
"Milikmu." Alisha tertawa kecil dan entah kenapa membuat Eldar ikut tersungging melihat senyum tersebut.
"Kau benar-benar harus jadi milikku." Eldar seolah tengah berbicara pada dirinya sendiri. Menekankan niatnya untuk bisa memiliki Alisha bagaimanapun caranya.
Alisha sendiri tertunduk, menghindari tatapan manik Eldar yang menusuk, hingga menembus hati terdalamnya yang sudah lama di tinggal penghuninya.
"Antar aku agar aku bisa pulang." Pinta Alisha lirih.
"Aku tidak sedang main-main. Kau harus bertanggung jawab karena kau sangat menganggu."
"Ka kapan aku menganggu?" Tanya Alisha tentu merasa bingung.
"Menganggu pandanganku dan hatiku." Alisha membuang nafas kasar.
"Jangan bicara omong kosong." Alisha melanjutkan langkahnya menuju parkiran.
"Kau menuduhku bicara omong kosong Nona." Protes Eldar tidak terima. Dia di buat gila oleh Alisha namun malah di abaikan.
"Kau bahkan tidak tahu namaku bagaimana kau bilang suka."
"Aku Eldar. Kau siapa?" Tanya Eldar masih dengan nada bicara yang kasar.
"Aku tidak ingin berkenalan. Aku menginginkan motor milikku dan pergi. Di mana kendaraan mu?" Alisha terpaksa berhenti, walau rasanya dia sangat ingin menghindari manik Eldar yang masih menatapnya.
"Aku menginginkanmu."
Gleg!
Eldar meraih pergelangan tangannya dan mengiringinya menuju motor sport miliknya. Alisha melongok, lalu mendongak, merasa yakin jika Eldar adalah orang yang menolongnya malam itu.
"Helm itu.." Ucap Alisha terbata.
"Kau sadar jika mengangguku terus menerus. Apa kau ingat denganku sekarang?" Alisha menarik pergelangannya perlahan. Meski tidak di sengaja, tapi ucapan Eldar tidak sepenuhnya salah. Ketika dia sedang terlibat masalah, Eldar selalu saja hadir untuk menolong nya.
Dia lelaki baik itu?
"Maaf. Aku tidak sengaja melakukannya." Eldar kembali terenyuh dengan suara lembut Alisha.
"Hm naiklah. Kita ke bengkel untuk mengambil motormu."
"Sebenarnya.."
"Naik atau motormu hilang." Ancam Eldar.
"Iya. Maaf ya." Alisha menyentuh pundak Eldar untuk bisa naik ke motor yang begitu tinggi untuk tubuh kecilnya." Menyusahkan sekali. Bukankah lebih enak motor biasa." Runtuknya merasa kesulitan.
"Akan ku ganti nanti. Pegangan." Eldar melajukan motornya dengan kecepatan sedang. Seisi kampus langsung melongok, tidak percaya sebab mereka sudah tahu sifat dingin Eldar. Pemandangan yang di perlihatkan Eldar tentu membuat mereka bertanya-tanya tentang siapa wanita yang sedang duduk di boncengannya.
"Ganti apa?" Tanya Alisha.
"Dengan motor biasa."
"Aku tidak menyuruh. Aku hanya asal bicara. Jika kau suka motor ini, tidak perlu di ganti." Jawab Alisha menanggapi rasa suka Eldar dengan santai. Mengingat Eldar masih duduk di bangku kuliah dan menganggap jika umurnya lebih muda darinya.
"Apa kurang jelas ku katakan?" Eldar merubah posisi spionnya agar bisa melihat wajah Alisha.
"Katakan apa?"
"Aku menyukai mu."
Alisha belum sadar jika Eldar tidak sedang bercanda. Jika dia tahu keseharian Eldar seperti apa, mungkin sudah lain cerita. Dia tentu kaget, sebab Eldar bukan tipe lelaki yang suka mengumbar kata manis.
"Aku tidak." Eldar mendengus mendengar itu. Eldar tidak mengerti jika penolakan Alisha di lontarkan karena tahu diri dengan status pernikahannya.
"Kau serius? Bagaimana tipe lelaki idaman mu?" Alisha malah terkekeh sehingga Eldar ikut tersenyum." Kau anggap aku berkata lelucon?" Motor Eldar berhenti di depan sebuah bengkel. Alisha turun dengan memegang pundak Eldar lagi.
__ADS_1
"Memang lelucon. Aku tidak suka anak kecil." Jawab Alisha tersenyum, saat melihat mobil pick up yang mengangkut motornya. Namun raut wajahnya berubah gusar sebab dia hanya membawa uang 500 ribu itupun uang yang di dapatkan dari Monik kemarin.
