Valentine Kelabu

Valentine Kelabu
GISEL DI TANGKAP


__ADS_3

Rita yang sedang duduk didalam mobil , menunggu Franky dan Cherry keluar, hingga waktu menunjukkan pukul 12.00 mereka juga tidak kunjung keluar ,


" Kenapa mereka lama sekali?, hmm... seperti nya aku harus membayar orang untuk memantau mereka" ucap Rita


Akhirnya Rita menjalankan mobilnya dan pergi meninggalkan salon Carina


Didalam salon, Franky mendapatkan informasi dari anak buahnya jika mobil Rita sudah meninggalkan salon ,


Selama beberapa jam belajar washing, creambath, dan Toning akhirnya Cherry berhasil menguasai teknik-teknik nya


" Baiklah Cherry.... sekarang waktunya istirahat.." kata Carina


" Baik kak, Terima kasih untuk pelajaran hari ini" kata Cherry memberi hormat lalu menyusun perkakas yang berantakan


"Hahahaha.. kamu sangat mengemaskan sekali Cherry, pantas saja Franky tidak bisa berpaling dari mu" kata Carina tertawa dengan sifat Cherry


Franky yang sedari tadi duduk diruang tunggu memperhatikan Cherry belajar hingga selesai juga tertawa kemudian berdiri dan menghampiri Cherry


" Cuci tangan mu dulu sayang , kita makan siang dulu" kata Franky dengan merangkul pundak Cherry


Setelah selesai menyusun perkakas, Cherry yang dirangkul Franky berjalan ke dapur untuk mencuci tangan,tak lama kemudian mereka keluar menghampiri Carina


" Kak , kami makan siang duluan, apa kakak mau barengan?" tawar Cherry


" Oooh ,,,.tidak Cherry, Terima kasih, aku biasa pesan online, tak apa..kalian lanjutkan saja"


" Baik kak..kami permisi dulu"


Cherry dan Franky melangkah menuju pintu keluar, kemudian Franky melajukan mobilnya ke moll nya untuk makan siang sekaligus memantau cafenya


⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐⭐


DI BANDARA NEGARA K


Lena serta Neo dan team nya sudah tiba di negara K setelah menempuh perjalanan lebih kurang 3jam


" Baiklah.. untuk hari ini kalian istirahat terlebih dahulu, besok baru kita jalankan rencana kita"


kata Lena kepada Neo


" Baiklah" ucap Neo


✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️✴️


Di Rumah Gisel


TING..TONG...


Bel rumah Gisel berbunyi, Ayah Gisel yang kebetulan berada dirumah membuka pintu , terlihat beberapa pria berseragam polisi berdiri di hadapannya


" Selamat pagi Pak , apa benar disini rumah kediaman nona Gisel?" tanya polisi yang sedang memegang surat penangkapan


" Iya , benar....tapi kalau bole tau , ada masalah apa ya,Pak?"


tanya Ayah Gisel heran


" Begini Pak , kami mendapat laporan bahwa semalam Gisel berkunjung ke cafe Cendana, karena salah paham, nona Gisel menggebrak meja dan memukul wajah koki , ini hasil visum dan surat penangkapan nya " jelas kepala polisi tersebut


" Akibat dari tamparannya , koki Tersebut merasa wajahnya bengkak lalu telinganya berdengung dan sakit kepala hingga muntah" sambung polisi satunya lagi


"Jadi kami menjalankan perintah untuk menangkap nona Gisel , maaf ..rumah Bapak harus kami geledah" ucap kepala polisi tersebut


Ayah Gisel tidak bisa berbuat apa-apa , hanya pasrah rumahnya digeledah ,


Tak lama 2polisi membopong Gisel keluar dari kamar


" Nona Gisel berusaha melawan , jadi kami terpaksa harus menangkapnya secara kasar" kata polisi tersebut


" Papa..... tolong Gisel Pa... mereka salah tangkap" ucap Gisel sambil meronta-ronta


" Silahkan bapak menghubungi pengacara , maaf.. kami sedang menjalankan tugas untuk membawa putri Bapak kekantor polisi"


Kepala polisi dan beberapa anak buahnya berjalan ke mobil polisi dan disusul 4 polisi menggiring dan membopong Gisel ke mobil dinas polisi


Setelah mereka pergi , Ibu dan adik Gisel yang baru saja pulang dari pasar binggung melihat ayahnya berdiri diluar memandang kepergian mobil polisi


" Ada apa Pah?" tanya adik Gisel


" Gisel melakukan kekerasan terhadap koki dicafe saat makan siang bersama temannya semalam ,hingga menyebabkan bengkak memar dipipi , telinga berdengung dan sakit kepala hingga muntah"


" APA? sebegitu kuat tamparan kak Gisel hingga menyebabkan efek samping yang begitu parah?" kata Mama Gisel


" Begitulah laporan dari polisi"


" Jadi bagaimana pa?"


