
Nathan baru saja kembali ke ruangan yang mana Bunga kini duduk di kursi sambil menatapnya,
Suara hp milik Nathan yang memberitahu ada panggilan masuk membuat Nathan seketika tampak gugup,
Nathan pun bergegas berjalan ke arah meja kursi yang kini Bunga juga ada di sana,
Dan saat melihat tulisan Hany di layar, seketika saja jantung Nathan seolah akan lepas dan melompat keluar,
"Kenapa tidak diangkat?"
Tanya Bunga pada Nathan yang kini malah diam menatap hp nya di atas meja,
Nathan menoleh ke arah Bunga, ditatapnya gadis yang kini entah kenapa membuat dunianya terasa teralihkan,
"Pacar?"
Tanya Bunga lirih, suaranya terdengar sedikit bergetar, membuat Nathan semakin sulit untuk jujur karena rasa takut Bunga akan menjauhinya,
Ah bagaimana ini?
Ada apa sebetulnya denganku?
Nathan tampak begitu gelisah,
Hp Nathan lantas berhenti berdering, membuat suasana menjadi sepi,
Bunga tertunduk, dadanya tiba-tiba saja terasa sesak dan entah kenapa ia ingin menangis karena Nathan tak juga menyanggah jika yang menelfonnya barusan adalah pacarnya,
Bunga pun akhirnya berdiri dari duduknya, dengan gugup ia terlihat langsung menghindari tatapan mata Nathan,
"Mau... Ke mana Nga?"
Tanya Nathan langsung panik begitu melihat Bunga berdiri seolah akan pergi,
__ADS_1
"Pulang, takut dicari Eyang,"
Sahut Bunga,
"Bukankah tadi akan menemani ku makan sebentar?"
Tanya Nathan seperti mengingatkan,
Bunga menghela nafas, ia menggelengkan kepalanya,
Tidak, bagaimana bisa aku tetap berada di sini sementara kamu sudah ada pacar Mas? Kamu ingin aku yang mulai berharap padamu akan sakit hati karena kecewa? Batin Bunga tanpa berani mengatakannya,
"Mas makan saja, besok piring dan lain-lain seperti biasa akan diambil Mbok Siti,"
Kata Bunga yang lantas berbalik dan bersiap berjalan menuju pintu,
Namun...
Tiba-tiba saja Nathan berjalan menyusulnya, lalu memeluk Bunga dari belakang,
Kata Nathan dengan suara lirih dan berat,
Hati kecilnya tahu ia sedang dalam kondisi yang seharusnya, dan ada bagian dari sisi hati kecilnya itupun menjerit atas apa yang baru saja ia katakan pada Bunga,
Apalagi saat kemudian,
"Tetaplah di sini, aku nyaman setiap kali kamu ada, Nga."
Bisik Nathan,
Sementara itu, Bunga yang tiba-tiba saja dipeluk Nathan dari belakang tentu merasakan detak jantungnya seketika langsung berdetak sangat cepat,
Bahkan sampai beberapa detik kedua tangan Nathan memeluknya dari belakang, dan ia juga bisa merasakan hembusan nafas Nathan yang hangat di sisi kanan tengkuknya, Bunga masih tak tahu harus bagaimana bereaksi selain diam dan membiarkan,
__ADS_1
"Aku menyayangimu Nga,"
Kata Nathan lagi,
Kalimat yang harusnya tak pernah diucapkan laki-laki yang telah beristri kepada perempuan lain,
Bunga dadanya bergetar, seiring dengan itu di luar sana, terdengar suara gemuruh di langit yang menandakan hujan akan segera turun,
"Ngg... Mas, aku... aku..."
Bunga begitu gugup,
Nathan membuat Bunga kemudian berbalik berdiri ke arahnya, membuat keduanya kini berhadapan,
Kedua mata mereka saling bertemu, yang terlihat dengan jelas keduanya sama-sama sudah tertarik satu sama lain,
"Aku menyayangimu, sungguh,"
"Tapi..."
Bunga terlihat ragu, ia ingin mengatakan jika ia sudah ada calon suami, tapi entah kenapa rasanya sulit mengatakannya,
Ia takut Nathan sakit hati, ia takut kalimat itu akan membuat Nathan kecewa lalu akhirnya menjauh,
Tapi...
Mau tak mau Bunga harus tetap mengatakannya, Bunga tidak ingin menjadi perempuan yang dianggap tidak jujur dengan statusnya, lalu...
"Aku... aku sudah ada Mas Fa..."
Belum lagi Bunga meneruskan, tiba-tiba saja Nathan mencium bibirnya,
Jangan katakan, jangan ucapkan nama laki-laki lain lagi di depanku, aku bisa gila. Batin Nathan yang telah menggila lebih dulu.
__ADS_1
...****************...