
" Maaf sayang aku menembak pengkhianat didepan mata mu yang membuat mu takut dan terkejut" kata Franky lembut dengan terus memeluk Cherry dan mengelus punggungnya
Cherry menggeleng kepalanya
" Tidak apa-apa" jawab Cherry singkat
"Kamu harus terbiasa dengan suara senjata, Cherry" timpa Freddy
" Baiklah...apa kalian akan menginap di rumah utama hari ini atau masih di apartemen?" tanya Freddy
" Apa menurutmu kami harus sembunyi?" tanya Franky
" Menurut ku , jika kalian sembunyi , musuh akan merasa bahwa kalian takut, kalian harus berani menghadapi mereka , tak perlu bersembunyi , lawan lah musuhmu, lakukan kegiatan kalian seperti biasanya ,tak perlu menghindar" jelas Freddy
" Hhmm...baiklah...itu artinya kami tetap tinggal di apartemen" jawab Franky sambil tersenyum kepada Cherry
" Terserah kalian..ingat ,atur waktu untuk ku melatih Cherry" kata Freddy lalu berdiri
Ketika hendak melangkah, Franky memanggilnya
" Freddy, kau mau kemana?"
" Aku akan menemui Carina, memintanya mencabut gugatan pada Gisel , karena aku sudah berjanji pada orang tuanya jika dia memberikan informasi tentang Lena, maka Gisel akan bebas tanpa syarat"ucap Freddy
" Bagaimana jika dia mengganggu ku lagi?" tanya Franky
" Maka kakak yang harus menyelesaikannya, hahahaha" ejek Freddy dengan tertawa dan langsung memutar badannya berjalan keluar dari halaman tersebut meninggalkan sejoli yang masih duduk berpelukan disana
" Ayo sayang ,kita kembali ke apartemen ,wajahmu sangat pucat" ajak Franky pada Cherry lalu memapah berdiri
" Aku gendong saja ya?" tanya Franky
" Tidak usah,aku bisa jalan sendiri" jawab Cherry dengan nada lemas, dia merasa badannya lemas dan terasa pusing
Franky dan Cherry meninggalkan halaman tersebut dan keluar dari rumah itu kemudian berjalan ke pintu keluar ,memakaikan helm untuk Cherry dan dirinya lalu menaiki motornya
Franky menarik kedua tangan Cherry ke arah perutnya dan menyilangkan kedua tangannya
" Peluklah, aku tidak ingin kamu jatuh" kata Franky , namun Cherry yang sangat lemas , tidak berkata hanya menggangguk kepalanya, lalu Franky melajukan motornya menuju apartemen
Saat tiba di apartemen, Cherry dan Franky turun lalu Franky membuka pengait helm Cherry dan helmnya
"Kamu lemas banget ,sayang..ayo aku gendong saja , wajah mu sangat pucat" kata Franky lalu menggendong Cherry ala bridal style menuju lift dan naik ke apartemennya
Saat tiba di pintu apartemen, Franky menurunkan Cherry dan membuka pintu
Saat pintu terbuka Franky hendak menggendong Cherry, tapi Cherry menolak
"Tidak usah kak , aku akan kekamar sendiri" kata Cherry
Franky lalu kedapur mengambil air hangat lalu menyusul Cherry ke kamarnya, saat tiba dikamar Cherry
Cherry sedang dikamar mandi , Franky mengetuk pintu kamar mandi
"Sayang , jangan mandi pake air dingin" teriak Franky
Tak ada Jawaban, hanya air shower yang terdengar, lalu Franky menelepon dokter pribadinya
"Dok , ke apartemen ku sekarang"pinta Franky
Tak lama Cherry membuka pintu , Cherry keluar dengan tubuh dibalut dengan piyamanya handuk,
" Kamu mandi air dingin, sayang?"
