Valentine Kelabu

Valentine Kelabu
DUNIANYA AKAN BERAKHIR


__ADS_3

Keluarga ONG dan Cherry telah menyelesaikan makan siangnya


Mereka masih duduk di meja makan saat tuan ZHANG menelepon Freddy


" Nyonya dan Tuan ZHANG titip salam buat Cherry" kata Freddy dengan menatap Cherry saat Freddy menutup ponselnya


" Terimakasih kak" kata Cherry dengan tersenyum lalu menundukkan kepalanya


Franky yang melihat tatapan Freddy kepada Cherry, sedikit tidak nyaman


Franky melirik ke arah Cherry yang sedang menunduk


" Sayang , sudah kenyang?" tanya Franky dengan mengambil tisu dimeja lalu mengusap bekas makanan yang ada dibibir Cherry


Cherry yang diperlakukan begitu lembut oleh Franky begitu malu dan tersenyum manis pada Franky


" Terimakasih kak" kata Cherry


" Kenapa begitu sungkan?" goda Franky dengan sebelah tangannya melingkar dipundak cyherry


" Cherry...dimakan buahnya" kata Ibu Franky menyodorkan buah untuk Cherry


Franky mengambil piring berisi buah lalu menyuapi Cherry


Orang tua Franky hanya tersenyum melihat sepasang sejoli itu


" Aku dengar Morgan sedang mengintai rumah mu , Cherry" tanya Freddy


" Iya " jawab Franky langsung tanpa menunggu Cherry menjawab


" Apa rencana kakak?" tanya Freddy


"Mereka akan bertindak setelah Miranda kembali, jadi sekarang aku hanya menunggu, menurut mu?" Franky bertanya balik kepada Freddy


" Aku sedang mencari informasi tentang Morgan dan Tommy , informasi yang aku dapat , Tommy sudah di blacklist di negara T " jelas Freddy


" Apa ayah perlu turun tangan?" tanya Syah Franky


" Jika diperlukan, aku akan meminta bantuan Ayah" ucap Freddy dengan tersenyum


" Baiklah..kalian teruskan lah..Ayah dan Ibu akan pergi sebentar ,kalian lanjutkan lah" kata Ibu Franky lalu berdiri dan berjalan ke arah Cherry di susul Ayah Franky lalu Ibu Franky merentangkan kedua tangannya untuk memeluk Cherry


Melihat LIANA menghampirinya, Cherry berdiri dan membalas pelukan LIANA


" Jaga dirimu baik-baik sayang" ucap LIANA pada Cherry


" Iya Bu " mereka melepaskan pelukannya lalu orang tua Franky berjalan keluar menuju pintu rumah


" Kapan kamu akan belajar bela diri dari aku lagi, Cherry?" tanya Freddy yang masih duduk dikursi meja makan dengan santai


Franky dan Cherry saling berpandangan , Cherry memasang wajah puppy eyes untuk menggoda Franky agar diijinkan , Franky yang sangat peka tentu saja mengerti hal itu


" Ya sudah ,aku tunggu " kata Franky


" Bibi Wang , tolong siapkan jubah berlatih untuk Cherry , dan handuk setelah selesai dia akan mandi dikamarku" pintanya kepada bibi Wang sambil menggoda Franky


"Tidak... Cherry mandi dikamarku!" Franky berkata dengan mata tajam ke arah Freddy


" Hahahaha" Freddy tertawa lepas sambil berdiri dan berjalan masuk ke kamarnya untuk berganti pakaian , begitu juga Cherry dan Franky berjalan masuk kekamar Franky untuk berganti pakaian


Setelah menerima baju dari bibi Wang , Cherry langsung masuk ke kamar mandi dan berganti pakaian , Franky menunggu di sofa dalam kamar


Tak sampai 5menit., Cherry keluar dengan pakaian latihannya


" Apa kamu tidak capek?" tanya Franky sambil mengikat rambut Cherry tinggi agar lebih leluasa berlatih


" Tidak...jangan khawatir kak" kata Cherry dengan tersenyum manis


" CUP"


Franky mengecup kening Cherry sekilas


" Yang semangat ya latihannya, karena untuk melindungi dirimu sendiri" kata Franky memberi semangat pada Cherry


" Iya kak..ayo..." ucap Cherry dengan mengandeng lengan Franky dan melangkah keluar kamar


Dihalaman utama , Freddy sudah mempersiapkan alat sambil menunggu Cherry selesai mengganti pakaian


" Siap?" tanya Freddy

__ADS_1


" Ya kak..." jawab Cherry


Latihan pun di mulai , Freddy melanjutkan teknik yang sudah dipelajari Cherry waktu itu..


