Twinflame

Twinflame
36. Bayangan Mantan


__ADS_3

Nathan menggenggam hp nya dengan perasaan bercampur aduk tak menentu, matanya memerah, begitupun pula wajahnya.


Dadanya yang sudah sekian kali dibuat sesak oleh sang isteri kini serasa nyaris meledak,


Ya...


Baiklah.


Ia mungkin memang bukan siapa-siapa di mata keluarga isterinya, tapi bukankah keputusan mereka menikah adalah keputusan yang dibuat bersama?


Citra...


Perempuan itu, tak Nathan sangka cintanya hanya sebatas kulit ari yang bahkan lebih tipis dari yang ia bayangkan.


Semudah dan secepat itu semuanya pudar seolah semua yang telah dilalui keduanya tak ada arti sama sekali begitu akhirnya mereka menghalalkan hubungan,


Nathan tampak dengan tangan gemetaran mencoba menelfon Citra, sekalipun rasanya lidahnya kini terasa kelu, tapi ia tetap merasa harus menelfon isterinya,


Nada tersambung pada nomor hp Citra terdengar sesaat setelah Nathan menghubungi nomor itu,


Lama tak ada respon hingga akhirnya panggilan Nathan menjadi panggilan tak terjawab,


Dada Nathan semakin sesak,


Mendapati kenyataan melihat foto Citra tengah duduk bersama mantan kekasihnya yang Nathan tahu persis pemilik sebuah cafe yang cukup ternama di Jakarta itu,


Kenapa?


Kenapa tidak diangkat?


Terlalu sayang melewatkan kebersamaan dengan mantan?


Kenapa tidak diangkat?


Terlalu hepi bicara dengan laki-laki yang setara kesuksesannya?


Nathan jadi tenggelam dalam prasangkanya yang semakin liar,

__ADS_1


Kesal bercampur-campur, tampak Nathan melempar hp nya ke atas kasur, ia berjalan menuju dapur, menuang air dingin yang ia ambil dari kulkas lalu meminumnya hingga habis,


Tak hanya itu, ia sengaja mengguyur kepalanya yang rasanya juga panas sekali di wastafel dapur,


Mengguyur dengan air dari keran agar emosinya bisa sedikit reda,


Sekitar lima menit, Nathan lantas menghentikan nyala air keran di wastafel, ia sejenak berdiri diam saja di sana, membiarkan tetesan-tetesan air dari rambut kepalanya turun,


Nathan menghela nafas, mencoba lebih menenangkan diri meskipun ia tahu tak mungkin sepenuhnya berhasil,


Isterinya kini tengah di suatu tempat bersama laki-laki lain, bagaimana bisa ia tenang?


Nathan lantas kembali berjalan ke arah kasurnya, diraihnya hp nya lagi, yang di mana kini ada pesan singkat dari Citra, isterinya.


Aku mau tidur.


DEG!


Nathan jelas saja langsung naik lagi,


Nathan pun langsung menelfon Citra, namun hp sang isteri kini telah tidak aktif.


Nathan yang sudah kadung emosi tinggi akhirnya menelfon Joni,


"Hey,"


Jawab Joni saat akhirnya Nathan menghubungi dirinya,


"Kau di mana sekarang?"


Tanya Nathan tanpa basa-basi terlalu panjang,


"Aku di jalan, mau pulang, kenapa?"


Joni balik bertanya,


"Citra, foto yang kau kirimkan, itu baru saja bukan?"

__ADS_1


Nathan langsung ke inti,


"Oh, ya aku melihatnya tadi, aku hanya merasa itu mirip Citra, tapi aku panggil dia tak merespon, mungkin bukan dia, hanya mirip."


Kata Joni kemudian,


Nathan menghela nafas,


Jelas itu Citra, Nathan tentu tak mungkin salah mengenali isterinya,


Mungkin Joni bisa saja menyangka sosok itu hanya mirip Citra, tapi tentu tidak dengan Nathan.


Bagi Nathan, saat dalam ruangan gelap pun, ia pasti bisa membedakan yang mana isterinya.


"Apa dia masih ada di sana ketika kau pulang?"


Tanya Nathan kemudian,


"Maksudmu, perempuan mirip Citra itu?"


Joni memastikan.


"Ya, apa dia masih di sana Jon?"


Nathan mengulang karena tak sabar ingin mendengar jawaban Joni,


"Tidak, tadi tak lama aku duduk, ia pulang bersama teman perempuannya, sepertinya tak asing juga, tapi aku tak terlalu pandai mengingat orang,"


Kata Joni,


Mendengar Citra sudah pulang, hati Nathan sedikit lega, apalagi isterinya itu juga pulang bersama teman perempuannya.


Ah' tapi... untuk apa dia mampir ke cafe mantannya dan terlihat begitu dekat mengobrol seperti di foto yang Joni kirimkan?


Batin Nathan masih menyimpan rasa kesal.


**---------------**

__ADS_1


__ADS_2