" Tidak , aku berendam air hangat tadi"
" Baiklah , pakailah sweater ini , dan minumlah air hangat, sebentar lagi dokter akan datang"
" Hah, tak perlu kak..aku baik baik saja , setelah istirahat aku akan baikan"
" Tidak...kamu harus diperiksa , aku hanya ingin tahu , ada apa dengan tubuhmu yang tiba-tiba wajahmu sangat pucat dan lemas"
TING...TONG
Bel apartemen Franky berbunyi, Franky keluar dari kamar Cherry menuju ke pintu utama dan membukanya
"Kamu kelihatan sehat!" kata dokter binggung, dokter mengira bahwa Franky yang sakit
" Bukan aku yang sakit tapi tunanganku"
" Hah , kamu sudah memiliki tunangan?" kata dokter itu terkejut
Tanpa menjawab pertanyaan dokter, Franky melangkahkan kakinya menuju kamar Cherry
__ADS_1
"Masuklah" kata Franky setelah sampai didepan pintu kamar Cherry , dilihatnya Cherry sudah memakai sweaternya dan sedang berbaring
" Tunangan mu sangat cantik , pantas kamu menyembunyikannya ,hehehe" goda dokter kepada Franky
" Bukan itu tujuanku menyuruhmu datang, aku ingin tahu ada apa dengannya , wajahnya pucat dan sangat lemah" kata Franky
Cherry sedang berbaring ,saat melihat Franky dan dokter masuk , Cherry hendak bangun namun Franky dengan cepat menahan tubuh Cherry
"Tak apa, kamu tetap berbaring,dokter akan memeriksa mu" kata Franky dengan membaringkan tubuh Cherry kembali dan Franky duduk disampingnya
Dokter yang melihat perhatian Franky hanya tersenyum lalu mengeluarkan alat alatnya untuk memeriksa Cherry ,
Dokter memeriksa tekanan darah , dan memeriksa suhu tubuh Cherry dan mendengar bagian dalam dari tubuh Cherry dengan stetoskop
" Tekanan darahnya rendah , apakah kamu sedang menstruasi?" tanya dokter pada Cherry
" Iya , baru saja" kata Cherry dengan suara lemas sambil mengganggukkan kepalanya
" Hmmm... apakah kamu juga hari ini mengalami sesuatu yang membuat mu terkejut?"
" Iya"
" Hmmm...baiklah , Franky dia sedikit shock , dan sedang dalam masa periode menstruasi , itu yang menyebabkan tubuh nya lemah , hanya butuh istirahat dengan teratur dan ini tebus lah obat ini jika dia merasakan nyeri diperutnya , atau kamu bisa membuatkan teh jahe untuknya ..jika tak ada lagi , saya mohon undur diri" kata dokter tersebut sopan
" Baiklah.. Terima kasih Dok...sayang, aku antar dokter keluar dulu" jawab Franky dengan mengelus kepala Cherry lalu berdiri dan membawa dokter itu keluar dari kamar menuju pintu utama apartemen
Setelah dokter itu keluar dari apartemen, Franky berjalan menuju dapur , dia memasak air lalu membuka kulkas , diambilnya jahe lalu dicuci kemudian diiris
Setelah airnya mendidih dia memasukan jahe dalam air mendidih tersebut dan ditutup
Sambil menunggu jahe tersebut dimasak , Franky memesan makanan delivery
Franky berjalan kekamar Cherry, dibukanya pintu , melihat chery menutup mata, Franky menyelimuti Cherry sampai ke leher
Cherry menggeliat dan membuka matanya
" Kakak " Cherry hendak bangun
" Tak apa, istirahat dulu ,aku sedang memasak air jahe dan sudah memesan makan malam untuk kita" Franky menahan tubuh Cherry agar tetap berbaring dan dia duduk disebelahnya
" Maaf merepotkan kakak" kata Cherry sendu memegang tangan Franky
" Jangan berkata begitu,kamu adalah calon istriku, sudah seharusnya aku menjaga dan merawat mu, aku juga merasa bersalah melihatmu sakit begini" Franky memukul kecil tangan Cherry
" Aku tidak sakit kak , hanya saja kalau kecapekan saat menstruasi memang akan begini"
"Istirahat lah dulu, aku menunggu makanan datang dan menunggu air jahe mendidih" kata Franky lalu berdiri dan keluar dari kamar Cherry kemudian menuju dapur
Melihat air sudah mendidih dan berwarna coklat kekuningan , Franky mematikan kompor gas , tak lama bel berbunyi
TING ..TONG
Franky berjalan ke pintu utama dan mengintip, dari lubang kecil pintunya , di lihatnya pakaian dengan logo dari rumah makan yang dia pesan
Franky membuka pintu dan mengeluarkan dompetnya, setelah mengambil bungkusan makanan dan membayarnya,
Franky memberikan sisa kembalian pada kurir tersebut dan mengucapkan terimakasih,
Franky menutup pintu lalu berjalan kedapur , lalu dia menuangkan air jahe dalam gelas lalu ditata di nampan beserta makan malam mereka ,
Setelah selesai,Franky membawa nampan tersebut kekamar Cherry
" KREEEK"
Pintu kamar dibuka Franky
Cherry yang sedang berbaring dengan posisi menghadap pintu , melihat Franky masuk dan hendak bangun...