" Kta hubungi pak Steven " kata Ayah Gisel

__ADS_1


Mereka masuk ke dalam rumah dan menghubungi pengacaranya


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


" Halo...kak Gary "


" Ada apa Rita?"


" Kak..apa kakak kenal dengan orang yang jago mengintai?"


" Hah... mengintai?"


" Iya ..hmm..begini kak , tadi pagi aku melihat Cherry dengan pria yang tampan , kharismatik dan juga sangat keren kak , jadi aku mengikuti mereka , mereka disalon , tapi setelah aku tunggu berjam jam , mereka tidak keluar juga , aku lelah ikuti mereka , daripada aku mengikuti lebih baik kan aku membayar orang untuk mengikuti,aku cuman menerima laporan dan menyiapkan rencana, gimana menurut kakak?"


Gary yang juga menyukai Cherry sedikit penasaran tentang kabar gadis cantik tersebut


" Apa rencana mu?"


" Aku ingin menculik Cherry dan membalas dendam atas penderitaan kak David"


" Setelah kamu menculik Cherry , apa yang akan kamu lakukan?


" Mungkin aku akan menjualnya pada pria hidung belang..kemudian aku akan mendekati pria tampan itu...hahaha"


" Rita.apa kau percaya padaku?"


" Tentu saja , kakak adalah teman baik kak David , tentu saja aku percaya"


" Baiklah...aku akan membantu mu"


" Terima kasih kak.."


Mereka mengakhiri panggilan , Rita mengenal Gary , karena David dan Gary adalah sahabat , dan Rita tahu hal ini , dia pun berusaha menjadi teman baik Gary


Disisi lain , Gary sedang memikirkan cara untuk mendapatkan Cherry


💞💞💞💞💞💞💞💞💞💞


Setelah Franky dan Cherry tiba dicafe , Celina yang melihat Cherry sangat bahagia


" Cherry...." Celina tanpa sungkan langsung memeluk Cherry


" Kamu kemana aja , Cherry...aku sangat merindukan mu, aku menghubungi ponsel mu tapi ponsel mu tidak aktif" kata Celina dengan sangat kesal


" Aku hanya istirahat dirumah"


" Rumah siapa?" katanya sambil melirik Franky


" Dirumah orang tuaku" bisik Cherry kepada Celina , namun dipandang dengan pandangan miring oleh Celina


" Apa ada masalah?"


" Tidak ada...hanya salah paham" kata Cherry dengan tersenyum


" Kamu tahu, tunanganmu itu sangat-sangat mencemaskan mu sewaktu dia kehilangan jejak mu"


" Oo ya?" tanya Cherry tak percaya


" Apa pernah aku berbohong padamu?"


" Hmmm...baiklah kak , aku lapar dan sangat lapar.. hehehehe" goda Cherry


" Baiklah..kamu tunggu diruangan bos, aku akan menyuruh koki menyiapkan makan untuk kalian"


" Terima kasih kakakku yang cantik dan baik" ucap Cherry sambil mencium pipi Celina


Celina. tertawa dan memukul kecil tangan Cherry lalu menuju kedapur


Cherry lalu berjalan masuk keruangan Franky


Franky yang sedang melihat laptop hanya melirik sekilas Cherry yang masuk keruangan nya


"Apa sudah Melepaskan rindu kepada Celina?" ejek Franky


" Kakak cemburu?"


" Issttt kau ini, sesama perempuan untuk apa cemburu?" kata Franky tak mau kalah


" Ow ..baiklah kalau begitu aku akan melepaskan rindu kepada kak Freddy jika nanti dia datang" goda Cherry


Franky langsung berdiri dari kursinya lalu berjalan menghampiri Cherry kemudian duduk disampingnya dan mengangkat dagunya


"Katakan sekali lagi" kata Franky yang terlihat emosi


" Aku mencintaimu" kata Cherry beradu pandang dengan Franky yang menatapnya


Cherry melirik mata Franky kiri dan kanan ,lalu mengecup lembut bibir Franky , dan berhasil meredakan emosi Franky dalam sedetik

__ADS_1


Franky tersenyum licik


"Sudah pandai menggoda dan pandai mengaduk aduk emosi ku sekarang ya?"


