Twinflame

Twinflame
35. Sebuah Pesan Singkat


__ADS_3

Nathan baru selesai mandi saat ia mendengar suara ketukan di pintu depan rumah kontrakannya,


Hari sudah mulai gelap karena waktu maghrib sudah lewat,


Nathan berjalan ke arah pintu dan terlihat Mbok Siti berdiri membawa dua piring, satu berisi nasi dan satu berisi lauk ayam dan tempe penyet beserta lalapnya.


"Duh Mbok, kenapa repot-repot terus, saya jadi tidak enak,"


Ujar Nathan,


Mbok Siti tampak tersenyum,


"Tidak apa-apa Mas Nathan, ini Eyang yang suruh, katanya kasihan Mas Nathan kan bujangan hidup sendirian, jadi apa-apa tidak ada yang ngurus, makanya kalau soal makan, Eyang minta Mbok antar ke rumah, soalnya Mas Nathan suka tidak mau ke rumah Eyang kan,"


Mendengar kata-kata Mbok Siti yang menyebut dirinya bujangan tentu saja membuat degup jantung Nathan seketika berdegup kencang,


Ia sama sekali tak menyangka, jika belum sempatnya ia menjelaskan soal statusnya membuat Eyang sudah menyimpulkan sendiri jika Nathan masih bujangan.


"Sudah Mas Nathan, silahkan barangkali mau istirahat, jangan lupa makan dulu, itu Eyang sendiri lho yang masak,"


Kata Mbok Siti,

__ADS_1


Nathan pun akhirnya memaksakan satu senyuman,


"Terimakasih Mbok, sampaikan pada Eyang, saya benar-benar berterimakasih karena Eyang begitu baik,"


Ujar Nathan,


Tampak Mbok Siti pun mengangguk,


Tak menunggu apa-apa lagi, Mbok Siti kemudian pamit untuk kembali ke rumah utama,


Nathan membawa makanannya masuk ke dalam rumah kontrakan dan kemudian meletakkannya di atas meja samping TV.


Karena kebetulan ia memang merasa lapar, maka Nathan pun ingin langsung menyantapnya untuk makan malam sebelum nanti ia akan lembur sebentar memeriksa beberapa email yang masuk, lalu pergi tidur.


Dan, tepat saat Nathan tengah menuang air panas ke dalam mug yang ada teh nya, tiba-tiba hp Nathan di saku celana bergetar seolah memberitahu jika ada pesan baru yang masuk,


Setelah menyelesaikan menuang air panas, dan mengaduk teh yang telah ia campur gula, Nathan baru tampak memasukkan tangannya ke dalam saku celananya untuk mengambil hp,


Sambil agak bersandar ke dapur, Nathan tampak melihat layar hp untuk memeriksa siapa yang mengiriminya pesan.


"Joni,"

__ADS_1


Nathan mengerutkan kening saat melihat nama Joni tertera di layar hp.


Ya, Joni adalah saudara sepupu Nathan, seingat Nathan jarang sekali mereka komunikasi selama ini, meskipun memang mereka juga tak pernah ada masalah juga,


Pertemuan mereka hanya saat ada acara di keluarga besar mereka saja, Joni mewakili keluarganya, dan Nathan juga biasanya mewakili keluarganya sendiri,


Joni terlihat mengiriminya tiga foto yang harus diunduh lebih dulu,


Karena seharian hujan cukup lama mengguyur, maka sinyal jadi kurang bagus dan proses mengunduh gambar atau foto jadi tersendat.


Menunggu proses pengunduhan, Nathan pun akhirnya memutuskan membawa mug berisi wedang teh nya agar bisa sambil menikmati makan malamnya nanti,


Namun...


Belum lagi langkahnya telah benar-benar keluar sepenuhnya dari dalam dapur, tiba-tiba satu foto yang dikirimkan Joni terunduh, dan kemudian terlihat foto yang membuat Nathan tanpa terasa mug di tangannya terlepas saking terkejutnya,


Mug berisi wedang teh yang merosot ke bawah membuat air teh di dalamnya pun tumpah dan nyaris mengenai kaki Nathan seandainya gerak refleknya kurang bagus,


Nathan menatap nanar layar hp nya,


[Bukankah ini isterimu, Than?]

__ADS_1


Tulis Joni, saudara Nathan pada pesan singkatnya.


**--------------**


__ADS_2