Franky dan cherry saling melempar senyum
" Sayang , makan malam dulu" kata Franky membawa nampan tersebut dan diletakkan dinakas dekat tempat tidur Cherry
Cherry bangun dan merapikan rambutnya yang berantakan lalu ketika hendak mengambil minuman yang dibuat Franky
Franky menahan tangannya
" Jangan...masih panas ,biar aku saja" Franky lalu mengambil gelas tersebut lalu mengaduk dan meniup-niup kan air jahe tersebut dan menyuapi kemulut Cherry lalu meletakkan air jahe tersebut ke nakas kembali
" Enak atau pedas atau asem?'' tanya Franky
" Semuanya,,hehehe" kata Cherry sambil tertawa dan menutup mulutnya dengan kedua tangan, kerena geli dengan kata-katanya sendiri
Franky yang melihat tingkah lucu Cherry menahan tangan yang menutupi mulutnya lalu mengecup bibir Cherry
__ADS_1
" CUP"
" Rasanya manis dan lembut hahaha" goda Franky
" Kakak... Terima kasih karena sudah merawat,menjaga dan melindungi ku" kata Cherry dengan mata berkaca-kaca
" Hei , jangan menangis" kata Franky melihat mata Cherry yang hampir menangis
" Aku terharu dengan perhatian dan kasih sayang kakak padaku"
" Karena aku mencintaimu" kata Franky dengan mengelus lembut kedua pipi Cherry
Cherry memeluk Franky dan menenggelamkan wajahnya di dada Franky
" Baiklah ayo kita makan" Kata Franky lalu mengambil piring berisi makanan
" Kakak tidak makan?"
" Seperti biasa , sepiring berdua hehehe"
" Nanti kakak tidak kenyang"
" Melihat mu tertawa bahagia , dan mencintaiku itu sudah membuatku kenyang" kata Franky menatap lembut Cherry sambil tersenyum
" Jangan gombal"
" Tidak, aku serius..ayo buka mulut"
Franky menyuapi Cherry lalu dia pun memasukkan makanan ke mulutnya sendiri hingga tinggal setengah
" kakak , aku sudah kenyang, kakak habiskan saja ya"
" Nakan lagi , kamu tau tekanan darahmu rendah dan kamu sedang lagi masa periode, kamu harus makan yang banyak" kata Franky penuh perhatian
" Tapi perut aku tidak sanggup menampungnya lagi,kak" kata Cherry
" Hmm..ya sudah, biar aku habiskan , tapi kamu harus menghabiskan minuman mu" Franky mengambil air jahenya dan memberikan kepada Cherry
Cherry menghabiskan seluruh air jahe yang dibuat Franky
Franky bahagia melihat Cherry menghabiskan minumannya lalu Franky pun menghabiskan makanannya
" Aku ke dapur dulu ya, kamu istirahat saja " Franky lalu berdiri dan membereskan bekas makanan mereka yang ada diatas nakas dan membawanya ke dapur
Saat franky keluar , Cherry bangun dan hendak kekamar mandi , baru saja dia hendak berdiri , Cherry merasa pandangannya berputar
Cherry menunduk sebentar, tak lama ketika merasa agak baikan , dia berdiri ketika hendak melangkah , Cherry merasakan kepalanya berdenyut hebat dan pandangannya gelap kemudian terjatuh
" BRUUUK"
Cherry terjatuh dilantai
Saat Franky membuka pintu , dia melihat Cherry terjatuh dilantai , dengan berlari dan cepat menggapai tubuh Cherry
"Sayang.. sayang..kamu kenapa? dimana yang sakit?"
Cherry membuka mata , namun pandangannya berkunang-kunang
Cherry menggelengkan kepalanya
"Tidak ada yang sakit hanya pusing" katanya dengan suara lemah
Franky menggendong Cherry ketempat tidur lalu menyelimutinya
"Aku ambilkan suplemen penambah darah ya , kamu istirahat dulu" lalu Franky keluar menuju dapur mengambil suplemen dan air hangat dan kembali kekamar Cherry
"Dayang , diminum dulu" Cherry beranjak bangun dan mengambil suplemen dan air hangat dari tangan Franky lalu meminumnya
Cherry duduk dan bersandar sejenak di sandaran tempat tidur dan memejamkan matanya
Franky mengelus kepala Cherry
" Apa merasa lebih baik?" tanya Franky dengan tangannya memijat lembut tengkuk leher Cherry
Cherry mengganggukkan kepalanya
" Apa setiap bulannya kamu merasakan begini?"
" Tidak juga , terkadang jika aku kecapekan baru begini , tapi sudah beberapa bulan ini , sejak aku tinggal disini bersama kakak , baru sekali ini kambuh" jelas Cherry
Ada perasaan lega karena sejak bersamanya Cherry baru sekali ini merasakan hal ini
"Karena itulah aku tidak mengijinkan kamu bekerja, kamu akan capek , biar aku saja yang bekerja" kata Franky dengan memeluk Cherry dengan perasaan cinta
__ADS_1
"Kamu istirahatlah dulu ,aku mandi dulu" kata Franky keluar dari kamar Cherry dan membersihkan diri dikamarnya,
Selesai mandi , Franky kembali kekamar Cherry, melihat Cherry sudah tidur , Franky pun merebahkan dirinya disamping Cherry