" Jika dengan cintaku , aku bisa menghilangkan emosimu , maka akan aku lakukan"


"Terimakasih sayang


TOK


TOK


TOK


" Masuk"


Pintu terbuka , Celina masuk dengan 2karyawan yang membawa makanan


" Letakkan saja disini ,Celina..kami akan makan disini" kata Franky yang duduk disofa bersama Cherry


Karyawan tersebut meletakkan makanan diatas meja lalu beranjak keluar dari ruangan Franky


" Qpa kak Celina sudah makan?"


" Sudah Cherry... pegawai yang lain juga sudah makan , baiklah..saya permisi dulu , banyak pengunjung yang datang dijam begini"


" terima kasih kak"


" Jangan sungkan Cherry"


Ketika hendak membalikkan badan, Freddy datang dan menabrak tubuh Celina


" Aaaaahh" teriak Celina dan ketika hampir terjatuh , Freddy dengan cepat menangkap pinggang Celina , entah sejak kapan tangan Celina sudah ada dileher Freddy ,mata mereka bertemu dan tanpa sadar Freddy berguman


"Indah sekali"


" Hah , apa?" tanya Celina ,


" Ah...maaf nona..tadi aku terburu-buru" kata Freddy sambil menegakkan tubuh Celina dan melepaskan pelukannya


" Kenapa hanya sebentar pelukannya?' ejek Franky , sedangkan Cherry hanya tertawa


" Maaf Pak ,saya permisi" ucap Celina malu dan berlalu pergi


"Ekhem .." Freddy berdehem menormalkan diri karena grogi , karena baru pertama kali menyentuh wanita lalu berjalan ke arah sofa tepat di berhadapan dengan Franky dan Cherry


Franky dan Cherry saling berpandangan kemudian sama-sama melihat ke arah Freddy


" Ayo sayang, kita makan lagi , jangan hiraukan lelaki yang lagi salah tingkah itu " ejek Franky


Freddy yang tersindir melempar tisu yang ada dimeja lalu berkata


"Kalian kalau tidak melayani makan siangk ku dan terus mengejekku, jangan harap aku akan memberi informasi penting"


Franky berdiri lalu berjalan ke meja kerja nya lalu melakukan interkom dengan Celina


" Apa kau memberi sihir kepada adikku sehingga dia begitu sangat galak , tolong sediakan makanan untuk nya" perintah Franky lalu menutup telepon dan disambut lemparan setangkai bunga palsu yang terletak diatas meja


"Heeeiii, aku sudah memesankan makan untuk mu" bela Franky lalu berjalan kembali ke tempat duduknya disamping Cherry


" Cherry...nanti aku antar kamu pulang" Freddy memprovokasi Franky


Cherry memutar kepalanya melihat ke arah Franky


"Apa kalian hari ini salah makan obat?"tanya Cherry


"Dia terkena sihir dari Celina" jawab Franky seenaknya sambil menyuapi Cherry


***TOK


TOK


TOK***


" Masuk"


Freddy, Franky dan Cherry melihat ke arah pintu dan Celina masuk , di pandangi oleh 3orang tentu saja membuat Celina gugup bukan main


" Tuan , ini makanannya" kata Celina sambil meletakkan makanannya diatas meja


" Celina , nanti pulang kerja ,adikku akan mengantar mu pulang" goda Franky Langsung mendapat tatapan tajam dari Freddy


" HAH...ti..tidak usah tuan , saya bisa pulang sendiri " ucap Celina terbata


" Aku pun tidak bisa karena aku akan mengantar Cherry pulang" elak Freddy


" Kalau begitu aku pulang sendiri" kata Cherry langsung berdiri ,ketika hendak melangkah, Franky langsung menarik tangan Cherry

__ADS_1


"Siapa yang menyuruh mu pergi? habiskan dulu makananmu"


"Jika tidak ada kepentingan, saya permisi, tuan" ucap Celina tak ingin memperkeruh suasana


__ADS_2