Valentine Kelabu

Valentine Kelabu
THE BEST BROTHER


__ADS_3

Di kamar bawah tanah , Jeannie mengerjapkan mata , sebuah ruangan kamar yang sempit berukuran 4x4 meter , bercat putih dengan lubang ventilasi kecil ,hanya terdapat kursi yang sedang dia duduki ,


" Dimana ini?" katanya sambil mengingat-ingat terakhir kali sebelum dia pingsan


Saat kesadarannya kembali , dia teringat sedang menunggu Lena ditaman bermain


Saat ingin menggerakkan tangannya, tangan dan kakinya terikat ke belakang kursi yang dia duduki


Tap


Tap


Tap


Terdengar suara sepatu seseorang yang langkahnya Semakin mendekat


"KREEEK"


Suara pintu terbuka , Jeannie terkejut bukan main melihat seseorang yang masuk


" KAK LENA? tolong aku kak.." Jeannie sedikit berteriak sambil menggoyangkan kakinya yang terikat


" Halo anak kurang ajar ,apa kamu suka dengan ruangan disini?menolongmu? hahahaha.... " Lena tertawa mengejek


" Kak , apa salahku?"


" PRAAAK"


Lena menampar pipi sebelah kiri Jeannie dengan sangat keras , hingga suara tamparan menggelegar diruangan tersebut


Lena membungkuk badannya, supaya sejajar dengan Jeannie dan mencengkram dagu Jeannie dan berkata


"Mengapa kamu menyerahkan data yang aku titipkan padamu kepada orang lain?" tanya Lena dengan emosi , rahangnya mengeras saat berkata


"Aaa..aakuu..." belum selesai Jeannie berbicara, Lena melepaskan cengkeramannya lalu


" PRAAAK"


Lena menampar lagi pipi Jeannie sebelah kanan dan menjambak rambut Jeannie


" Kamu tahu , aku tidak akan memaafkan seorang pengkhianat, apapun itu alasannya, dan aku tahu alasan mu memberikan dataku pada Gisel, karena Gisel mencintai Franky dan kamu ingin membantunya mendapatkan Franky, bukan begitu???" kata Lena dengan emosi


Lena melepaskan cengkraman rambut Jeannie dengan kasar lalu mundur dua langkah dan mengambil nafas panjang lalu menghembuskan kasar lalu melipat tangan didepan dadanya lalu berkata


"Nanti malam kamu akan aku kirim ke negara D , untuk ku jual hahahahahaha" katanya kemudian pergi meninggalkan Jeannie sendiri diruangan tersebut


" TIIIIIDDDDAAAAKKKKK" Teriak jeannie sambil menangis,


"Ayah , Ibu , kak Freddy, tolong aku...hikz...hikz...hikz...."


" KAK FREDDY , AKU MOHON TOLONG AKU!!!"


HU..HU..HU..HIKZ..HIKZ...HIKZ


✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️


" HAAAATTTTTZZZHHHIIIIIIII"


" HAAAATTTTTZZZHHHIIIIIIII"


" HAAAATTTTTZZZHHHIIIIIIII"


Hidung Freddy gatal dan bersin


" Haizzz.....siapa yang merindukanku? iiisttt..." keluhnya sambil mengetik keyboard di laptopnya diruang kerjanya


Freddy sedang mencari informasi tentang Jimmi dan Tommy LIU


Beberapa informasi yang didapat , Tommy dan Jimmi bekerja sama dalam bidang narkoba


Tommy menjual senjata ilegal, Selama ini Tommy selalu berusaha memasukan mata-mata di perusahaan RICHZ, namun hal itu selalu gagal karena Leo, Franky dan Freddy selalu berhasil melacak mata-mata tersebut


Walau Freddy selalu berada diluar negeri, dia selalu membantu Ayahnya memantau perusahaan


" Hmmm,,,jadi selama ini biang keroknya adalah Tommy " ucap Freddy


Freddy mengambil ponselnya dan menghubungi Marco


" Marco , selidikilah lebih lanjut semua bisnis Tommy LIU, selain narkoba dan bisnis senjata ilegal ,aku ingin informasi tentang semua kejahatannya ,aku tidak ingin ada yang terlewatkan, aku juga ingin kamu menangkapnya dengan bukti-bukti yang ada" pinta Freddy


