pagi-pagi sekali, Castin dan Cleona sudah siap akan pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Nana setelah mendapat kabar bahwa Nana telah sadarkan diri.


Castin tak membolehkan Cleona menggendong sang putra, takut kalau sang istri kelelahan.


Tiba di rumah sakit, mereka langsung menuju ruang rawat inap Nana. Castin masih menggendong putranya serta tak melepaskan gandengannya pada jemari Cleona. Tak ketinggalan dengan Asisten Helder dan juga Anna yang mengekor di belakang mereka.


"Nana!" seru Cleona melepaskan gandengannya pada Castin, lalu berlarian menghampiri Nana yang tengah disuapi makan oleh seorang suster.


Sementara Castin terdiam sejenak sambil memandangi tangannya yang dilepaskan oleh sang istri.


"Jangan berlebihan, Kak. Malu, udah tua juga," ledek Anna sambil menepuk tangan sang kakak. Castin menatap tajam sang adik, Anna tak takut sama sekali.


"Ti, titi," panggil baby d sambil merentangkan kedua tangan, ia mengenali sang aunty tercinta.

__ADS_1


"Uh sayangnya titi," Anna merebut baby d dari gendongan sang kakak. Castin kembali menatap kedua lengannya yang telah kosong.


"Mari Tuan," Asisten Helder yang geram dengan tingkah aneh tuannya, langsung menyeret Castin hingga tiba di samping brankar di mana Nana berbaring lemah di atasnya.


"Bagaimana kondisimu, Nana?" tanya Castin serius, membuat Nana ketakutan. Takut gajinya dipotong.


"Baik, Tuan. Saya baik-baik saja, Tuan tetap akan memberikan gaji saya, bukan?" tanyanya harap-harap cemas.


"Gaji beserta bonusnya sudah aku kirimkan ke rekeningmu," balas Castin lugas.


"Uwah, Terima kasih banyak, Tuan. Tuan prince Castin memang yang terbaik," puji Nana bahagia. Cleona ikut senang mendengarnya.


***


Di dalam sebuah kamar dengan pakaian robek di mana-mana. Seorang pria bertubuh kekar terbangun dengan mata bengkak serta wajah dan rambut yang amat berantakan.


Elmer mengusap wajah frustasi kala melihat bercak darah di kasurnya. Meski dalam kondisi mabuk berat. Tapi, Elmer dapat mengingat semua kejadian semalam. Bahkan, wajah Dara yang berteriak kesakitan tergambar jelas dalam benaknya.


"Oh God,! Apa yang sudah aku lakukan? Jendral macam apa yang melakukan kesalahan sefatal ini?"


.


.


.


Terima kasih banyak atas dukungannya, Guys. Calangeo😘 Oh iya, kalian gak perlu takut sama judulnya🤭 Konflik Castin dan Cleona tak akan semenyeramkan judulnyašŸ¤—

__ADS_1


__ADS_2