Wanita Incaran Tuan Eldar

Wanita Incaran Tuan Eldar
Bagian 34


__ADS_3


Happy reading 🥰🥰


Lilis langsung merampas uang yang akan di berikan Tama pada Mama Rita.


"Sebanyak ini!!" Protes Lilis kasar.


"Bukankah kau menerima gaji juga tadi?"


"Lalu bulan depan bagaimana!! Sekarang aku akan membeli stok perawatan ku agar tidak telat nantinya." Lilis memberikan tiga lembar uang seratusan.


"Cuma ini?! Jangan bercanda Lis. Kita bahkan makan ikut Mama."


"Memang cuma itu! Ini saja kurang. Masalah kurang tidaknya. Mamamu kan punya banyak kontrakan. Pelit sekali sih!!" Lilis mengambil tasnya dan akan melangkah pergi.


"Mau kemana kamu??" Dengan gerakan cepat. Tama meraih pergelangan tangan Lilis.


"Belanja! Apalagi!! Lepaskan!!" Lilis menyingkirkan tangan Tama dengan kasar kemudian pergi keluar kamar. Dia sempat melemparkan senyuman sinis pada Mama Rita dan Wina yang tengah berada di ruang tengah.


Mama Rita menarik nafas panjang. Bukan hanya Tama yang merasakan sesal, tapi dia juga.


Alisha memang pencemburu tapi... Lebih baik pencemburu daripada aku memiliki menantu tidak tahu adat seperti Lilis. Ya Tuhan apa ini adalah karma?


Pandangannya teralih pada Tama yang keluar dengan wajah di tekuk. Di tangannya terdapat tiga lembar uang seratusan dan perlahan uang itu di sodorkan ke arah Mama Rita.


"Maaf Ma. Aku hanya bisa memberikan ini." Ucap Tama lirih.


"Apa ini Tam?"


"Uang gaji ku."


"Hanya ini?" Tanya Mama Rita menddesah lembut.


"Semuanya di ambil Lilis Ma. Maafkan Tama." Wina menatap sinis ke arah Tama.


"Sebelum terlambat Kak. Ceraikan saja Lilis terus minta maaf pada Mbak Alisha agar kamu bisa kembali lagi."


"Iya Tam. Mama juga malu sama tetangga dan orang-orang yang mengekost di samping rumah. Baju Lilis itu loh Tam. Tidak sopan sekali. Jika hubungan dengan Alisha bisa di perbaiki sebaiknya kamu meminta maaf saja."


Tama mengangguk-angguk seraya menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.


"Dia sudah punya seseorang di sana Ma. Sepertinya itu tidak mungkin." Jawab Tama pelan.


"Jika pacar saja tidak masalah Kak. Aku yakin Mbak Alisha mau memaafkan Kak Tama." Kata Wina menimpali.


Tama yang tidak tahu soal pernikahan Alisha. Memasang raut wajah bahagia dan penuh harap. Kedua orang yang di anggap penting, mendukungnya bisa kembali rujuk dengan Alisha.

__ADS_1


"Aku tidak tahu dia di mana."


"Jika kalian jodoh, pasti akan bertemu." Jawab Mama Rita menginginkan itu benar-benar terjadi.


Apa Alisha mau memaafkanku dan meninggalkan lelaki kaya itu? Ini mustahil terjadi. Aku menyesal Alisha, aku sangat menyesal melakukan itu..


💙


Beberapa baju sudah di pilih. Kini Eldar dan Alisha tengah menunggu di depan meja kasir untuk membayar.


Kembali. Alisha melihat raut wajah datar yang di pasang Eldar saat tengah mengetikkan pin pada mesin pembayaran. Wajah hangat itu berubah seketika dengan sangat cepat.


Psikopat? Omong kosong. Yang penting dia sangat baik padaku. Lebih baik memiliki Suami psikopat daripada harus terlalu ramah pada pegawai cantik itu. Ahhh aku merasa buruk sekali. Mereka memiliki tubuh langsing dan perfect tapi Mas Eldar tidak sedikitpun berekspresi.


"Kamu lelah Babe." Tanya Eldar membuat si kasir melongok. Bagaimana mungkin nada bicara begitu lembut keluar dari lelaki berwajah dingin itu.


Dia seperti akan memakanku hidup-hidup tapi kenapa bisa selembut itu pada pasangannya..


"Tidak Mas." Jawab Alisha tersenyum.


"Silahkan Kak. Terimakasih." Ucap kasir menyodorkan belanjaan. Eldar mengambilnya kemudian akan melangkah pergi.


"Sama-sama Kak." Jawab Alisha ramah." Mas." Panggil Alisha lirih.


"Hm kenapa?"


