
Setelah kepergian sang adik kesayangan, king Elio pun meraih ponsel di atas meja dan kembali melanjutkan perbincangan.
"Kau dengar?"
"Tentu saja," balas Castin di seberang sana.
Sebelum Cleona datang menghampirinya, Elio memang tengah berbicara dengan Castin. Saat Cleona datang, Elio hanya meletakkan ponselnya ke atas meja dengan panggilan yang masih terhubung. Hal itu tentu saja membuat Castin dapat mendengar apa yang Cleona rencanakan.
"Apa rencanamu?" tanya Elio dengan santai.
"Aku tidak akan mengecewakan usaha istriku," jawaban Castin membuat Elio tersenyum puas.
"Mantan istri!" sahut Elio mengingatkan.
***
Esok harinya, Cleona datang ke SiEy Group. Sesuai permintaannya, sang kakak memang menyiapkan banyak asisten tampan untuknya. Meski sudah memilih yang paling tampan, tapi tetap saja tak bisa menyaingi ketampanan seorang Castin. Cleona terus memanyunkan bibirnya kesal selama di perjalanan.
"Silahkan, Nona," asisten tampan pilihannya membuka pintu mobil untuknya. Cleona pun keluar dari mobil dengan malas.
Saat Cleona turun dari mobilnya, saat itu pula Castin tersenyum menyambut kedatangannya. Saat melangkah dengan arogant, Cleona baru menyadari bahwa ia berjalan di atas karpet merah. Castin menyiapkannya dengan baik.
"Selamat datang di SiEy Group, Nona Cleona," sambut Castin membungkukkan badan, hal yang sama juga dilakukan oleh para pejabat yang berbaris dengan rapi di belakang Castin.
"Terima kasih untuk sambutannya. Tapi, lain kali jangan pakai karpet merah, ya. Saya lebih suka warna pink," protesnya mampu menggelitik perut siapa pun yang mendengarkan.
"Nona Cleona bisa saja," Castin tersenyum kecil.
"Mataharinya terik sekali, apa tidak ada yang memayungkan sa—"
__ADS_1
Cleona tak sempat melanjutkan ucapannya karena tiba-tiba Castin membentang jasnya, melindung Cleona dari sinar matahari.
"Mari Nona," ajak Castin, akan tetapi Cleona justru menjauh darinya.
"Haha ... Tuan Castin romantis sekali. Tapi, saya pakai payung saja," ucap Cleona mulai melangkah memasuki gedung SiEy Group bersama asisten tampan yang memayungkannya. Castin tak menyerah, ia segera melangkah cepat menyusul Cleona.
"Lift sebelah sini nona," ucap asisten Helder mempersilahkan, Cleona pun melenggang masuk ke dalam lift khusus yang hanya boleh dimasuki oleh tamu penting saja.
Di dalam lift sudah ada Castin, Cleona mengambil jarak tak mau terlalu dekat dengan Castin.
Saat lift tertutup, Castin pun berkata, "Aku senang bisa bertemu denganmu lagi."
Cleona tak merespon, Castin tak menyerah begitu saja. Ia mendekati Cleona, tapi tak berani menyentuh sedikit pun.
"Aku salah, aku benar-benar minta maaf. Tidak seharusnya aku mempermainkanmu," tutur Castin lagi, suaranya tercekat, bahkan air mata pun mengalir, ia benar-benar rapuh tanpa Cleona.
"Kamu ingat tidak kejadian apa yang terjadi di lift ini?" tanya Castin.
"Saya harap tuan Castin bisa bersikap profesional. Saya datang kemari sebagai perwakilan dari kerajaan Fearland, bukan gadis polos yang dulu anda manfaatkan!" tegas Cleona dengan nada suara judesnya.
"Kamu tetap Cleona Chaves, istriku."
"Mantan istri!" tegas Cleona.
"Sejak kamu meninggalkanku, aku bahkan tak peduli pada baby d," Castin kembali mengungkit masa lalu. Ia tahu Cleona sangat menyayangi putranya itu.
Cleona meneguk saliva bersusah payah, tak bisa dipungkiri bahwa ia sangat merindukan baby d. Seorang bayi menggemaskan yang sudah ia anggap seperti anak kandung sendiri.
Castin tersenyum, ia tahu titik lemah Cleona. "Bagaimana keadaannya sekarang? Asi siapa yang dia minum?" Cleona tampak sudah tak tahan. Untuk Castin ia bisa menyembunyikan kerinduan, tetapi tidak untuk baby d.
__ADS_1
"Baby d dibawa pergi oleh Harles, kata mamaku baby d tak lagi minum susu. Ia sudah mulai belajar makan bubur," ungkap Castin membuat Cleona reflek menoleh padanya.
"Aku baru tahu kau sekejam itu, Tuan Castin! Bagaimana mungkin kamu membiarkan putramu dibawa pergi! Apa kamu masih punya hati!" tentu Cleona murka. Ia rela mengorbankan nyawa mempertahankan baby d, sementara Castin menyerahkannya begitu saja.
"Tak hanya Harles, dia aman bersama papa dan mamaku," balas Castin membela diri.
"Iya, dia aman. Tapi, apa kamu tahu bagaimana kondisi mentalnya? Orang yang merawatnya terus berubah-ubah, aku tidak tahu harus berkata apa lagi!" bentak Cleona, Castin justru senang Cleona memarahinya.
"Hukum aku Cleona, aku salah," Castin menjatuhkan tubuhnya ke lantai.
"Tidak ada hukuman yang pantas untuk seorang ayah yang bahkan tidak becus mengurus putra kandungnya sendiri!"
"Baby d bukan putra kandungku."
Cleona membeliak dengan dahi yang berkerut, "Apa maksudmu, Castin?"
"Ya baby d bukan putra kandungku. Tapi, dia adalah....
.
.
.
Maaf baru bisa update lagi🙏🏻
Ini wujud Castin yang berantakan karena ditinggal Cleona👇
__ADS_1