
Saat helikopter tiba dibandara negara K , langit masih gelap , semua orang sudah turun dari helikopter lalu mereka semua berjalan ke pintu keluar dan sedang berdiri menunggu bus untuk mengantar mereka pulang ,
udara yang dingin membuat Jeannie menggigil dan memeluk tubuhnya sendiri
Neo yang melihat Jeannie kedinginan lalu melepaskan jaketnya dan memakaikan untuk Jeannie
" Pakailah agar tubuhmu hangat" kata Neo lalu beranjak pergi dan bergabung dengan team nya
Tak lama , 3 mobil bus jemputan datang dan mengantar mereka
1mobil bus khusus agen rahasia dari team Marco, 1 mobil bus khusus Intel dan 1mobil bus khusus anggota KING DRAGON
" Terimakasih kawan atas kerjasama kalian semua , semoga kedepan kita bisa bekerjasama lagi" ucap Marco kepada Neo dan semua anggota KING DRAGON
Team Marco dan KING DRAGON saling bersalaman dan berpelukan, lalu team Neo dan anggota KING DRAGON serta team Intel juga saling berpelukan dan bersalaman , lalu anggota team KING DRAGON satu persatu masuk ke bus lalu saat bus melewati mereka, mereka saling melambaikan tangannya kepada team lain
Team Marco dan team Intel juga melakukan hal yang sama , masing-masing naik ke bus yang tersedia
Marco bersama dengan Jeannie , Marco membawa mobilnya sendiri
" Karena kamu seorang wanita, aku tidak akan membawamu langsung pulang, tetapi aku akan membawamu ke kantor polisi" kata Marco
" Hah.. kenapa?" tanya Jeannie heran
" Karena kamu sudah menghilang 1harian..jika kamu pulang sekarang, dengan posisi aku mengantarmu , aku yang akan disalahkan, karena aku yang menolongmu jadi aku akan membawamu kekantor polisi , jika matahari sudah terik ,polisi akan mengantarmu pulang dan menjelaskan kepada orang tuamu, okey?"jelas Marco tak ingin membuat Jeannie banyak bertanya lagi padanya
" Kenapa kakak mau menolongnya ku, sedangkan kita tidak saling kenal?"
" Karena aku punya rasa kemanusiaan, sudah jangan banyak tanya"
Jeannie mencebikkan bibirnya dan hanya terdiam lalu masuk kedalam mobil Marco
Keheningan terasa didalam mobil , karena hari masih gelap, jalanan pun terasa sangat sepi ,
Mobil Marco melaju dengan cepat,hingga tak terasa sudah sampai didepan kantor polisi ,.
Karena Marco dan polisi saling mengenal , jadi Marco menjelaskan semua apa yang dia ketahuinya
" Baiklah..aku serahkan padamu..aku permisi dulu" kata Marco lalu berdiri dan menyalami polisi tersebut
" Tenanglah..disini aman" kata Marco kepada Jeannie, lalu meninggalkan mereka semua dikantor polisi ,lalu masuk kedalam mobil dan pulang kerumahnya
Sesampainya dirumahnya , Marco pun menghubungi Freddy dan menjelaskan semuanya.
Saat matahari sudah nampak , para polisi tersebut mengantar Jeannie pulang kerumahnya ,
Dirumah Jeannie , ayah dan ibunya sangat terharu melihat Jeannie dalam keadaan baik-baik saja , mereka terlihat sangat cemas lalu polisi tersebut menceritakan apa yang terjadi dengan Jeannie sesuai apa yang dikatakan oleh Marco
Orang tua Jeannie sangat berterimakasih pada polisi itu, setelah selesai,polisi tersebut langsung kembali ke markasnya untuk kembali menunaikan tugasnya
💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞
Di apartemen Franky
Franky dan Cherry sedang menikmati sarapan mereka
" Sayang , ini kamu pakai masker warna putih ,jaket dan topi warna pink saja " kata franky seraya memasingkan paper bag berisi jaket, topi dan masker untuk Cherry
" Kapan kakak membelinya?" tanya Cherry
" Aku menyuruh Billy menyediakan nya"
__ADS_1
"Kakak ,apa lebih baik aku tinggal dirumahku saja?aku tidak ingin merepotkan Keluarga kakak"
" Tidak ada yang direpotkan, malah mereka yang menawarkan untuk bisa menjagamu"
"Aku tidak ingin nanti kakak akan cemburu lagi dengan kak Freddy"
Franky mengabaikan perkataan Cherry ,lalu memegang anting anting Cherry
"Kamu harus tetap pakai anting-anting ini , mengerti?"
