
Setelah berdandan dan memakai parfum yang sangat pekat wanginya , Fani keluar dari kamarnya, dia berencana menjumpai Franky untuk memperlihatkan Vidio serta foto Cherry dengan sosok pria misterius baginya
Tak berselang lama,taksi datang ,Fani lalu masuk kedalam taksi "Ke perusahaan RICHZ GRUP" katanya kepada supir
Elis bekerja di RICHZ ,mudah baginya mencari informasi tentang Franky dan perusahaan, dan melaporkan kepada Fani , walau dimata karyawan RICHZ, Franky adalah pewaris perusahaan, tetapi mereka tidak mengetahui latar belakang dan seluk-beluk perjalanan hidup Franky hingga bisa mandiri dan mendirikan sebuah MOLL terbesar , para karyawan ayahnya hanya mengenal Franky sebagai ahli waris
Sekitar 30 menit , Fani sampai didepan gerbang utama perusahaan RICHZ GRUP, Gedung yang menjulang tinggi dengan desain yang mewah dan megah membuat Fani berdecak kagum
" WOW... Tinggi dan megah , jika aku bisa menikah dengan Franky, maka ini akan jadi milikku" katanya sambil memperhatikan gedung yang menjulang tinggi itu
" Halo , aku sudah sampai, kamu jemput aku didepan ya" Fani menelepon Elis
Tak lama Elis turun dari lantai 5 dan menuju lobby,dia melihat fani sedang berdiri didepan gerbang
" Ayo masuk , aku akan lapor dan membawa kamu ke ruang CEO" kemudian Elis membawa Fani ke resepsionis
" Nona , saya ingin berjumpa dengan bapak Franky" ucap Fani dengan percaya diri
" Maaf nona , apa sebelum nya sudah membuat janji terlebih dahulu dengan beliau?
"Belum.... saya datang tanpa janji karena ingin memberikan dia kejutan" kata Fani yang seolah olah mempunyai hubungan spesial dengan Franky
"Maaf nona....menurut catatan, bapak Franky mengambil cuti!" jelas pegawai tersebut dengan sopan
"Cuti? kemana dan kenapa?" tanya Fani bertubi-tubi
" Maaf nona..saya tidak mengetahuinya , terima kasih" ucap pegawai tersebut sopan
" Elis, apa kamu tidak tahu kalau Franky tidak datang?" tanya Fani kesal
"Aku bukan satu lantai dengan CEO , mana aku tahu" Elis juga kesal dimarahi Fani
"Ah...aku tau , pasti dia sedang menemani cewek murahan itu , tapi dirumah sakit mana? kata Fani
"Aah..iya , pegawai sini kalau sakit akan dirujuk kerumah sakit ONG , apa dia disana?" kata Elis
"Pasti..aku akan kesana" kata Fani
Tanpa mereka sadari , pembicaraan mereka direkam oleh anak buah Franky
__ADS_1
Hansen dan Billy yang ada ruangannya juga memperhatikan layar CCTV dan merekam pembicaraan mereka ,kemudian mengirimkan semua informasi kepada Franky
" Fani sedang menuju kerumah sakit" pesan Billy kepada Franky
💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖💖
DIRUMAH SAKIT
Franky yang sedang duduk di ranjang bersama Cherry menonton film kesukaan Cherry agar tidak bosan, tiba tiba ponselnya bergetar , yah.. pesan dari Billy
Setelah membuka dan membacanya , Franky tersenyum
Cherry yang memperhatikan gelagat Franky tiba tiba tersenyum, memicingkan matanya
" Ada apa?" tanya Cherry heran. tapi yang ditanya malah diam dan senyum manis sambil memasingkan ponselnya ,dan membuka Vidio yang kirim oleh Billy
" Fani akan datang? Bertemu dengan mu?" tanya Cherry