" Baik.." jawab Marco

__ADS_1


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Senja sudah nampak , sepasang kekasih sudah bersiap siap untuk mengunjungi rumah utama


Didalam mobil, alunan musik mellow membuat sepasang kekasih tak henti mengikuti lirik syair indah dari lagu tersebut


Bernyanyi bersama membuat suasana romantis didalam mobil sangat terasa , dengan bernyanyi sambil tersenyum menghiasi perjalanan mereka


"WO AI NI IK WAN NIEN "


Begitu lah lirik lagu terakhir dari lagu tersebut


Franky terus menggenggam tangan Cherry sambil menyetir "Cherry..wo ai ni ik wan nien" ucapnya dengan menggedipkan mata


" Kakak , perhatikan jalan" Cherry memperingati Franky dengan mata lebar


"Hehehehehe..iya " Franky tertawa dengan tetap memperhatikan jalan


Cherry melihat diluar jendela mobil , karena lampu lalu lintas berwarna merah, Franky menghentikan laju mobilnya ,


Cherry memperhatikan sepasang suami istri dan tiga anaknya sedang berjalan bergandengan tangan menyebrang dijalan trotoar...


Teringat akan masa kecilnya dulu bersama keluarganya yang juga bergandeng tangan ketika hendak menyebrang jalan


Cherry menundukkan kepalanya, merindukan Keluarganya membuat dia meneteskan air mata , takut jika Franky memperhatikannya Cherry langsung memalingkan wajahnya menghadap ke jendela


Franky yang sedang menunggu lampu berwarna hijau , dengan tangan yang tetap menggenggam tangan Cherry memalingkan wajah memandang Cherry yang melihat kearah jendela , dari bayangan jendela mobil , Franky melihat ada air mata yang jatuh ke pipi Cherry


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Franky heran dengan mengelus rambut Cherry


" Tak apa , jalan kak , sudah warna hijau" kata Cherry mengalihkan perhatian


Franky melajukan mobilnya


" kamu kenapa menangis,sayang? apa kamu kurang enak badan?" tanya Franky dengan perhatian dengan tangan satunya menggenggam tangan Cherry


" Tidak apa-apa,aku hanya merindukan orang tua dan saudara ku" jawab Cherry jujur


" Bagaimana kalau besok kita ke bandara untuk mengunjungi abu mereka?" tawar Franky


" Apakah boleh begitu?"


" Kita naik motor saja ya,,kak"


"Hehehehe...iya ratuku.hahha"


Tak lama mereka sudah sampai di rumah utama


" Tuan muda...tuan besar ,nyonya besar dan tuan muda Freddy sedang diruang kerja , mereka sedang menunggu anda" kata bibi Wang


" Terimakasih bibi Wang" jawab Franky


Mereka berjalan masuk ke ruang kerja Freddy


TOK


TOK


TOK


" Masuklah" ucap Freddy


" Ada apa ini?kenapa semua berkumpul disini?" tanya Franky heran


"Duduklah.... ini.. dengarlah..." kata Freddy sambil memasingkan headset kepada Franky


Franky menggenggam tangan Cherry dan membawanya duduk bersama disofa lalu Franky memakaikan sebelah headset,dan sebelah lagi dipasangkan ke telinga Cherry.


Franky dan Cherry mendengar penjelasan tuan XIE yang tadi direkam oleh Freddy saat mengunjungi perusahan XIEMEN tadi pagi bersama Marco


Sementara menunggu Franky dan Cherry selesai mendengarkan rekaman itu,


Ayah Franky berpikir keras , sedangkan Ibu Franky hanya bisa terdiam sedangkan Freddy hanya memperhatikan tingkah orang tuanya dan juga tingkah Franky dan Cherry


Franky nampak emosi dan menggepalkan tangannya saat mendengar Tommy berencana untuk menculik Cherry


TOK


TOK


TOK

__ADS_1


Freddy berdiri lalu membuka pintu , bibi Wang membawakan 2 gelas teh


" Biar aku saja yang membawanya,bi.. Terima kasih" ucap Freddy mengambil alih nampan berisi 2 gelas teh dari tangan bibi Wang kemudian menutup pintunya