Setelah pemanasan , Freddy mengajari Cherry memukul , menendang dan menghindari lawan


Disaat Cherry sedang latihan dengan Freddy , Franky mempersiapkan senjatanya dan peralatan untuk latihan menembak , Franky juga berlatih


2,5 jam berlatih bersama Freddy rasanya berlalu dengan cepat bagi Cherry


Cherry menguasai semua yang Freddy ajarkan


Freddy juga meminta Cherry untuk melawannya


Chherry merasa sungkan , tapi Freddy berkata jika dalam hal bela diri,tidak ada istilah kawan , semua adalah lawan yang harus dikalahkan


" Kamu sangat cepat belajar, Cherry." puji Freddy saat selesai melatih Cherry dan duduk di bangku panjang yang ada disana dengan menyandarkan punggungnya


" Karena kak Freddy adalah guruku..hehehe" Cherry berkata dengan tertawa lepas dengan masih berdiri dan ngos-ngosan karena terlalu semangat berlatih


Butiran keringat sudah membasahi wajah Cherry


Franky yang melihat Cherry sedang tertawa lepas bersama Freddy, melangkah mendekati mereka


Franky mengambil handuk kecil dan botol air kemasan yang terletak dibangku halaman , lalu menyeka keringat Cherry


" Apa sudah selesai? sepertinya kamu bahagia sekali sayang?" kata Franky melirik Freddy dengan cemburu


" Cherry memang akan selalu bahagia bersamaku" kata Freddy sengaja memperkeruh suasana


" Begitu kah?" tanya Franky sambil menyodorkan air minuman untuk Cherry setelah selesai menyeka keringatnya


" Kakak jangan cemburu ,kak Freddy seperti kakak aku " ucap Cherry


" Ya.. sudah...ayo kita belajar menembak sekarang" ajak Franky


" Terimakasih kak Freddy" ucap Cherry dengan tersenyum manis kepada Freddy dan berlalu pergi bersama Franky untuk latihan menembak


" Sama-sama Cherry , semoga apa yang ku ajarkan berguna untuk mu" ucap Freddy yang masih duduk dibangku panjang sambil merentangkan tangan dan meluruskan kakinya yang panjang


Tak lama setelah melihat Franky dan Cherry serius latihan menembak, Freddy pun masuk ke kamarnya untuk membersihkan diri dan istirahat


Franky dan Cherry memilih pistol yang akan mereka gunakan untuk latihan


Banyak peluru yang meleset tapi tidak membuat Cherry putus asa


Hingga lebih dari sepuluh kali Cherry mencoba , dan berlatih dan mengikuti instruksi dari Franky hingga akhirnya Cherry berhasil menembak tepat sasaran sebanyak 3kali


" Kena kak" kata Cherry senang dan tertawa


Franky yang melihat tawa lepas Cherry sungguh membuat Franky terhipnotis dan membuatnya ikut tertawa juga


" Sayang, kamu harus tertawa bahagia seperti ini setiap hari ya...." kata Franky dengan merangkul lalu memeluk Cherry sambil tersenyum


" Kakak...aku selalu bahagia jika bersama kakak , ada aku dihati kakak adalah kebahagiaan terbesar ku" kata Cherry dengan menapuk kedua pipi Franky lalu mengecupnya sekilas


Hal tersebut membuat Franky membuncah bahagia


Franky memeluk dan menggendong Cherry berputar putar dengan tertawa bahagia


" Sayang...aku tadi mendengar pembicaraan mu dengan David, apa yang kau katakan tadi adalah isi hati mu yang sebenarnya?" tanya Franky saat berhenti mengendong Cherry berputar putar


" Pembicaraan yang mana ?" tanya Cherry yang berdiri berhadapan dengan Franky


" Hmm...apa benar kamu akan selalu mencintai ku walau pun aku tidak memiliki harta dan tahta , dan kebahagiaan mu adalah diriku?" tanya Franky dengan penasaran lalu kedua tangannya memegang kedua tangan Cherry


" Mau tahu atau mau tahu banget? hehehe...."'goda Cherry sambil tertawa kecil


" Kamu mau mempermainkan aku?" tanya Franky kesal , lalu melepaskan genggaman tangannya dan membalikkan badannya membelakangi Cherry lalu menyusun semua peralatan latihan menembaknya


Cherry yang sadar kalau Franky sedang kesal menghampiri Franky


"Kakak..." panggil Cherry dengan menarik baju Franky tapi Franky tidak menghiraukannya


Setelah menyusun peralatan nya , Franky masuk kedalam rumah dan terus berjalan ke kamarnya lalu masuk ke kamar mandi


Cherry yang diperlakukan begitu hanya diam dan mengikuti Franky berjalan kekamar mandi


"Kakak..maaf" kata Cherry tapi Franky tetap diam dan menutup pintu kamar mandinya dengan agak keras membuat Cherry terkejut