Cherry hanya mengangguk kepalanya lalu menghabiskan sarapannya
Setelah selesai sarapan , mereka bersiap siap untuk pergi
" Kita singgah ke cafe Sebentar" kata Franky ketika hendak keluar dari pintu apartemennya
Dengan menggenggam tangan Cherry , mereka melangkahkan kakinya menuju cafe ,karena masih pagi , karyawan belum datang semua dan hanya Celina yang sudah disana untuk melakukan pekerjaannya
" Celina, keruangan ku" pinta Franky saat berpapasan dengan Celina, lalu berjalan keruangan nya dengan tetap menggenggam tangan Cherry
" Selamat pagi kak" sapa Cherry kepada Celina
Celina membalas dengan melambaikan tangannya
" Celina , tolong jaga dan pantau cafe saat aku tidak disini, aku akan meminta Hansen dan Billy untuk membantu mu" pinta Franky pada Celina saat sudah berada di ruangannya. dan duduk dikursi kebesarannya, dan Cherry hanya berdiri disamping Franky
" Baik pak.." jawab Celina dengan mengganggukkan kepalanya
" Baiklah..kamu boleh melanjutkan pekerjaanmu" kata Franky sambil menghidupkan laptopnya
" Sayang, aku kerja sebentar ya" kata Franky mengelus lengan Cherry
Cherry hanya menggangguk kepalanya lalu memutar badannya dan berjalan ke arah sofa dan duduk disana ,
Hampir satu jam lebih , Franky menyelesaikan pekerjaannya , setelah mematikan laptop nya dia mengangkat tangannya untuk merenggangkan otot otot yang kaku akibat satu jam lebih duduk menghadap laptopnya lalu matanya beralih kesofa , tempat Cherry duduk
Franky lalu berdiri dan berjalan ke arah sofa kemudian berjongkok agar jelas melihat wajah cantik Cherry
Franky memegang pipi Cherry lalu mencium pipi Cherry sekilas
" Melihat mu tidur seperti ini rasanya damai sekali" Ucapnya dalam hati
Merasa ada yang memperhatikan, Cherry mengerjapkan matanya dan terkejut melihat Franky jongkok didepannya
" Maaf..aku tertidur" kata Cherry lalu merapikan rambutnya yang berantakan
"Kamu capek menunggu ku hingga tertidur dengan begitu cantik?" tanya Franky sambil mengelus wajah cantik Cherry
" Mungkin karena tadi pagi aku bangun terlalu pagi , jadi saat aku duduk disini , aku tertidur " kata Cherry
" Kenapa kamu harus cepat bangun.bukankah sudah aku katakan , tidak usah memasak sarapan dan bersih-bersih , akan ada pelayan nanti yang datang membereskan.hemm...tidak apa-apa jika kamu tertidur disini,hanya saja kamu jangan tertidur dengan orang lain hehehe" kata Franky dengan tersenyum dan tertawa kecil
Cherry yang melihat senyuman Franky juga ikut tersenyum lalu menapuk kedua pipi Franky
" Kakak jangan tersenyum begini kepada orang lain ya, terlalu manis,hehehehe" goda Cherry
"Sudah pandai mengoda ku ya, haha" kata Franky mencolek hidung Cherry
" Ayo kita pergi , agak siang nanti cuaca panas , aku tak mau kulitmu sampai memerah karena terkena panas matahari,.karena kita memakai motor" kata Franky sambil merapikan rambut dan baju Cherry serta memakaikan jaket,masker dan topi untuk Cherry dan membantu Cherry berdiri lalu Franky memakai jaketnya sendiri
" Kalau kulitku berubah jadi hitam,kusam dan jelek ,apa kakak akan meninggalkan ku?" tanya Cherry dengan mata tajam mengarah pada Franky yang berdiri dihadapannya
__ADS_1
Franky yang melihat tatapan mata tajam Cherry hanya tersenyum
" Aku mencintaimu dengan segala kelebihan dan kekurangan mu juga segala perubahan fisik mu, lalu bagaimana dengan mu,jika fisikku sudah berubah,namun hatiku masih tetap mencintaimu,apakah kamu juga tetap mencintai ku?"tanya Franky sambil memegang kedua lengan Cherry
Cherry tersenyum dan membalas memegang pinggang Franky dengan kedua lengannya yang masih dipegang oleh Franky
