
"BUUUGH"
Franky memukul bahu Freddy
"AADDUUHH..apaan sich , kenapa memukulku?" protes Freddy
" Masih syukur aku hanya memukulmu , bukan mencekikmu didepan Celina" kata Franky sambil duduk kembali
" Kenapa sich?''
" Kamu cocok dengan Celina, hahahaha.." goda Franky
" Aaah...jangan bahas itu , aku datang kesini karena ada kabar terbaru dari Lena"
" Kabar apa?" tanya Franky penasaran sambil mengunyah makanan di mulutnya dan sesekali menyuapi Cherry
" Nanti baru kita bahas setelah aku selesai makan" kata Freddy sambil mengambil makanan yang tadi antar Celina
Mereka makan dengan hening dan damai hingga selesai makan, tak ada adu argumen dan saling ejek
" Hmmm...jika kakak masih ada urusan , aku kembali kesalon sendiri saja" kata Cherry
" Freddy, aku antar Cherry kesalon sebentar, nanti aku kembali lagi" kata Franky
" Baiklah... berhati-hati , setelah menurunkan Cherry, mata kakak jangan melirik cewek lain " ejek Freddy
" Apa kamu mau aku cekik?" geram Franky
" Jika kakak mencekik ku , siapa yang akan melindungi Cherry ku? hahahahaha" Freddy terus saja memprovokasi
"Awas kamu..ayo kita berangkat,sayang"
Franky menggandeng tangan Cherry lembut dan berjalan keluar ruangan
" Sampai jumpa kak Freddy" ucap Cherry
" Nanti malam , Ibu mengajak makan malam dirumah" kata Freddy
" Baiklah kak , nanti kami kerumah utama" kata Cherry
Lalu mereka keluar dari ruangan Franky
Cherry juga berpamitan pada Celina , kemudian melangkah keluar cafe menuju lobby parkir
Franky melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju salon
" Sayang , pulang nanti aku jemput ya , tunggu saja didalam salon jika aku belum sampai"
" Jika kakak sibuk,aku bisa pulang sendiri, kakak jangan repot "
" Aku akan menjemputmu"
" Baiklah"
Tak lama mereka sudah sampai disalon "Ingat..jangan menangani pelanggan laki laki"
"Hehehe..iya sayang, aku masuk dulu" kata Cherry ketika hendak membuka pintu mobil,tiba-tiba Franky menarik tangannya
" Tunggu. "
" Hah..kenapa?"
" Disini" kata Franky sambil menunjuk pipinya
" CUP"
Cherry mencium pipi Franky sekilas
" Byee"
Cherry keluar dari mobil dan melambaikan tangan kepada Franky
Franky membuka kaca jendela mobil " Masuklah ...aku akan pergi jika kamu sudah masuk'
Lalu Cherry menggangguk kepalanya lalu memutar badannya dan masuk kedalam salon
Ketika melihat Cherry sudah masuk , Franky mengeluarkan ponselnya
'Pantau nona Cherry disalon , jangan biarkan dia pulang sendiri , kabar i aku segera" pinta Franky pada anak buahnya lalu mengakhiri panggilan dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju cafe
15menit , waktu yang dibutuhkan Franky untuk sampai di moll milik Franky,
Setelah mobilnya terparkir dengan rapih , Franky langsung memasuki moll menuju lift , saat hendak masuk lift , seorang wanita memanggilnya
" FRANKY..."
__ADS_1
Franky menoleh dan terkejut
" Lena"
" Ada apa?"
" Kebetulan sekali , tadi aku kekantor RICHZ , ayahmu bilang kalau kamu tidak masuk kantor ,rencana pengen mengajak kamu makan siang. tapi karena kamu sudah disini , bagaimana sekalian kita makan siang saja"
" Aku sudah makan"
" Lalu sudah makan , jadi kamu mau kemana?"
" Aku ada pertemuan dengan klien"
" Owh... bole aku temani?"