__ADS_1


Cherry hanya diam dan mengambil baju dan tas nya keluar dari kamar Franky


"Bibi Wang , bolehkah aku mandi dikamar bibi?" tanya Cherry ketika berpapasan dengan Bibi Wang


" Boleh Nona , sini Bibi tunjukkan kamar Bibi" jawab Bibi Wang dengan ramah


Bibi Wang mengantar Cherry kekamarnya dan menunjukkan kamar mandinya dan menyerahkan handuk untuk Cherry


" Aku pinjam kamar mandinya Sebentar ya, Bi...oo ya , kalau kak Franky bertanya tentang aku , Bibi bilang saja tidak tahu..." pinta Cherry


" Hah... kenapa begitu?" tanya Bibi Wang terkejut dan binggung


" Tak apa Bi , aku mau mengerjai dia karena dia mengacuhkan ku tadi" jawab Cherry


" Oo..hehehehe oo ya ,ini handuknya" kata Bibi Wang dengan tersenyum


" Terima kasih Bi" ucap Cherry dengan tersenyum


Bibi Wang lalu meninggalkan Cherry sendiri dikamar , dan bibi Wang keluar dari kamarnya menuju dapur


Franky yang baru selesai mandi dan berganti pakaian heran tidak melihat Cherry


Pakaian yang ditinggal Cherry karena berganti pakaian latihan juga tas selempang Cherry tidak ada ditempatnya


" Kemana dia?" tanya Franky dalam hati


Franky membuka pintu kamar lalu berjalan dengan cepat ke arah dapur dan berpapasan dengan Bibi Wang


" Apakah Bibi ada melihat Cherry?" tanya Franky panik


" Bukankah tadi Nona Cherry bersama anda?" tanya Bibi membalikkan pertanyaan


" Iya , tapi setelah aku siap mandi ,dia tidak ada dikamar" jawab Franky


" Bibi tidak tau Tuan muda" kata Bibi wang dengan menunduk


" Oo..baiklah..Bibi silahkan lanjutkan pekerjaan" kata Franky lalu membalikkan badannya berjalan ke arah halaman tempat latihan tadi dan mencari sekeliling namun nihil


Franky berjalan ke taman juga kolam renang juga tidak ada Cherry disana


Franky kemudian mancari ditempat gym nya juga tidak ada


Akhirnya Franky masuk keruang kerja Ayahnya dan melihat CCTV rumahnya


Saat melihat rekaman CCTV tersebut, Franky terkejut lalu memanggil Bibi Wang


". Bibi kenapa membohongi ku?" tanya Franky dengan emosi sambil menunjuk kan rekaman CCTV kepada bibi Wang


Bibi Wang terkejut dan ketakutan


" Nona Cherry yang meminta Bibi agar tidak memberi tahu Tuan muda karena Tuan muda mengacuhkan Nona Cherry jadi Nona hanya ingin balas dendam"


" Bawa Cherry ke kamar ku , sekarang" pinta Franky lalu berdiri dan berjalan kekamarnya


Franky sudah berada dikamarnya , dan berdiri dengan tangan dimasukkan kedalam saku celana dan menghadap jendela , ritme nafasnya naik turun karena menahan emosi karena mengkhawatirkan Cherry


" TOK TOK TOK"


Pintu kamar diketuk


Karena tak ada sahutan dari dalam , Cherry membukanya sendiri


Cherry melihat sosok Franky membelakangi dan menghadap ke jendela


"Kakak" panggil Cherry lembut


" Masih mau membalas dendam padaku?" tanya Franky dengan emosi tanpa melihat Cherry dengan posisi yang sama


" Maaf" kata Cherry singkat sambil menunduk


" Apa sulit bagimu menjawab pertanyaan ku , Cherry?" tanya Franky


"Tidak..tapi aku hanya bercanda kak" kata Cherry


"TAPI PERASAAN AKU , BUKAN DIGUNAKAN SEBAGAI BAHAN UNTUK BERCANDA" Kata Franky dengan keras


Tanpa sadar , Cherry mengeluarkan air mata dan sedikit terisak , namun Franky tidak memperhatikannya


" Jika kamu sulit untuk berterus terang, aku tidak akan memaksa , dan apa yang kamu katakan pada David jika itu hanya untuk mengelabui David , maka aku sangat mengerti , aku tidak akan memaksamu lagi...carilah kebahagian mu , Cherry!"kata Franky tetap dengan memandang ke arah jendela tanpa mau melihat Cherry

__ADS_1


" Kakak masih marah? aku minta maaf...apa yang aku katakan pada David adalah isi hatiku yang paling dalam...jika kakak tidak mempercayai ku , dan menganggap aku tidak serius maka aku akan pergi dari hidup kakak selamanya " kata Cherry dengan airmata menetes di pipinya


Mendengar kata PERGI, tentu membuat Franky sadar , jika Cherry pergi, maka DUNIANYA AKAN BERAKHIR


__ADS_2