
Dikantor polisi , Freddy langsung menemui pimpinan polisi diruangannya
" Pak Freddy , ada yang bisa saya bantu, apa ada kasus besar sehingga anda yang turun tangan sendiri menanganinya?" kata pimpinan polisi tersebut langsung berdiri dari kursinya ketika melihat ketua mafia yang berkuasa hampir di seluruh dunia , datang ke ruangannya
" Hal ini menyangkut keselamatan calon ipar saya ,Pak...jadi saya yang harus turun tangan sendiri menanganinya, dan saya ingin kasus ini berakhir dengan hukuman yang setimpal , tidak boleh ada yang memberikan keringanan hukuman walau pun itu pengajuan dari pengacaranya sekalipun!" pinta Freddy sambil duduk dihadapan pimpinan polisi tersebut
Jika dihadapan Franky dan Cherry saat menangkap David dan Gary , Freddy nampak menghormati pimpinan tersebut, karena didepan umum , Freddy memberi muka untuk pimpinan polisi tersebut
Namun jika hanya berdua , pimpinan tersebutlah yang sangat menghormati dan segan kepada Freddy
Walau Freddy seorang mafia namun Freddy tetap menaati hukum dan sering membantu pihak polisi dan agen rahasia serta para intel memecahkan kasus
" Baik pak Freddy,kami akan segera menangani kasus ini" kata pimpinan tersebut lalu duduk kembali
" Baik..kalau begitu...aku serahkan kasus ini padamu...ini adalah bukti rekaman CCTV di tempat kejadian perkara, dan satu lagi , aku tidak ingin mendengar kabar buruk!" ucap Freddy lalu berdiri dan memutar badannya meninggalkan ruangan pimpinan polisi tersebut
Pimpinan polisi tersebut lalu menyuruh anak buahnya untuk menuntaskan kasus Rita
⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐
Gisel yang sudah dibebaskan , kini harus dihadapkan pada masalah baru , karena pertukaran pembebasannya antara menikah dengan morgan atau meninggalkan negara ini dan juga tentang perusahaan ayahnya yaitu perusahaan XIEMEN
" Gisel , ini sudah beberapa hari kebebasanmu , dan kamu belum memberikan keputusan mu pada Papa, Papa harus memberikan jawaban kepada Freddy" kata Ayah Gisel dengan suara yang berat
" Papa, aku tidak ingin menikah dengan Morgan , dan tidak akan meninggalkan negara ini , aku juga tidak ingin papa bangkrut , aku hanya ingin menikah dengan Franky " kata Gisel dengan sedih
" Itu tidak akan mungkin , Gisel.....kamu tahu,, kalau kamu mengganggu hubungan mereka , kita semua akan menderita , huuufffttt..begini saja , demi keselamatan dan ketenangan kita semua , lebih baik kita pindah ke negara lain" kata Papa Gisel
" Tta...tapii Pa... "
" Tidak ada kata TAPI, kita semua harus pindah" lalu papa Gisel menelepon Freddy
" Tuan Freddy, kami sudah memutuskan untuk pindah dari negara ini" kata Papa Gisel
" ANDA YAKIN?" Tanya Freddy
" Iya tuan..." jawab Papa Gisel pasti
" Baik, jika itu keputusan anda, maka aku akan membeli perusahaan anda , besok pagi kita bertemu diperusahaan XIEMEN ,datanglah bersama pengacara anda!" kata Freddy
" Baik tuan" kata Tuan XIE seraya mengakhiri panggilan
" Papa harap kamu jangan berbuat hal yang merusak reputasi Papa" kata Tuan XIE berdiri lalu pergi meninggalkan Gisel sendiri kemudian mengeluarkan ponselnya untuk berbicara dengan pengacaranya
" Tidak akan aku biarkan, aku harus menelepon Franky supaya dia bisa membantuku" kata Gisel lalu dia mengambil ponselnya dan menelepon Franky
💖💖💖💖💞💞💞💖💖💖💖
"DDDRRRRTTTTTZZZZ"
"887xxxxxxxxxx memanggil......"
Franky yang sedang tiduran di pangkuan Cherry disofa kamar Cherry ,melirik ponselnya ,
Tertera nomor asing dilayar ponselnya ,lalu Franky reject panggilan tersebut
Nomor Gisel sudah dihapus oleh Franky
" Kenapa tidak diangkat?" tanya Cherry heran sambil mengelus rambut Franky
__ADS_1
" Aku tidak pernah mengangkat nomor yang tidak ku ketahui" kata Franky sambil memejamkan matanya
" Jika itu dari rekan bisnis kakak dan penting, bagaimana?" tanya Cherry
" Rekan Bisnisku selalu aku simpan nomornya dan jika mereka mengganti nomor baru , mereka akan menghubungi Billy,atau memberikan pesan terlebih dahulu"
" DDDRRRRTTTTTZZZZ"
" 887xxxxxxxxxx" memanggil....
Franky lalu menonaktifkan ponselnya
" Aman..!!orang yang mengenalku tidak akan menggangguku ,jika aku mereject nomornya , nomor ini sudah mengganggu waktuku bersama mu , jadi aku matikan saja ponselku,. artinya aku tidak ingin di ganggu" katanya dengan menatap dan mengelus lembut wajah Cherry
" Ya. Tuan..hehehe" Cherry terkekeh
Franky dan Cherry menghabiskan waktu di apartemen, karena kelelahan akibat latihan tadi..
💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢
" Kenapa tidak diangkat?" tanya Gisel dengan kesal lalu mencoba menelepon lagi
" Hah , dimatikan? AAARRRGGHHHH" Gisel berteriak kesal
🕛🕛🕛🕛🕛🕛🕛🕛🕛🕛🕛
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam , Franky masih tiduran dipangkuan Cherry
"Sayang...dua hari lagi pergantian tahun, kita rayakan dan nginap dirumah utama ya" kata Franky
" Iya kak, pasti Ayah dan Ibu senang" ucap Cherry
" Apa tidak boleh?" tanya Cherry dengan wajah sedih
Franky mengarahkan wajah Cherry agar bisa bertatapan langsung dengannya
" Siapa yang mengatakan tidak boleh , kamu harus membiasakannya memanggil Ayah dan Ibu mulai sekarang!" pinta Franky dengan sebelah tangannya mengelus rambut Cherry
Cherry tersenyum malu dan memainkan anak rambut Franky
" Sudah malam , kakak tidak makan malam?" tanya Cherry
" Aku masih kenyang, apa kamu mau makan?" Franky bertanya balik
" Aku juga masih kenyang, bagaimana kalau kita buat jus saja kak, kan masih banyak buah di kulkas" ajak Cherry
Memikirkan Cherry yang memiliki tekanan darah rendah , maka Franky menyetujui ide Cherry
" Aku bantu ya , tapi cium dulu.." goda Franky
" Kakak ,modus..." kesal Cherry
" HAHAHAHA..tidak, cium sini" kata Franky dengan menunjuk pipinya sebelah kiri
" CUP"
Cherry mencium pipi Franky sebelah kiri
" Ini lagi " katanya lagi menunjuk pipi sebelah kanan
__ADS_1
" CUP"
Tanpa banyak bertanya dan berkata, Cherry langsung mengecupnya
" Sudah.ayo bangun" kata Cherry meminta Franky bangun agar dia bisa berdiri
" Sangat berat!" kata Franky dengan mata terpejam
" HAH, Kenapa? kakak sakit kepala?" tanya Cherry khawatir dengan memegang dan mengurut kecil kening Franky
Franky memegang tangan Cherry lembut lalu bangkit dan duduk disebelah Cherry lalu berkata
" CINTA KU PADAMU SANGAT BERAT DAN DALAM SAYANG, MELEBIHI LAUTAN DAN SAMUDRA " Franky selalu mengucapkan hal romantis untuk Cherry lalu mencium tangan , kening dan terakhir mencium bibir Cherry yang sudah tidak bisa berkata apa-apa lagi
Cukup lama Franky mencium Cherry , hingga merasa Cherry sudah kehabisan nafas, barulah Franky menghentikan ciumannya
" Wajahmu memerah,sungguh manis" goda Franky dengan menyelipkan anak rambut dibelakang telinga Cherry
" Sudah..jangan menggodaku lagi , ayo kita buat jus" kata Cherry sengaja menghindar rayuan Franky
" HAHAHAHA..ayo" Franky tertawa melihat tingkah lucu Cherry dan bangkit dari duduknya bersama Cherry
Mereka berjalan bergandengan tangan keluar dari kamarnya menuju dapur
Cherry mengambil buah naga dari kulkas dan mengupasnya sedangkan Franky mengambil blender dari lemari gantung karena Franky cukup tinggi untuk mengambil alat blender dan menaruhnya di sisi samping dekat colokan listrik,agar lebih mudah ketika digunakan
Saat cherry selesai mengupas buah , dan hendak mencuci di kran air, kepala Cherry hampir saja terbentur di pintu lemari yang belum ditutup , untung saja Franky sigap menahan kepala Cherry kemudian menutup pintu lemari tersebut
" Aaah...hampir saja, Terima kasih sayang" kata Cherry tersenyum dengan melihat pintu lemari
" Maaf , aku belum sempat menutup pintu lemarinya" kata Franky dengan mengelus kepala Cherry
" Tidak apa , lagian kakak sudah melindungi kepalaku, hehehe" kata Cherry dengan tersenyum sambil mencuci buah naga
"Sini aku yang blender" kata Franky dengan mengambil buah yang sudah dicuci oleh Cherry lalu mengecup pipi Cherry sekilas
" Aku siapkan gelas" kata Cherry
" 1gelas yang besar saja, segelas berdua" kata Franky dengan tersenyum sambil memasukkan buah tersebut ke blender dan menekan ON
Blender Tersebut pun bekerja menggiling buahnya sampai halus
Cherry hanya tersenyum lalu mencari gelas yang lebih besar lalu membilasnya dan menaruh gelas tersebut dihadapan Franky
" Oke.." ucap Franky ketika selesai menuangkan jus tersebut kedalam gelas yang cukup besar
" Wuah...pas sekali" kata Cherry senang karena jus nya sesuai dengan takaran gelasnya
" Biar aku yang bawa, kita minum sambil nonton TV ya" kata Franky membawa gelas dengan tangan sebelah kiri dan tangan kanan menggandeng Cherry
Cherry hanya menggangguk dan tersenyum sambil mengikuti Franky
Saat tiba diruang keluarga, Franky meletakkan jus tersebut dimeja dan mengambil remote TV menghidupkannya
Franky dan Cherry duduk disofa
Franky duduk merangkul Cherry dengan Sebelah tangan , dan sebelahnya lagi mengambil gelas tersebut lalu menyuapi Cherry
Cherry meminumnya dan menyodorkan untuk Franky,
__ADS_1
Mereka berdua menikmati waktu berdua malam ini bersama tanpa gangguan , dan menikmati jus segelas berdua dengan penuh canda, tawa serta saling menggoda dan merayu dan saling bercerita