" Tidak bisa , karena ini urusan pekerjaan"
" Ah.. ayoklah Franky, sekali ini saja temani aku"
Franky berpikir akan membahas tentang Lena jika nanti bertemu dengan Freddy dulu
" Baiklah .. setelah pertemuan ku dengan klien selesai,aku akan menemui mu dicafe sebrang..kamu tunggu lah disana"
" Baiklah...aku akan menunggumu disana" kata Lena mengedipkan matanya lalu berjalan ke arah cafe yang telah dijanjikan Franky
Setelah kepergian Lena , Franky dengan cepat memencet tombol lift dan langsung masuk
"TING"
Lift berbunyi tanda telah sampai ditujuan dan Pintu pun terbuka
Franky melangkah keluar dari lift dan berjalan dengan tegap dan gagah menuju cafenya
"BRAAAK"
Suara pintu ruangan cafe Franky terbuka
Freddy yang tertidur disofa karena menunggu Franky , terkejut dan langsung berdiri
" Mengagetkan aku saja..huuufffttt" katanya sambil mengelus dadanya
" Tadi aku berjumpa dengan Lena saat mau masuk ke lift"
" APA!" Teriak Freddy sekali lagi terkejut
"He-he-he.. maaf...ah...ini semua data tentang Lena" kata Freddy sambil menyodorkan file
Franky membuka file tersebut dan duduk dikursi kebesarannya
" Jadi apa kamu sudah tau tentang keluarga kandung nya?" tanya Franky
" Informasi yang didapat dari Marco bahwa ibu Lena sudah meninggal karena penyakit kanker , dan ayahnya sedang dalam buronan karena kasus narkoba, Lena merupakan anak diluar nikah "
" Lalu apa motif orang tua nya untuk menukar anak mereka?"
" Seperti biasa , supaya anak mereka mendapatkan kehidupan yang layak dan mendapatkan kasih sayang yang utuh....Ada saksi yang mengatakan bahwa ibunya Lena sengaja hamil untuk menjebak CEO ZHANG , karena Ibunya Lena jatuh cinta pada pak Zhang,tapi pak Zhang Sangat teguh ,dan setia pada istrinya"
" Lalu bagaimana dengan ayah biologis Lena?"
" Ya seperti biasa ONS (One Night Stand)"
" Apa ayah biologis Lena tidak mengetahui anak kandungnya sendiri?"
Freddy hanya mengedikan bahunya
" Lena memaksaku untuk menjumpainya , aku berkata padanya bahwa aku akan bertemu klienku , setelah nya aku akan menemui nya, apa rencanamu?"
" Jika dia ingin bermain , maka sambutlah... begitu dia terlena , mudah buat kita untuk membuka jati dirinya ,Kamu ingat , dia akan menjual Jeannie ke organisasi perdagangan manusia"
" Tapi aku belum menjelaskan kepada Cherry , aku tidak ingin Cherry salah paham padaku"
" Sekarang hubungi lah Cherry,selagi ada kesempatan didepan mata"
"Baiklah"
Franky mengambil ponselnya
" Halo..."
" Sayang , ada yang ingin aku bicarakan"
" *A*da apa?"
" Aku harap , kamu mendengarkan penjelasan ku ,, dan jangan marah,....tadi saat aku mau memasuki lift , Lena memanggil ku , katanya dia kekantor ayah , dan hendak mengajakku makan siang,aku sudah menolak tapi dia memaksa untuk menemani nya , aku bilang bahwa aku akan bertemu klien disini, jadi aku berpikir jika ini kesempatan kita untuk membuka jati dirinya, maka kami akan mengikuti permainan Lena, aku harap kamu jangan marah ,semua aku lakukan supaya semua terungkap"
__ADS_1
Sejenak Cherry terdiam, menelaah apa yang dikatakan Franky
Sementara Franky berpikiran bahwa Cherry sedang marah
" Sayang..kamu jangan marah , aku hanya mengikuti permainan Lena dan aku tetap mencintaimu...kamu harus percaya padaku dan ka..." belum selesai Franky menjelaskan Cherry memotong
"Iya...aku percaya , kamu lakukan apa yang menurut mu benar" ucap Cherry
" Jadi kamu tidak marah, sayang?"