"Kamu mengijinkannya masuk atau tidak , terserah padamu" kata Franky sambil menyelipkan rambut dibelakang telinga Cherry
"Dia datang jauh-jauh, kita harus menyambut nya" kata Cherry
" Kamu dan Hansen segera datang, jika Fani datang , kawal dia bersama Charles dan Tomi kekamar Cherry" perintah Franky pada Billy dan mengakhiri percakapan
" Apa kamu sudah lapar?" tanya Franky lembut kepada Cherry
" Iya , bolekah aku makan buah saja?" tanya Cherry dengan memasang tatapan puppy eyes
Franky yang gemas dengan tingkah Cherry lalu memegang leher belakangnya dan mengecup bibir Cherry
CUP
Cherry membelalakkan matanya mendapatkan ciuman mendadak dan ketika hendak akan memukul Franky, tangannya terasa sakit
" Aaauuuuwwww" teriak Cherry ,
"Kamu tau tangan kamu dua dua lagi sakit, 1 baru dioperasi dan lagi ditopang , satu lagi dipakaikan infus , jadi kamu tidak bisa memukulku..hahaha" goda Franky
" CURANG" Cherry bersunggut sunggut kesal
__ADS_1
" Jangan marah, aku hanya mengecup mu , bukan mengecup orang lain, hahahahaha" goda nya lagi sambil merangkul mesra Cherry.
Wajah mereka sangat dekat , hidung mereka bersentuhan , terasa nafas mereka saling berbagi. mata mereka saling beradu
TOK TOK TOK
Suara pintu diketuk , mereka menghentikan aktivitas romantis mereka ,dan Franky mencebik kesal , namun Cherry hanya tertawa kecil
" Masuk" jawabnya kesal dengan tetap duduk di ranjang yang besar itu bersama Cherry.
Billy , Hansen , Fani dan 2 pengawal rumah sakit masuk kedalam , diluar ada 2 penjaga yang siaga
" Ada apa?" tanya Franky frontal dengan memasang wajah dingin dan tegas tanpa memandang Fani , lalu mengambil buah diatas nakas tempat ranjangnya dan mengupas buah untuk Cherry
" Aku datang membawa bukti, bahwa gadis yang ada disamping mu itu bukan gadis suci" kata Fani dengan memiringkan bibir nya mengejek Cherry ,
Franky memasukan buah ke mulut Cherry dan tersenyum ,
Cherry membalas dengan mengedipkan matanya sebelah , Sontak membuat darah Fani mendidih dan mengepalkan tangannya
" Kalau kamu datang hanya untuk memfitnah , aku persilahkan kamu untuk keluar" ancam Franky tanpa melihat Fani dan terus memasuki buah ke mulut Cherry
Lalu fani mengambil sebuah flashdisk lalu menyerahkan kepada Franky
" Ini bukti bahwa gadis itu, bukan gadis baik baik, dia bahkan mau dianter jemput oleh lelaki yang berbeda setiap hari" kata Fani dengan memandang sinis ke arah Cherry
" Aku tidak akan menggunakan laptopku yang berharga hanya memasukkan alat busukmu" kata Franky frontal
Lalu Billy menyerahkan sebuah notebook yang dia sediakan karena sudah mengetahui motif Fani datang kerumah sakit dan memasangkan flashdisk tersebut dan membuka kemudian memperlihatkan kepada Franky dan Cherry untuk diamati
Setelahelah selesai melihat ,Franky dan Cherry tertawa bersamaan
"Hahahahahahaa... hahahahahahaa , sayang...tidak sia sia kamu mengijinkannya masuk, sayang.....aku jadi bisa melihat mu tertawa" kata Franky sambil mengelus kepala Cherry,
Melihat hal itu,tentu saja membuat Fani tambah murka lagi dan dia tidak bisa menahan emosinya dan berkata
"Kamu masih membela nya , Franky?"
"Hahahahahahaa...apa mau mu sebenarnya?" tanya Franky dengan emosi
__ADS_1