
Nathan memasuki rumah kontrakannya sambil melepas kancing bajunya,
Bergegas ia tampak berjalan menuju kamar mandi, tas kerja yang ia bawa diletakkannya begitu saja di atas rak dekat meja TV,
Nathan menarik handuk yang ia gantung di dekat kamar mandi, dan langsung masuk ke kamar mandi agar seluruh tubuhnya bisa ia basuh setelah basah kuyup oleh hujan,
Sekitar lima belas menit, Nathan kemudian tampak keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk,
Tampak ia berjalan menuju lemari pakaian untuk memilih kaos dan juga celana pendek guna ia kenakan di dalam rumah,
Hingga, saat ia sedang memilih kaos untuk ganti, tanpa sengaja matanya melihat satu kaos lengan pendek warna abu-abu yang dulu ia beli bersama sang isteri di Bali pada awal pernikahan,
Nathan sejenak terdiam, hatinya tiba-tiba saja menjadi tidak karuan, mengingat masa sebelum menikah dengan Citra, sampai akhirnya ia mendapati kabar Citra mulai dekat-dekat lagi dengan mantannya, membuat Nathan sungguh seolah diombang-ambingkan gelombang yang sangat besar,
Pernikahan, kenapa sekarang baru ia sadari jika pernikahan ternyata begitu rumit. Batin Nathan sambil mengalihkan pandangan matanya dari kaos yang mengingatkannya pada satu kenangan,
Laki-laki muda berparas tampan itu lantas memilih kaos lain yang berwarna biru langit, dan celana pendek hitam,
__ADS_1
Nathan segera memakai kaos dan celana pilihannya itu, lalu berjalan ke arah rak untuk mengambil tas kerjanya yang tadi ia letakkan di sana,
Hari sudah menjelang maghrib, pikir Nathan ia ingin selesaikan pekerjaannya sekarang saja karena seharian tadi sempat tertunda akibat pikirannya tidak bisa fokus memikirkan Bunga,
Ah gadis itu, nyatanya Nathan tak bisa mengeluarkan Bunga dari otaknya, meski sebetulnya ia kini tahu Bunga sudah ada yang punya, dan lagi...
Nathan berjalan gontai menuju kursi yang ada di depan meja TV, ia duduk di sana sambil meletakkan tas kerjanya di meja depan ia duduk,
Ada yang punya?
Bukankah dirinya juga sama?
Nathan pun seketika seolah merasa berdiri di depan cermin besar,
Laki-laki muda itu lantas pelahan membuka tas kerjanya, di keluarkannya kemudian laptop miliknya dari sana,
Nathan menghela nafas, dadanya terasa begitu penuh karena perasaannya saat ini jadi semakin campur aduk tak jelas,
__ADS_1
Apalagi ketika ia sadari bahwa laptop miliknya yang merupakan laptop hadiah dari sang isteri begitu dinyalakan terlihat foto mereka ketika pra wedding,
Nathan menghela nafas melihat foto-fotonya bersama Citra yang masih begitu bahagia,
Masa-masa yang sekarang seperti tak bisa lagi ada di antara mereka, dan entah apakah bisa kembali lagi,
Dan, seketika Nathan pun jadi teringat apa yang dikatakan Eyang tentang sebuah pernikahan,
Sesuatu yang tak boleh dijadikan ajang coba-coba karena bukan sebuah permainan,
Nathan sejenak kembali menghela nafas, ia terdiam membisu untuk beberapa saat, membiarkan diri tenggelam dalam perenungan,
Sampai kemudian, saat akhirnya Nathan baru akan memulai pekerjaannya, saat ia baru akan membuka satu file, tiba-tiba saja terdengar ketukan di pintu kontrakannya yang disertai sebuah suara memanggil nama Nathan,
Suara yang lembut namun mampu langsung menggetarkan dada Nathan seketika,
Yang entah kenapa pula membuat Nathan panik dengan laptopnya hingga ia dengan terburu-buru langsung menutup laptop dan barulah berjalan ke arah pintu .
__ADS_1
...****************...