Turun Ranjang Castin & Cleona

Turun Ranjang Castin & Cleona
Bab 48 ~ Syarat


__ADS_3

"Cleona!" panggil Nana yang kaget saat berhadapan langsung dengan sang sahabat yang sudah sangat ia rindukan.


"Na," balas Cleona yang telah terisak saking terharunya. Keduanya berlari dan saling memeluk erat melepaskan kerinduan. Castin ingin keluar dan menenangkan Cleona yang menangis, tapi tak bisa karena situasi restoran yang lumayan ramai.


"Aku senang bisa kembali bertemu denganmu dalam kondisi baik seperti ini. Tapi, bagaimana kamu bisa ada di sini dengan tuan Castin?" tanya Nana sambil menyeka air mata. Ia menoleh pada mobil milik Castin yang ada di belakang Cleona.


"Akan aku ceritakan, kita masuk ke dulu," Nana menganggukkan kepala, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil. Castin mengemudikan mobil dengan kecepatan sedang.


"Jadi begitu ceritanya. Sosok misterius yang kamu temui di taman rumah sakit dan rumahku adalah kakak kandungmu sendiri," balas Nana senang mendengarnya.


"Benar, Na."


"Lalu bagaimana kamu bisa bertemu dengan tuan Castin? Setahuku tuan Castin hampir gila mencarimu," ujar Nana mendapatkan tatapan tajam dari Castin. Tapi, ia tak peduli, yang ia pedulikan hanya Cleona. Selama ada Cleona mana berani Castin menyudutkannya.


"Kakakku menerima kerja sama dengannya," balas Cleona dengan malas.


"Jangan bilang kakakmu itu kaya raya tujuh turunan?" sahut Nana dengan heboh.


"Dia adalah king Elio, Na. Kakakku seorang raja," balas Cleona dengan bangga.


"Astaga! Jadi, selama ini aku berteman dengan wanita keturunan kerajaan?" Nana terperangah saking kagetnya, ia menutup mulut yang menganga. Cleona menganggukkan kepala dengan senyuman tipis.


"Sialan! Kenapa kakakmu tidak culik aku juga sekalian!" protes Nana tak terima ditinggalkan sang sahabat.


"Ayahmu siapa yang temani?"

__ADS_1


"Iya juga ya," Nana menggaruk tengkuk yang tak gatal.


"Tapi, kakak kamu masih single, nggak? Tampan, nggak?" lanjutnya penasaran akan sosok kakaknya Cleona. Cleona saja sangat cantik, apalagi kakaknya pasti sangat tampan.


"Aku punya fotonya, sebentar," balas Cleona membuka ponsel canggihnya, kemudian memperlihatkan foto sang kakak yang tengah duduk di kursi kebesarannya.


"Emang udah paling bener dokter Calvin adalah laki-laki paling tampan sejagat dunia nyata, dunia ghoib maupun dunia perdokteran di noveltoon," seru Nana yang telah dimabuk cinta oleh dokter calvin.


Castin sampai tertawa terbahak-bahak mendengar celotehan Nana, karena jelas dia adalah pria paling tampan sedunia, bukan Calvin sang sahabat. Ketampanan seorang Castin tak hanya lewat pujian mulut ke mulut.


Akan tetapi, sudah bersertifikat yang diberikan langsung oleh dokter kecantikan dunia. Sejak berusia 15 tahun ia memang telah disahkan sebagai pria tertampan di dunia.


Cleona sampai tak bisa berkata-kata. Bukan hanya kaget melihat sang sahabat yang telah terpentok cinta dokter Calvin. Akan tetapi, juga kaget dengan tawa lepasnya Castin.


Cleona dan Nana pun kembali bercerita banyak hal hingga mobil pun berhenti di perusahaan SiEy Group. Ketiganya langsung masuk dan sampai di ruang kerja Castin.


"Jadi, kamu gak akan tinggal di sini lagi, Cleo? Huhu ... Gak seru banget di sekolah kalau enggak ada kamu," ungkap Nana tampak begitu menyedihkan. Mereka telah duduk di sofa secara berdampingan, sementara Castin duduk di hadapan mereka berdua.


"Nanti aku bujuk kakakku buat izinin aku tinggal di sini dan sekolah di sini lagi. Nanti, kita tinggal bersama. Kamu tidak perlu bekerja lagi," balas Cleona dengan semangat.


"Yeay! Terima kasih, Cleo. Oh iya, sekolah sekarang sudah enak banget, murid yang lama maupun guru yang lama sudah dibasmi oleh Tuan Castin. Jadi, sekolah kita lebih damai dan tentram sekarang," Nana bercerita tentang suasana sekolah mereka saat ini.


"Benarkah? Wah, aku tidak sabar." Cleona senang mendengar kabar baik itu. Ia juga senang karena itu artinya Castin benar-benar peduli padanya. Karena bagaimana pun Cleona mengalami banyak duka di sana.


***

__ADS_1


Sore menjelang malam itu, Castin melepas kepergian Nana dan Cleona yang kembali ke spring mansion milik king Elio yang dibelinya secara dadakan. Cleona membawa Nana untuk tinggal bersamanya.


Kini, Cleona dan Nana berada si ruang kerja kakaknya Cleona yaitu king Elio.


"Apa pun yang kamu mau pasti akan kakak kabulkan, sayang," balas king Elio mengizinkan sang adik untuk tinggal menetap di Oesteria.


"Terima kasih, Kak." Cleona memeluk king Elio dengan erat, Nana senang melihat keakraban keduanya.


"Tapi, kakak punya satu syarat," lanjut Elio lagi.


Cleona langsung melonggarkan pelukannya, kemudian mendongak menatap wajah tampan sang kakak.


"Apa itu, Kak?"


"Kamu harus....


.


.


.


Cleona & Castin Versi Anime


__ADS_1


__ADS_2