Aku merasa sungkan pada Monik jika harus membebankan biaya perbaikan motor. Semoga saja uang ini cukup...
"Siapa yang kau sebut anak kecil."
"Kau."
"Berapa umurmu." Alisha mendongak seraya tersenyum ke arah Eldar. Kenapa raut wajahnya berubah?? Eldar sanggup membaca beban berat yang di rasakan Alisha meski dia tidak tahu tentang masalahnya.
"Yang pasti lebih tua darimu." Alisha melangkah masuk dan langsung menuju kasir." Motornya sudah selesai Kak." Tanya Alisha.
"Motor yang mana?" Alisha mengeluarkan dompet dan memberikan surat motor pada si kasir." Oh sudah selesai." Ucapnya kembali memberikan suratnya pada Alisha.
"Berapa semuanya?"
"Sudah lunas Kak." Kasir memberikan tanda bukti pembayaran.
"Lunas?" Alisha membaca nominal pada bukti pembayaran dan rincian dengan jumlah yang cukup besar. Pandangannya beralih pada Eldar yang tengah mengecek motor Alisha. Segera saja dia menghampirinya untuk menanyakannya." Kamu yang membayar ini?" Tanya Alisha menunjukkan bukti pembayaran.
"Apa perlu di bahas?" Jawab Eldar ketus.
"Semuanya sudah di ganti Tuan, jadi sekarang bisa langsung di hidupkan." Alisha terpaku, melihat motornya sudah kembali normal. Bahkan dia tidak perlu susah-susah lagi untuk menghidupkannya. Biasanya dia selalu kesulitan untuk itu sebab aki motornya sudah habis.
"Cobalah." Pinta Eldar mempersilakan.
"Aku tidak punya cukup uang untuk menggantinya."
"Bukankah huruf M dan C begitu jauh?" Dengan sungkan Alisha menaiki motor itu dan mencobanya. Tentu saja dia tersenyum sebab motornya sudah kembali baik.
"Bagaimana?" Tanya Eldar memastikan.
"Hm baik sekali tapi.."
"Bayar semua dengan makan siang bersama. Ikuti aku." Tanpa banyak bicara Eldar menuju motornya sendiri. Dia memberi isyarat pada Alisha untuk mengikuti nya sehingga mau tidak mau Alisha melajukan motornya mengikuti Motor Eldar.
Aku tidak bisa mengalihkan pandanganku, dia cantik sekali..
Apa bisa ini di sebut selingkuh? Tidak! Aku hanya ingin balas budi tapi... Kenapa dia menatapku seperti itu...
"Aku tidak punya banyak waktu." Ucap Alisha membuat Eldar tersadar dari lamunannya.
"Hm makan." Jawab Eldar menawarkan namun dia sendiri tidak memakan sajian di hadapannya.
"Kamu tidak makan?" Tanya Alisha memasukkan sedikit makanannya pada mulut.
"Aku kehilangan selera makan sejak bertemu denganmu." Alisha langsung tersedak. Cepat-cepat dia menyeruput es di hadapannya seraya memukul-mukul dadanya sendiri." Kau kaget?" Imbuh Eldar.
"Nanti kau sakit jika tidak makan."
"Berapa umurmu dan siapa namamu?" Eldar melipat kedua tangannya lalu menumpukan nya di atas meja.
"Alisha. 21 tahun." Jawab Alisha lirih.
"Aku lebih tua empat tahun darimu." Alisha menatap Eldar tidak percaya.
"Serius?"
"Aku tidak pernah berbohong." Celetuk Eldar kesal.
"Suaramu kasar sekali."
"Aku memang begini." Alisha mengangguk." Tapi aku serius menyukai mu." Seketika suara Eldar berubah lembut." Aku tidak pernah berbohong dan aku serius dengan apa yang ku ucapkan." Jantung Alisha berdegup seiring dengan kunyahan yang melambat.
Kenapa dia segampang itu mengucapkan suka? Apa Eldar seorang playboy?
__ADS_1
"Ayahku tidak memperbolehkan aku berpacaran." Jawab Alisha berbohong. Entah apa tujuannya tapi dia tidak ingin Eldar tahu soal status pernikahannya.
"Hm menikah saja." Jawaban Eldar semakin membuat Alisha panik dan gugup.
"Mudah sekali mengucapkan itu."