" Iya..jika kamu melakukannya tanpa menaruh hati padanya, aku tidak marah"
" Terima kasih atas pengertian mu , aku mencintaimu"
". Aku juga mencintaimu , aku tutup dulu ya , ada pelanggan yang datang"
" Laki laki atau perempuan?"
" Laki laki dan perempuan , byeee"
" A-apa!halo...halo" Franky memandang ponselnya kesal karena mendengar ada pelanggan laki laki yang ditangani oleh Cherry
" Bagaimana?" tanya Freddy
" Iissstttt..jika saja aku tidak bertemu Lena , mungkin aku sudah menyusul Cherry kesalon"
" Hahahaha.... sudahlah, percayalah pada Carina...oh ya , nanti minta Carina mengantar Cherry pulang ke rumah utama saja, agar Lena tidak curiga, karena aku khawatir jika sepulang dari sini , dia akan mengikuti mu"
" Baiklah.." kemudian Franky mengirim pesan kepada Carina untuk mengantar Cherry kerumah utama
"Baik..apa kamu sudah siap?kita akan berjumpa Lena "
" Iya , apa udah kamu siapkan alatnya?
"Iya , karena selalu ku bawa, hehehe"
Kemudian mereka keluar ruangan dan berjalan keluar cafe dan menuju lift
Saat keluar dari lift , tiba tiba terdengar suara memanggil Freddy
" KAK FREDDY"
Franky dan Freddy memutar kepalanya melihat ke arah sumber suara " Jeannie" ucap mereka bersamaan dan saling memandang
" Kenapa kamu bisa kesini?" tanya Freddy
" Iya , aku di ajak sama kak Lena tadi kak , apa kakak juga diajak oleh kak Lena untuk bertemu?"
" Tidak..kami ada pertemuan membahas kerjasama karena kami perusahaan tempat kami bekerja dibidang yang sama" jelas Freddy mencari alasan
"Ooow..bagus sekali, kakak harus berterima kasih pada ku,karena sudah mempertemukan kalian, hehehehe...."
" Baiklah..,ayok kita jalan "
Mereka pun berjalan menuju cafe yang dijanjikan Franky kepada Lena
" Kalian kenapa bisa berbarengan?" tanya Lena terkejut melihat mereka bertiga datang bersamaan
" Ooow . kebetulan tadi kami bertemu saat aku hendak kemari dan kak Franky dengan kak Freddy ada pertemuan, jodoh banget ya kak ...hehehehe" kata Jeannie
" Iya , ayo duduk...mau minum apa?ajak Lena
" Tidak , kami sudah kenyang" tolak Franky dan Freddy
" Jus jeruk saja ,bole kak?"
" Baiklah..." lalu Lena memanggil pelayan dan memesan minuman untuk Jeannie
" Oo ya , Jeannie...besok pagi kita ke taman bermain ya , jam 10 aku tunggu kamu disana, sudah lama kita tidak bermain disana" ajak Lena
Tak lama, minuman Jeannie datang
" Boleh kak..aku tunggu jam 10 ya kak" kata Jeannie senang karena diajak ketaman bermain sambil menikmati minuman nya
" Oo ya Franky , aku dengar kamu sudah punya tunangan? apa benar tunangan mu itu Gisel?" tanya Lena sambil melirik ke arah Jeannie
Jeannie yang sedang minum langsung memuncratkan minumannya karena terkejut
"Kenapa kamu terkejut, Jean?" tanya Lena menyunggingkan senyum , Jeannie hanya menggeleng kepalanya
" Aku tidak pernah mengakui Gisel sebagai tunanganku,hanya Gisel sendiri yang mengejar ku" ucap Franky memprovokasi
Sedangkan Freddy menyodorkan tisu untuk Jeannie
" Kakak sangat perhatian" puji Jeannie pada Freddy , Freddy hanya tersenyum tipis
__ADS_1
" Begitu kah , jadi apakah jikalau aku yang menjadi tunangan mu , apa kamu menerimanya, Franky?" tanya Lena to the point