" Perubahan tetap akan terjadi, baik itu fisik maupun hati..asalkan kakak tetap memegang komitmen dan janji kakak padaku , aku tetap akan mencintai kakak, hanya saja jangan membuat ku terluka lagi" kata Cherry
" Aku tetap mencintaimu dan akan mencintaimu selamanya, aku tetap ingat janji ku padamu ,aku tidak akan membuatmu terluka baik itu hatimu maupun fisikmu" kata Franky lalu memeluk dan mencium kening Cherry
" Ayo berangkat" Franky menggandeng tangan Cherry lalu keluar dari ruangan
Cherry melambaikan tangannya kembali kepada Celina karena wajahnya tertutup masker, jadi Cherry memberikan kode permisi lewat lambaian tangannya ,Celina yang mengerti hanya membalas lambaian tangannya juga,
Franky dan Cherry meninggalkan cafe lalu berjalan ke arah lift , keluar dari lift mereka menuju lobby parkir lalu Franky mengambil kunci motor ,lalu memakaikan helm untuk Cherry dan dirinya lalu mereka menaiki motornya
kemudian Franky melajukan motornya ke bandara untuk berziarah didepan abu jenazah Keluarga Cherry
Kurang lebih satu jam perjalanan dengan motor, akhirnya mereka sampai kebandara ,lalu Franky melepas helm Cherry
" Maskernya tetap dipakai , ini topinya juga dipakai" kata Franky sambil mengikat rambut Cherry kemudian memakaikan topi untuk Cherry
Kemudian mereka meninggalkan lobby dan berjalan menuju ruangan khusus penampungan abu jenazah korban ledakan pesawat
Saat hendak melangkah melewati koridor ruang tunggu kedatangan luar negeri, samar-samar Franky mendengar suara seseorang yang sangat familiar ,berteriak
" PAPA" , Franky menghentikan langkahnya dan menarik Cherry bersandar ditembok lalu memeluknya agar tidak ketahuan lalu mengeluarkan ponselnya dan merekam pembicaraan mereka
" Ada apa kak?" tanya Cherry binggung
Franky meletakkan jari telunjuk di bibirnya,lalu fokus mendengar pembicaraan dua orang pria tersebut
Franky melihat Morgan dan seorang pria yang seumuran dengan Ayahnya
"Papa...apa kabar?"
" Baik Morgan , Terima kasih nak.. ,lalu bagaimana rencana mu untuk menculik tunangan Franky?" tanya Tommy
"Kami harus memantau dulu tempat tinggalnya, jika Franky menyembunyikannya , maka kita harus membunuh Franky"
kata Morgan
" Jangan membunuhnya ,aku akan membuatnya menjadi menantu ku,hahaha"
" Hmmm..baiklah, aku akan menculik tunangannya dan menikah dengannya dan biarkan Franky menjadi iparku ,hahaha" kata Morgan
" Sepertinya kamu sudah tau siapa tunangannya?"
" Iya pa.. aku bertemu dengannya dicafe Carina, namanya Cherry , dia sangat cantik , lembut dan baik" kata Morgan sambil mengingat ingat pertemuan pertamanya dengan Cherry
" Sepertinya kamu sudah jatuh cinta dengan gadis itu?"
" Pa...siapapun lelaki yang mengenal Cherry pasti akan jatuh cinta pada Cherry"
" Hmmm...begitukah? , baiklah...apakah kamu sudah mendengarnya kabar Lena dan Jimmi?"
" Sudah pa.. , mereka ditangkap oleh pihak Intel yang bekerjasama dengan agen rahasia"
" Mereka memang sudah masuk dalam kategori pencarian, aku tidak akan membantu apalagi ikut campur dalam membantu mereka, sejak Silvia meninggal,aku tidak ada urusan dengan mereka berdua , fokus aku hanya menghancurkan keluarga ZHANG dan mendapatkan seluruh aset keluarga ONG"
" Kenapa papa punya dendam terhadap keluarga ONG?"
__ADS_1
" Iya , dulu LEO ONG pernah menolak perjodohan dengan tante lily , dia malah memilih LIANA sebagai istrinya"
" Aku beberapa kali berusaha memasukan mata-mata kedalam perusahaannya,tapi dia sangat lihai dan berhasil menendang keluar mata-mata itu, aku hanya tahu anaknya sesekali ke perusahaan untuk membantu jika Leo berada diluar negeri , bahkan Lena gagal menjerat Franky , setelah Miranda sampai disini , kita baru akan merencanakan segalanya" kata Tommy kepada Morgan dengan menepuk pundaknya lalu berjalan meninggalkan bandara