Freddy meletakkan teh dimeja dekat sofa


Mereka semua duduk disofa yang melingkar dengan meja ditengahnya


Setelah selesai mendengarkan, Franky memandang Cherry dan mengelus rambut Cherry


" Jangan khawatir, aku akan melindungi mu"


Cherry tersenyum dan mengganggukkan kepalanya


" Bagaimana dengan anak kandungnya?" tanya Ibu Franky


" Kami sedang menyelidiki" kata Freddy


" Bagaimana jika kita membahasnya bersama tuan ZHANG, karena ini merupakan masalah keluarga mereka?" kata Franky


" Ayah , kapan kita akan memberitahukan kepada tuan ZHANG?" tanya Freddy


" Jika memberitahunya secara tiba-tiba mungkin akan membuat dia jantungan, tapi jika Lena tertangkap lalu memberitahukan jati dirinya dan semua kejahatannya itu akan membuat suami istri itu pingsan dan terkena stroke , Bagaimana menurut kalian?" kata Qyah Franky


" Aku memilih opsi pertama, memberitahu mereka duluan..." kata Franky


" Iya , aku juga setuju" kata Freddy


" Ibu juga setuju.." kata ibu Franky


" Apa kamu setuju,sayang?" tanya Franky lembut dengan tangan berada di belakang kepala Cherry


" Iya , aku setuju" jawab Cherry dengan tersenyum


"Ayah , ajaklah tuan ZHANG dan istri nya kesini, katakanlah kita mengundangnya makan malam , pesankan pada mereka hanya mereka berdua" pinta Freddy


" Baiklah" Ayah Franky lalu mengambil ponselnya dan menghubungi sahabatnya


" Halo..."


"Halo , Tuan Zhang , istri ku sedang membuat menu baru , dan istriku berniat mengundang anda dan istri anda untuk mencicipi jamuan makan malam romantis,dan hanya kalian yang boleh datang,tanpa membawa buah hati anda ..hahaha"


" Hahaha..aku merasa tersanjung tuan ONG ,untuk bisa mencicipi menu masakan terbaru dari nyonya ONG, kami akan kesana hanya berdua , satu jam lagi kami akan sampai , Terima kasih tuan ONG atas undangan makan malam yang spesial ini"


" Baiklah, kami menunggu kedatangan anda berdua , tuan..."


Mereka mengakhiri percakapan


" Baiklah ,aku akan ke dapur dulu untuk menyiapkan makan malam " kata ibu Franky


" Buk , boleh saya membantu?" tanya Cherry


" Dengan senang hati,sayang..Ayuk..." ajak Ibu Franky sambil mengulurkan tangannya


" Aku membantu ibu sebentar ya?" kata Cherry pada Franky


" Iya ,sayang..awas ,jangan sampai terluka lagi " kata Franky lalu mencium kening Cherry


Cherry pun tersipu malu lalu berdiri dan berjalan menyambut tangan Ibu Franky lalu membuka pintu dan meninggalkan para lelaki diruang kerjanya


" Hanya kedapur , bukan bertempur , tidak akan terluka" ejek Freddy


" Kamu tidak tahu , saat tadi memasak makan siang di apartemen, tangan Cherry terkena pisau" kata Franky


" Hanya luka kecil ,bukan?"


" Kau akan mengerti,jika kau bertemu dengan orang yang benar-benar kau cintai" balas Franky mengejek Freddy


" Sayangnya orang yang aku cintai , mencintai dirimu,kak...aku terlambat" ucap Freddy dalam hati


" Baiklah...apa yang akan kita lakukan untuk menghadapi Morgan dan Gary? " tanya Freddy mengalihkan pembicaraan


"Kita harus mencari informasi lebih dahulu tentang rencana mereka" jawab Franky


" Aku sudah menyiapkan mata-mata , besok dia akan bergerak" kata Freddy


Franky tersenyum lalu berdiri dan melangkah lalu duduk disamping Freddy


" You are my the best brother , walau terkadang menyebalkan, hahahahahahaa" lalu menepuk pundak Freddy


"Untuk kebahagiaan keluarga ku , akan aku lakukan , apapun itu" kata Freddy tersenyum lalu membalas menepuk pundak Franky

__ADS_1


__ADS_2