
Pagi telah menjelang, matahari pagi ini bersinar keemasan dengan sinarnya yang hangat,
Kota di mana Nathan kini berada telah tampak menggeliat, termasuk juga di wilayah tempat Nathan tinggal saat ini,
Di luar sana, suami Mbok Siti yang merupakan juga supir merangkap juga pengurus rumah Eyang sudah terdengar memanaskan mobil jadul Eyang putri di halaman depan,
Nathan tampak sibuk memakai pakaian kerjanya sambil mematut diri di depan cermin,
Hp miliknya di atas tempat tidur kini sudah mulai berdering lagi, ini entah sudah berapa puluh kali sejak malam tadi,
Ya, Citra, isterinya di Jakarta, terus mencoba menghubunginya namun Nathan sudah malas merespon,
Sejak ia melihat foto Citra di cafe sang mantan, pun juga tampak bersamanya, Nathan rasanya habis sudah semua cintanya pada Citra,
Mungkin, jika hanya soal Citra sama sekali tak mau mengalah dengan kepentingannya,
Jika Citra selama ini lebih mementingkan karirnya sendiri dibandingkan karir suaminya,
Mungkin, itu bagi Nathan akan masih bisa ia maklumi,
Tapi, pengkhianatan, apalagi itu adalah dengan orang dari masa lalu, tentu bagi Nathan apa yang Citra telah lakukan merupakan penghinaan untuk harga diri Nathan sebagai orang di masa sekarang Citra,
Ya, berkhianat dengan mantan, orang yang seharusnya telah di eliminasi tentu adalah pengkhianatan yang jauh lebih menghinakan,
Sementara itu, di rumah Eyang putri, Bunga juga tampak sedang bersiap untuk pergi ke kampus,
__ADS_1
Bunga terlihat tengah menyisir rambutnya yang tergerai panjang membingkai wajahnya cantik khas perempuan Nusantara yang lembut,
Tok tok tok...
Terdengar suara ketukan kecil di depan pintu kamar Bunga, memaksa Bunga menghentikan kegiatannya sejenak, lalu sekilas Bunga menoleh ke arah pintu kamarnya,
Bersamaan dengan itu, pintu kamar Bunga terbuka pelahan, yang kemudian tampak sosok Eyangnya masuk dengan langkahnya yang pelan,
"Hari ini ke kampus?"
Tanya Eyang,
Bunga tampak mengangguk,
"Iya Eyang, hari ini Bunga ada satu mata pelajaran yang harus diikuti, selain itu ada beberapa bahan untuk menggarap pesanan besok yang harus Bunga beli,"
Eyang putri mantuk-mantuk,
"Berangkat diantar mobil saja, jangan pakai kendaraan umum, kalau tidak mau ya mending ikut numpang mobil Nak Nathan,"
Kata Eyang putri sambil kemudian duduk di sisi tempat tidur Bunga yang sepreinya telah rapih,
Bunga memang tidak pernah membiarkan kamarnya berantakan sejak masih kecil, ia anak yang sangat rapih dan suka kebersihan, itu sebabnya kamar Bunga tidak pernah berantakan sama sekali,
"Tidak enak Eyang jika harus numpang terus,"
__ADS_1
Kata Bunga tanpa berani menatap Eyang putrinya, Bunga lebih memilih kembali sibuk menyisir rambut panjangnya, setelah itu memakai bedak ala kadarnya,
Bunga nyatanya juga tak terlalu suka memakai make up, ia memakainya hanya untuk supaya tidak terlihat pucat saja,
"Nak Nathan, dia laki-laki yang baik, apa kamu tidak tertarik sama sekali dengannya Nga?"
Tiba-tiba Eyang bertanya hal yang membuat Bunga rasanya jantungnya nyaris melompat keluar,
Bagaimana tidak? Eyang menanyakan soal perasaan Bunga pada Nathan yang jelas-jelas semalaman saja ia sudah dibuat tak bisa tidur hingga lebih dari jam satu malam,
"Dibandingkan tunanganmu, andai kamu bisa berjodoh dengan nak Nathan, rasanya Eyang jauh lebih rela,"
Kata Eyang pula, yang langsung...
Deg!
Terasa jantung Bunga yang seketika nyaris berhenti saat mendengar kalimat Eyang yang begitu terang-terangan tanpa basa-basi sama sekali,
"Mumpung belum menikah, Eyang harap kamu memutuskan yang terbaik Nga, jangan salah pilih calon suami, menikah tidaklah sama seperti pacaran, dalam pernikahan semuanya harus kamu pertimbangkan, termasuk bagaimana karakter keluarganya juga, karena mau tidak mau, kamu harus terus berinteraksi dengan mereka."
Kata Eyang putri menasehati, yang membuat seluruh ingatan Bunga akan sikap calon mertuanya kepada dirinya selama ini seperti kembali terekam dengan jelas,
Bunga menghela nafas, berat,
"Eyang hanya berharap dengan kamu tidak salah memilih suami, nantinya kamu bisa benar-benar bahagia Bunga, Eyang sungguh tak akan bisa kamu bohongi Nga, Eyang tahu begitu kamu selama ini hanya pura-pura bahagia, maka mulailah dari awal lagi, mumpung Eyang masih hidup, jangan korbankan dirimu untuk orang lain jika kamu sama sekali tak bisa bahagia dengan itu."
__ADS_1
...****************...