"Jika kamu menyebutku sedang menjaga hati. Tidak perlu di jaga Babe. Hatiku hanya untuk kamu. Tapi, sikapku memang seperti itu sejak dulu. Sampai saat ini, aku tidak mengerti kenapa aku bisa sangat menyukaimu." Hati Alisha terasa dingin mendengar itu walau dia masih menganggap jika itu hanya sebuah gombalan.


"Baru di awal Mas jadi masih sangat menggebu-gebu."


"Tidak lagi Babe. Awal dan akhir yang memuakkan." Sahut Eldar lirih.


"Mantanku sangat banyak Mas." Eldar menoleh cepat mendengar itu.


"Mantan Suami?" Tanyanya dengan raut wajah kaget.


"Mantan Suami hanya satu. Maksudku mantan pacar. Itu kenapa aku sedikit tahu soal gombalan dan jenis-jenisnya."


"Berapa banyak?"


"Aku lupa."


"Kamu mudah jatuh cinta?" Alisha tersenyum aneh. Dia juga merasa bingung dengan apa yang di lakukannya dulu.


"Hehe kenapa aku baru memikirkan itu."


"Jawaban macam apa itu Babe?" Sahut Eldar tidak terima. Bukan merasa kesal pada masa lalu Alisha. Tapi lebih menjurus ke rasa takut kehilangan sebab mungkin saja Alisha gampang tertarik dengan lelaki lain.

__ADS_1


"Aku niat berpacaran itu mencari Suami Mas. Sejauh ini aku tidak memikirkan apa itu cinta."


"Lalu untuk apa berhubungan jika tidak cinta?"


"Mencari yang bisa membuat komitmen. Jika serius aku lanjut, jika tidak aku putuskan." Kepala Eldar langsung memanas mendengar itu.


"Kau tidak boleh melakukan itu padaku untuk selamanya. Aku lelaki yang memegang erat komitmen jadi jangan mencari lelaki lain." Alisha tersenyum aneh melihat raut wajah gelisah Eldar.


"Maksudku pacar Mas bukan hubungan Suami Istri. Kalau sudah menikah itu lain cerita Mas. Aku akan bertahan sebisanya meski mungkin nanti Mas El melupakan janji Mas sendiri." Seperti Mas Tama.


"Itu tidak akan terjadi."


"Tidak tahu..."


"Sekarang atau nanti tidak akan ada bedanya!!" Sahut Eldar terbawa emosi dan rasa cemburu. Dia tidak perduli dengan sekitar yang tengah menatap karena suara buruknya.


Sikapnya manis sekali. Alisha malah tersipu. Dia semakin menyukai cara Eldar cemburu padanya.


"Jangan dulu bahas nanti atau sekarang. Itu membuatku kesal." Imbuh Eldar lemah.


"Maaf Mas."


"Tidak ada yang salah." Eldar mengangkat tangannya yang tengah menggenggam jemari Alisha dan menciumnya." Meskipun kamu belum mencintai ku tapi aku sangat mencintaimu." Hati Alisha kembali terenyuh.


"Aku mencintai Suamiku."


"Kamu harus mencintai Eldar. Jangan menyebut Suami saja." Protesnya tidak menerima.


"Iya aku mencintai Suamiku Mas Eldar." Jawab Alisha dengan wajah memerah tapi berubah seketika saat dia melihat Lilis tengah makan bersama Damar, Suami Wina." Damar Mas." Tunjuk Alisha memaksa Eldar untuk berhenti.


Eldar melihat pasangan yang tengah di tatap oleh Alisha.


"Wanita itu? Untuk apa mengurusnya lagi. Biar saja dia selingkuh. Mungkin sudah perkerjaannya." Eldar akan menggiring Alisha pergi namun di tolak.


"Itu Damar. Suami Adiknya Mas Tama."


"Terus apa hubungannya dengan kita?" Tanya Eldar tidak ingin perduli meskipun Tama dan keluarganya tenggelam di telaga sekalipun.


"Kasihan Wina Mas." Jawab Alisha lirih.


"Itu karma perbuatan Kakaknya sendiri! Ingatlah saat dia menyakitimu Babe. Kita pergi. Tidak perlu mengurus hal tidak penting seperti itu." Alisha mengangguk dan menurut meski maniknya masih saja belum terlepas dari Lilis.


Kasihan Adikmu Mas. Bukankah aku sudah bilang jika Mbak Lilis bukan wanita baik-baik. Ya Tuhan semoga Mbak Lilis cepat sadar dan berhenti merusak rumah tangga seseorang.


❤️❤️❤️


Beberapa hari ini, ide ada terus jadi aku bisa dobel update 😁jangan marah jika suatu saat aku update cuma satu kali. Itu berarti fikiranku sedang buntu atau mungkin eror 🤣🤣🤣

__ADS_1


Terimakasih dukungannya 🥰


__ADS_2