
Tampak Mbok Siti menghampiri Bunga dengan tergopoh-gopoh dari arah rumah kontrakan Nathan,
Bunga yang jelas merasa aneh melihat Mbok Siti dari sana tampak mengerutkan kening,
Namun Mbok Siti yang dipandangi malah senyumnya terkembang kepada Nona mudanya, meskipun jika dilihat dengan seksama, senyuman itu lebih mirip dengan senyuman penuh rasa bersalah,
Bunga menatap Mbok Siti yang menghampirinya masih sambil senyum-senyum penuh arti,
"Mana Pak Darso, Mbok?"
Tanya Bunga sambil menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi tak tampak suami Mbok Siti di sana,
"Itu dia Mbak,"
Mbok Siti menarik tangan Bunga pelahan agar turun dari teras rumah,
Sementara itu, dari rumah kontrakannya, Nathan terlihat keluar dan langsung melihat ke arah Bunga,
Keduanya yang sempat saling bertukar pandang tanpa sengaja langsung terlihat tersenyum satu sama lain, sebelum tentu saja Bunga memilih menunduk lalu mengalihkan pandangan matanya ke arah lain,
"Pak Darso belum pulang ada urusan Mbak, tapi paling nanti satu atau dua jam lagi sih pulang,"
Mbok Siti tampak berbisik-bisik,
"Oh, Pak Darso sedang pergi Mbok? Kalau begitu Bunga pesan ojek saja,"
Ujar Bunga, yang langsung tidak diijinkan oleh Mbok Siti,
"Mbak Bunga ini, jangan begitu to, saya sudah bilang ke Mas Nathan kalau Mbak Bunga mau nebeng,"
Mendengar kalimat Mbok Siti itu, tentu saja Bunga langsung membulatkan matanya,
__ADS_1
"Lah Mbok, nebeng apa? Mbok tuh ngaco aja sih ngomongnya,"
Bunga protes berat,
Sementara itu Nathan yang telah turun dari teras rumah kontrakannya berjalan ke arah Bunga dan Mbok Siti,
"Ayo sekalian saya ke kantor dik,"
Kata Nathan, yang tentu saja sudah mengiyakan apa yang disampaikan Mbok Siti padanya,
Bunga jadi serba salah melihat Nathan yang begitu baik namun malah jadi terkesan dikerjai Mbok Siti,
Tampak Mbok Siti cengar-cengir ketika Bunga meliriknya dengan kesal sebelum akhirnya bicara pada Nathan,
"Apa Mas Nathan nanti tidak terganggu jadwal bekerjanya? Takutnya nanti terlambat, saya tidak enak,"
Ujar Bunga,
"Oh, begitu ya,"
Bunga tersenyum,
"Ayok, nanti malah keburu siang,"
Nathan lantas berbalik lagi dan berjalan ke arah mobilnya,
Bunga mencubit lengan Mbok Siti dengan gemas,
"Mbok nih, awas kalo lagi-lagi,"
Kata Bunga, membuat Mbok Siti nyengir kepada Bunga,
__ADS_1
Gadis itu kemudian berjalan menyusul Nathan ke arah mobil,
Nathan membukakan pintu yang sebelah kiri mobil di bagian depan untuk Bunga, yang membuat Bunga jadi merasa sedikit canggung meskipun hati kecilnya tentu saja tak bisa bohong, jika ada rasa senang menyusup di dalam hatinya tatkala Nathan memperlakukannya dengan begitu manis,
"Sudah?"
Tanya Nathan begitu Bunga telah duduk di dalam mobil,
Bunga mengangguk kecil, laki-laki muda berparas tampan itupun tersenyum,
Senyuman yang sepertinya sulit bagi kaum hawa manapun untuk tidak mengakui jika itu sangat menarik perhatian.
Nathan menutup pintu mobil, lalu berjalan sedikit memutar untuk masuk ke dalam mobil di bagian kursi kemudi,
Saat akan masuk mobil, Nathan menyempatkan diri menoleh ke arah Mbok Siti untuk pamit,
"Hati-hati Mas, titip Non Bunga,"
Kata Mbok Siti masih sembari senyam-senyum,
Nathan mengangguk, setelah itu ia masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Bunga, di balik kemudi.
Bunga terlihat sedang sibuk dengan hp nya ketika Nathan masuk dan kemudian menyalakan mesin mobil,
"Jalan sekarang ya?"
Tanya Nathan dengan suara halus,
Tampak Bunga pun hanya mengangguk kecil untuk mengiyakan.
**------------**
__ADS_1