"Aku tidak pernah bertele-tele. Jika Ayahmu tidak suka berpacaran, kita menikah saja." Alisha tidak bergeming dan malah berhenti makan." Aku memang bukan orang yang manis. Tapi aku berjanji akan membahagiakanmu." Alisha masih menganggap jika Eldar sering mengungkapkan perasaannya pada sembarangan wanita. Tapi ada yang aneh dengan hatinya. Dia kembali bergetar menerima ungkapan perasaan dari Eldar.
Bukankah Mas Tama juga begitu dulu? Eldar malah semakin parah. Baru bertemu beberapa hari tapi sudah mengatakan pernikahan? Tapi, kenapa jantungku seperti ini..
"Sudahlah. Selesai makan aku harus pulang."
"Hm oke. Ku tunggu jawabannya."
"Tidak perlu menunggu. Cari saja wanita lain."
"Hanya kamu."
"Kita bahkan baru bertemu tapi kau mengatakan hal yang tidak-tidak." Jawab Alisha meninggikan suaranya.
"Aku mengatakan dengan apa yang kurasa sekarang. Aku memikirkan mu sejak malam itu." Alisha tertunduk, membaca wajah serius Eldar.
Bagaimana ini? Sepertinya dia serius mengatakannya. Aku harus menghindar sebab aku masih milik Mas Tama.
Alisha memberanikan diri menatap Eldar dengan seksama.
Dia tampan dan sepertinya lelaki baik-baik...
"Aku tetap tidak bisa." Aku tidak membutuhkan seseorang yang Tampan.. Jika tidak dewasa, ketampanan sangat tidak berguna!!!
Alisha mulai menyamakan Tama dan Eldar juga semua lelaki. Dulu dia sempat berbangga bisa mendapatkan Tama dengan paras tampannya. Tapi setelah mengetahui faktanya sekarang. Ada sepercik rasa sesal, kenapa dia tidak terus saja berkerja dan malah memutuskan untuk menikah muda.
"Kenapa?" Alisha terdiam dan memikirkan alasan yang tepat untuk menolak Eldar. Rasanya memikirkan Tama saja sudah membuat emosinya terkuras apalagi harus memikirkan lelaki lain yang mungkin bersifat sejenis.
"Aku sudah memiliki pacar." Dengan terpaksa Alisha berkata bohong.
Raut wajah Eldar berubah. Rasa cemburunya langsung tersulut tidak berarah. Dia yang tidak pernah basa-basi, ingin mengetahui bagaimana bentuk pacar Alisha.
"Apa dia lebih baik dari ku?" Tanyanya kasar.
"Baik atau tidak. Aku sudah memilihnya."
"Bukankah Ayahmu tidak memperbolehkannya?"
"Backstreet." Jawab Alisha singkat." Jika kamu tidak mau makan, sebaiknya aku pulang." Eldar mengepalkan tangannya kuat. Hatinya terasa sakit mendengar kenyataan itu.
"Bisakah kita berteman." Dengan segala kerendahan hati, Eldar mengucapakan sebuah permohonan sederhana.
"Aku takut kekasihku cemburu nanti."
"Aku melihat kau tidak bahagia dengannya." Alisha tersenyum tipis dengan raut wajah terpaksa. Itu kenyataan pahit yang harus di telan bulat-bulat.
Bahkan lelaki lain pun bisa melihat jika aku sedang dalam masalah tapi kenapa Mas Tama seperti itu.
Alisha langsung berdiri. Dia merasa tersindir sehingga dia ingin menghindari pertanyaan yang mungkin akan membuatnya berkata jujur.
"Aku harus pulang. Terimakasih bantuannya. Jika memungkinkan aku akan mengembalikan uang itu." Alisha melepaskan jaket yang di pinjamkan Eldar dan memberikannya dengan manik yang tidak fokus.
"Pakai saja." Ucap Eldar ikut berdiri.
"Tidak. Nanti Ayahku akan curiga. Aku biasa seperti ini."
Alisha tersenyum sejenak dan melangkah pergi. Meninggalkan Eldar yang masih terpaku melihatnya dengan jaket di tangannya.
"Jika aku tidak sedang di hukum. Akan ku cari tahu siapa lelaki itu dan membunuhnya di hadapanmu!!" Umpat Eldar membuat orang sekitar menatap ke arahnya." Kau bahkan tidak bahagia, kenapa tidak bersamaku saja." Imbuhnya lirih. Dia mengambil dompet dan meninggalkan dua lembar uang seratusan di meja.
__ADS_1
Apa maksud Tuhan mempertemukan ku dengannya jika nyatanya dia memiliki seseorang di sana.. Eldar menaiki motornya dan melaju dengan kecepatan penuh membelah jalanan yang terlihat lenggang.
~Bersambung