Twinflame

Twinflame
32. Jelas Terlihat


__ADS_3

Nathan tampak membungkuk memberi salam kepada Eyang Putri terlebih dahulu sebelum akhirnya memutuskan masuk ke dalam kamar Bunga karena dipersilahkan masuk oleh eyang,


"Baru pulang Nak Nathan?"


Tanya Eyang,


Nathan mengangguk sambil berjalan menghampiri Eyang dan Bunga,


Di atas tempat tidur, Bunga yang semula duduk selonjor kini berusaha memperbaiki duduknya,


Ia terlihat gugup dan sedikit tak nyaman karena ada laki-laki masuk ke dalam kamarnya,


"Sejak siang turun hujan, tadi pulang pakai ojek atau naik taksi?"


Tanya Eyang pula,


Nathan yang kemudian telah sampai di dekat tempat tidur Bunga lebih dulu meletakan oleh-olehnya untuk Bunga di atas kursi kayu dekat tempat tidur, baru setelah itu dijawabnya pertanyaan Eyang Putri,


"Iya Eyang, hujan turun sejak siang, makanya saya akhirnya memutuskan mulai pakai mobil kantor sejak hari ini, karena sepertinya hujan akan sering turun,"


Kata Nathan,


"Oh ada mobil dari kantor juga?"


Tanya Eyang terlihat kagum,


Nathan mengangguk seraya tersenyum,


Pandangan mata Eyang putri ke arah Nathan jelas terlihat berubah langsung lebih berbinar dari biasanya,


"Ngg... dik Bunga sudah mendingan?"

__ADS_1


Tanya Nathan kemudian perhatian pada Bunga,


Tampak Eyang tersenyum seraya menepuk-nepuk lembut kedua kaki Bunga yang ditutupi selimut berwarna biru dan bergambar kura-kura.


"Sudah baikan sekali ini nak Nathan, semua jelas karena pertolongan pertama dari nak Nathan, kalau tidak, aduh entah apa yang terjadi pada cucu Eyang yang satu ini,"


Kata Eyang,


Bunga terlihat' tersenyum malu-malu, wajahnya tertunduk menghindari tatap mata Nathan yang meskipun lembut namun selalu bisa terasa menghujam ke dalam hati Bunga,


"Wah, tidak begitu Eyang, semua jelas karena Bik Siti dan juga Eyang yang sigap sekali memanggil dokter datang,"


Ujar Nathan berusaha untuk merendah,


"Dokter Imam itu masih keponakan Nak Nathan, seumuran dia sama Singgih dan mungkin juga dengan nak Nathan berarti,"


Kata Eyang,


"Iya Eyang, tadi sempat ngobrol katanya satu angkatan di sekolah dengan Mas Singgih,"


Tutur Eyang,


Nathan yang tentu saja sudah menyangka Bunga berada beberapa tingkat di bawahnya tampak mantuk-mantuk,


"Monggo Nak Nathan, barangkali mau mengobrol dengan Bunga, Eyang mau minum teh, atau mau menemani Eyang minum teh saja?"


Tanya Eyang seraya berdiri dari duduknya di tepi tempat tidur di samping Bunga duduk,


"Terimakasih Eyang, kebetulan saya baru pulang jadi ingin cepat mandi,"


Kata Nathan,

__ADS_1


"Begitu to? Sayang sekali, padahal hujan begini enak ini minum teh terus nanti Eyang minta Mbok Siti buat gorengan,"


Ujar Eyang Putri,


Nathan pun tersenyum mendengar kata-kata Eyang,


Memang dibayangkan juga rasanya pasti enak, tapi Nathan memang ingin mandi saja, karena rasanya sudah gerah sejak tadi di kantor,


"Cepat sembuh dik Bunga, cukup istirahat,"


Kata Nathan pada Bunga,


"Nah dengar itu Bunga, kamu ini kalau Eyang yang nasehati mana mau dengar, kemarin saja sudah langsung terima pesanan, sekarang belum apa-apa sudah sakit,"


Mendengar Eyang berkata begitu jelas Bunga langsung mengerucutkan bibirnya,


"Itu kan lain Eyang, nanti juga udah sehat lagi kalau mau ngerjain,"


Kata Bunga,


"Kalau belum sembuh banget jangan dipaksain dik,"


Kata Nathan lagi,


Jelas sekali ia perhatian pada Bunga, dari sikap, tatap mata dan cara bicaranya, Nathan menampakkan posisi Bunga tak biasa saja di matanya,


Bunga terlihat berusaha tersenyum sekilas pada Nathan, meski terlihat sekali ia canggung,


Nathan pun kemudian pamit pada Eyang untuk kembali ke kontrakannya, sedangkan Eyang tampak mengantar Nathan sampai teras.


Hujan kini berganti menjadi gerimis tipis, Nathan berjalan menuju mobil kantornya,

__ADS_1


Eyang memperhatikan sambil tersenyum penuh arti.


**--------------**


__ADS_2