
Hujan turun rintik-rintik saat akhirnya Nathan dan Bunga selesai belanja dan bersama keluar dari supermarket,
Tampak Bunga menatap rinai hujan yang turun,
Ia menghela nafas,
Sebetulnya langit tak seberapa gelap, namun entah kenapa turun hujan.
"Sepertinya ada bidadari yang turun untuk mandi."
Ujar Nathan, membuat Bunga menoleh ke arahnya lalu tergelak kecil,
Nathan menatap Bunga yang tampak tergelak, suaranya renyah dan wajahnya yang cantik terlihat semakin sedap dipandang karena tertawa.
Nathan lantas melihat beberapa kedai kecil tak jauh dari supermarket di mana mereka berbelanja,
Lalu...
"Suka bakso tidak dik?"
Tanya Nathan tiba-tiba, membuat Bunga terkesiap dan akhirnya gelak tawanya pun reda,
"Nunggu hujan reda, makan bakso dulu yuk,"
Ujar Nathan,
Tampak Bunga akan menolak, tapi Nathan lebih dulu meraih tangan Bunga dan menariknya menuju kedai bakso yang ada di sekitar supermarket tersebut,
"Kebetulan aku belum makan juga dari tadi siang,"
Kata Nathan pula begitu keduanya akhirnya sampai di dalam kedai, Bunga tampak membenahi bajunya yang sedikit basah terkena hujan,
"Pesan ya, mau yang apa?"
Tanya Nathan pula,
Bunga sejenak melihat tulisan menu yang ditempel di dinding, lalu ia pun memesan bakso urat, tampak Nathan di tempatnya tersenyum,
"Baguslah selera kita berarti sama,"
Kata Nathan yang lantas meninggalkan Bunga yang terbengong-bengong di tempatnya,
__ADS_1
Nathan berjalan menuju si penjual yang sibuk di depan gerobak,
"Pak, pesan bakso dua..."
Nathan menyebutkan pesanan untuk dua orang, setelah memesan, Nathan pun kembali ke tempat di mana Bunga dudah duduk,
"Tunggu sebentar, pesanan sedang disiapkan,"
Kata Nathan, seolah khawatir Bunga akan pergi begitu saja,
"Mas belum makan siang, memangnya di kantor tidak ada kantin?"
Tanya Bunga,
Nathan yang telah duduk di kursi seberang Bunga, yang di mana jarak mereka hanya dibatasi oleh satu meja itupun terlihat mengeluarkan satu bungkus rokok untuk kemudian ia nyalakan satu batangnya,
Tentu saja, ini adalah cara untuk beberapa laki-laki mengurangi kegugupannya di hadapan perempuan,
Ah...
Entahlah, Nathan nyatanya memang benar-benar dibuat bingung dengan perasaannya pada Bunga,
Kenapa Hati ini rasanya jadi tak menentu jika ada dirinya?
Nathan tampak menghisap batang rokok sambil melihat air hujan di luar sana yang tampak makin deras,
Hingga penjual bakso pun datang membawakan dua mangkuk bakso dan dua gelas es teh manis pesanan keduanya,
"Maturnuwun,"
Ucap Bunga santun pada si penjual, membuat Nathan memperhatikan dari tempatnya,
Tentu satu hal yang jarang Nathan temui selama ia tinggal di kota besar pastinya, mengucap terimakasih pada penjual kedai kecil yang membawakan pesanan,
Si penjual tersenyum, menatap Nathan dan Bunga seolah pasangan muda yang serasi,
Si penjual lantas permisi kembali ke tempatnya, kedai kecil yang dikelolanya sendirian tanpa pelayan terlihat sepi,
Entah berapa harga sewa kedai di depan supermarket begini, dan entah bisa atau tidak penghasilannya setiap bulan bisa menutup biaya sewa,
Nathan akan mengambil botol saus bersamaan dengan Bunga yang juga sama ingin mengambil saus,
__ADS_1
Tangan keduanya pun tanpa sengaja jadi saling bersentuhan, meski Bunga cepat sekali langsung menarik tangannya dan cepat mengganti mengambil kecap tanpa berani menatap wajah Nathan,
Ya...
Debar di dalam dada Bunga kini begitu kencang, tangannya bahkan terasa bergetar karena gugup luar biasa,
Ia tak pernah seperti ini sebelumnya, ia tak pernah merasa segugup ini sebelumnya,
Bahkan ia sama sekali tak pernah merasakannya ketika bersama Fandi calonnya,
Apa ini?
Bunga mencoba meredakannya, tapi sulit sekali rasanya,
Nathan yang duduk di depan Bunga pun sama.
Meski sebelumnya ia sempat menggandeng tangan Bunga, namun kali ini rasanya jauh lebih tak menentu,
Maka...
Keduanya pun tenggelam dalam pusaran perasaan mereka masing-masing,
Terdiam seraya memilih menikmati semangkuk bakso yang akhirnya rasanya entah apa karena pikiran dan hati mereka jadi kacau ke sana ke mari,
Bunga yang kemudian ingat Fandi, sementara Nathan juga mengingat Citra, isterinya,
Ada apa dengan hati ini?
Kenapa dengan hati ini?
Bagaimana mungkin hati ini tiba-tiba merasakan sesuatu pada orang lain sementara aku telah memiliki pasangan?
Apa ini?
Kenapa?
Keduanya sama-sama tenggelam dalam perang perasaan yang sama,
Tak tentu, tak menentu.
**-------------**
__ADS_1