Valentine Kelabu

Valentine Kelabu
A Rh+


__ADS_3

Ayah Franky berjalan ke ranjang rumah sakit tempat istrinya berbaring , dengan lembut, beliau mengelus tangan dan membelai lembut kepala istrinya dan berkata " Jika aku berkata jujur , apa kau akan baik-baik saja? atau akan histeris dan pingsan atau mau memukulku?" tanya nya sambil bercanda dan tersenyum memandang istri tercintanya


" Jangan bercanda sayang , jelaskan...aku tidak apa-apa dan berusaha menerima informasi apapun" kata Ibunda Franky meyakinkan suaminya


" Baiklah,,, aku harap kamu menepati janji mu," katanya dengan menatap mesra ke istrinya ,dan menjelaskan dari awal sampai dokter memberikan informasi tentang janin yang dikandung putri nya tidak dapat diselamatkan


Setelah mendengar semua informasi dan kabar tentang putrinya , hatinya sangat miris , terluka ,tak terasa butiran air mata jatuh . melewati pipinya dengan cepat dan deras ,


Ayah Franky yang melihat kesedihan istrinya, langsung memeluk dan menghapus air mata istrinya dan berkata


"Kita berdoa yang terbaik buat Fransisca, oke?" ,istrinya menangis terisak sambil menganggukan kepala


Tak lama , terdengar suara pintu diketuk , Franky yang berada tak jauh dari pintu, kemudian membuka pintu , tampaklah 3 orang berpakaian putih , dia adalah dokter Sardi dengan 2 suster berdiri dibelakangnya


" Bagaimana keadaan Ibu LIANA? " tanya dokter Sardi berjalan ke arah ranjang pasien lalu mengecek tekanan darah LIANA


" Seperti yang dokter liat , saya sangat sehat" kata LIANA sambil tersenyum dan menghapus bekas airmatanya


"Baiklah... kondisi ibu sudah stabil , saya kesini sekalian ingin memberi tahu kondisi nona Fransisca , sekarang di bank darah , dengan tipe darah yang di miliki nona Fransisca yaitu A Rh+ udah kosong , kami masih membutuhkan stock darah untuk nona Fransisca secepatnya" Dokter Sardi memberi penjelasan dengan mantap sambil menatap satu persatu keluarga pasien yang ada disini


" Diantara kami , tidak ada yg Rh+ , aku AB , papa AB , mama A tapi Rh- , Freddy juga AB, Kami akan mencari pendonor darahnya, dokter" kata Franky

__ADS_1


" Baiklah... hubungi saya jika sudah ada , saya permisi" pamit dokter Sardi kemudian meninggal kan ruangan tersebut


Franky menelepon Hansen untuk mencari informasi , tentang palang merah yang bisa dihubungi agar bisa mendapatkan darah untuk adiknya


" Hansen...aku butuh darah A Rh+ , bisa tolong Carikan sekarang?" pinta Franky


" Tapi ini sudah malam , pegawai PMI juga sudah tutup , hhhmmmm (sambil berpikir sesuatu) Tuan..saya tau dan kenal dengan seseorang yang memiliki darah A Rh+ , ,jika bole saya akan menjemputnya dan membawa kerumah sakit!" jelas Hansen


"Benarkah? siapa?" tanya Franky penasaran


" CHERRY" Jawab Hansen dengan mantap


" Cherry gadis yang baik dan sangat peduli kepada sesama , saya rasa dia bersedia , apa bole saya memintanya?" tanya Hansen


" Hemm , silahkan , saya tunggu.." jawab Franky dengan mantap dan mengakhiri obrolan


"*As*al kau jangan memintanya untuk menjadi istri mu , tidak akan aku ijinkan" Kata Franky dalam hati


Sekitar 1jam menunggu, akhirnya Hansen membawa Cherry ke ruangan VVIP untuk bertemu dengan Franky, namun sayangnya Franky kedatangan tamu.


"Tuan dan nyonya besar , tuan Freddy" sapa Hansen sambil menunduk hormat kepada orang tua majikannya dan juga Freddy

__ADS_1


Cherry juga mengikuti nya


"Tuan , Nyonya ,ini nona Cherry , gadis ini yang akan mendonorkan darah untuk nona Fransisca"


" Oo begitu rupanya , mari ikut saya keruangan dokter" kata Ayah Franky lalu mereka bertiga keluar. dari ruangan menuju ruangan dokter Sardi


Franky yang tengah berdiri di lorong-lorong rumah sakit ketika berbicara dengan seorang wanita, tiba tiba percakapannya terhenti ketika melihat ayahnya dan Hansen juga Cherry berjalan melewati beberapa ruangan , dan masuk keruangan dokter Sardi


" Maaf Gisel , aku tidak bisa terlalu lama berbincang denganmu , aku harus mengurus yang lain" pamit Franky kepada Gisel


" Franky , mengapa kamu tidak bisa menerima cintaku? ijinkan aku untuk menjadi wanita mu..." lirih Gisel


Franky hanya tersenyum kecut dan berkata " Sudah ada seseorang yang telah menetap dihatiku dan tidak bisa digantikan, maaf..." tolak Franky dengan halus kemudian menghormat dan meninggalkan Gisel sendirian disana


Franky ingin menjumpai Cherry , namun dia tidak ingin membuatnya tidak enak , oleh sebab itu dia langsung menuju ruangan VVIP menemani ibunya


HAI HAI. HAI


SETELAH SELESAI MEMBACA JANGAN LUPA TAP LOVE LIKE JADIKAN FAVORIT YA....


TERIMAKASIH ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2