Twinflame

Twinflame
27. Butuh Istirahat


__ADS_3

"Tidak apa-apa kok Eyang, ini dik Bunga hanya butuh istirahat lebih saja, mungkin di kampus sedang banyak tugas jadi sepertinya juga lumayan stres,"


Kata dokter Imam yang masih keluarga dekat Eyang sesaat setelah memeriksa Bunga,


"Tadi tubuhnya sempat demam tinggi, untungnya ada Nak Nathan yang langsung membantu mengompres, malah dia juga yang angkat Bunga dari ruang belakang ke kamar,"


Tutur Eyang,


Dokter Imam terlihat mantuk-mantuk,


"Enggih Eyang, untunglah tadi langsung dikompres, jadi demam dik Bunga bisa cepat turun,"


Ujar dokter Imam pula,


Keduanya berjalan keluar kamar Bunga dan langsung menuju pintu utama,


"Duduk dulu Nak Imam,"


Kata Eyang,


"Maturnuwun Eyang, ini mau langsung menuju Rumah Sakit, jadwal jaga,"


Ujar dokter Imam,


"Aduh, mbok duduk -duduk dulu sini sama Eyang, ngobrol,"


Dokter Imam terkekeh,


"Nanti gampang Eyang, kapan-kapan kalau ada waktu saya ke sini ajak isteri dan anak-anak soan,"


"Oh iya, harus itu, biar kenal dekat, namanya keluarga harus dikenal-kenalkan,"


Dokter Imam tersenyum sembari mengangguk, lalu dokter muda itupun berpamitan,


"Saya pamit dulu nggih Eyang, pokoknya itu dik Bunga yang penting istirahat dulu saja, suruh hindari terlalu stres,"


Kata dokter Imam berpesan,


Eyang pun mengangguk,

__ADS_1


Bersamaan dengan itu, dari rumah kontrakan depan, tampak Nathan keluar dengan penampilan yang telah rapi,


Nathan terlihat tersenyum seraya sedikit membungkuk memberikan salam pada Eyang,


"Nak Nathan mau berangkat?"


Tanya Eyang pada Nathan yang kemudian terlihat berjalan ke arah Eyang untuk mengajak salaman,


"Iya Eyang, ini lagi nunggu jemputan, katanya masih jalan dari pasar tadi antar Ibu mertuanya dulu,"


Tutur Nathan yang bersalaman dengan Eyang dan juga bersalaman pula dengan dokter Imam,


"Oh, daerah mana Mas Nathan kerjanya?"


Tanya dokter Imam,


Nathan pun menyebutkan kantor di mana dia bekerja,


"Wah itu sih dekat dengan Rumah Sakit saya, sekalian saja Mas Nathan berangkat sama saya, daripada nanti kesiangan,"


Kata dokter Imam pula,


Eyang begitu bersemangat,


"Tidak apa saya naik ojek saja, nanti malah merepotkan,"


Ujar Nathan tak enak, tapi dokter Imam terlihat cepat menggeleng,


"Sama sekali tidak merepotkan, kita searah kok, tidak masalah,"


Eyang mantuk-mantuk setuju mendukung dokter Imam memaksa Nathan agar ikut berangkat sama-sama sekalian,


Karena dipaksa terus, akhirnya Nathan pun memutuskan mengikuti ajakan sang dokter,


Tampak dokter Imam segera menuju mobilnya, sementara Nathan pamit lagi pada Eyang,


"Saya berangkat kerja dulu Eyang,"


Kata Nathan,

__ADS_1


Eyang mengangguk,


"Hati-hati Nak,"


Kata Eyang,


Nathan mengangguk, lalu bergegas menuju mobil dokter Imam, di mana yang dokter telah menunggu di balik kemudi,


Mbok Siti dari arah dalam tampak muncul membawa satu nampan yang di atasnya ada dua cangkir teh dan satu piring goreng pisang,


"Lho, Pak dokternya pergi ta Eyang?"


Tanya Mbok Siti celingak-celinguk melihat mobil dokter Imam telah bergerak meninggalkan halaman rumah Eyang,


Tampak Eyang yang semula sibuk memperhatikan mobil dokter Imam pergi kini menoleh ke arah Mbok Siti,


"Nak Imam ada tugas jaga di Rumah Sakit pagi ini,"


Ujar Eyang,


"Oh pantas saja seperti buru-buru sekali,"


Lirih mbok Siti,


Eyang lantas berjalan masuk lagi ke dalam rumah, begitupun Mbok Siti,


"Tadi Nak Nathan sarapan apa tidak itu? Kasihan pagi-pagi susah direpoti,"


Kata Eyang,


Mbok Siti yang mendengar kata-kata Eyang malah tertawa kecil,


"Kenapa kamu malah tertawa Mbok?"


Tanya Eyang heran sambil terpaksa menoleh ke arah Mbok Siti,


"Tidak Eyang, tidak apa-apa, hanya saja kok saya jadi berharap Mbak Bunga berjodoh dengan Mas Nathan,"


Mbok Siti terkekeh,

__ADS_1


**-------------**


__ADS_2