
Tidak berapa lama lampu berganti warna semua kendaran mulai berjalan begitu pula mobil yang dikendarai oleh Paskalis, Paskalis mengikuti mobil tersebut hingga di tempat yang sepi Paskalis mendahului mobil mereka setelah agak menjauh Paskalis mengerem mobil membuat mobil yang di belakangnya terpaksa mengerem mobil secara mendadak.
Citttttttttt
Paulus, Paskalis dan Patrick keluar dari mobil begitu pula dengan ke dua gadis tersebut, Ke tiga pemuda tampan tersebut berjalan ke arah ke dua gadis tersebut dan mendapatkan tatapan horor oleh ke dua gadis tersebut.
" Siapa kalian? Kenapa menghentikan mobil tiba - tiba?" tanya salah satu gadis tersebut.
" Kalian teman Isabela?" tanya Paulus tanpa basa basi.
" Benar, memangnya kenapa?" tanya salah satu gadis tersebut.
" Di mana dia?" tanya Paulus tanpa menjawab pertanyaan gadis tersebut.
" Ada urusan apa mencari sahabatku?" tanya gadis itu yang ikut tidak menjawab pertanyaan Paulus.
" Aku tidak bisa mengatakannya," jawab Paulus dengan tatapan datar dan dingin seperti biasanya.
" Kamipun juga sama tidak bisa mengatakannya," jawab gadis itu sambil membalikkan badannya begitu pula dengan sahabatnya.
" Berhenti!!!" Teriak Paulus
__ADS_1
Ke dua gadis itupun menghentikan langkahnya tanpa membalikkan badannya membuat ke tiga pemuda yang sangat tampan itu sangat terkejut karena biasanya para gadis akan terpesona padanya namun berbeda dengan ke dua gadis tersebut.
" Katakan di mana Isabela?" tanya Paulus mengulangi perkataannya.
" Kami akan jawab jika menjawab pertanyaan kami," ucap gadis pertama
" Ada perlu apa mencari sahabat kami?" tanya gadis ke dua sambil membalikkan badannya dan diikuti oleh sahabatnya.
" Aku tidak bisa mengatakannya karena ini masalah pribadi yang tidak boleh orang lain tahu," jawab Paulus.
" Isabela sahabat kami dan di antara kami tidak ada rahasia," jawab gadis ke dua.
Tiba - tiba ponsel milik gadis pertama berdering membuat gadis ke dua mengambil ponselnya dari dalam tasnya dan melihat sahabat baiknya menghubungi dirinya membuat gadis itu menggeser tombolnya berwarna hijau sambil berjalan agak menjauh dari mereka.
" Elisa, bilang sama teman - teman aku pamit mau kuliah di luar negri," ucap Isabela.
" Kok mendadak?" tanya Elisa.
" Ada sesuatu hal yang tidak bisa aku katakan sekarang," ucap Isabela sambil menahan rasa sesak di hatinya.
" Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Elisa
__ADS_1
" Aku minta maaf banget, aku belum siap untuk bercerita hanya saja aku berpesan dengan kalian, hati - hati dengan Valen," ucap Isabela
" Memang kenapa dengan Valen?" tanya Elisa dengan nada terkejut.
Isabela menghembuskan nafasnya dengan perlahan untuk menghilangkan rasa sesak di hatinya, setelah mulai berkurang Isabela menjawab pertanyaan Elisa.
" Dia menjebak ku dengan memberikan obat perangs*ng dan akan diberikan oleh orang bayaran Valen kemudian Valen akan membuat video agar aku putus dengan Vincent," jawab Isabela terpaksa mengatakannya karena dirinya tidak ingin sahabat - sahabatnya mengalami nasib yang sama dengan dirinya.
" Apa??? Isabela kamu tidak bercanda bukan?" Tanya Elisa setengah berteriak.
Paulus yang mempunyai pendengaran tajam mendengar Elisa menyebut nama Isabela membuat Paulus berjalan dengan langkah cepat menuju ke arah Elisa membuat ke dua adik kembarnya menahan ke dua tangan gadis tersebut karena berusaha menghalangi Paulus agar tidak mendekati Elisa sahabatnya. Paulus langsung merebut ponsel milik Elisa kemudian mendengarkan suara Isabela.
" Aku tidak bercanda karena itulah aku berpesan untuk kalian jangan dekati Valen, biarkan aku hancur asalkan kalian tidak ikut hancur," ucap Isabela
" Hiks... Hiks.... kalian adalah sahabat baikku jadi jaga diri kalian baik - baik dan hiks... hiks... semoga kejadian ini tidak menimpa diri kalian, cukup aku saja yang mengalami kenyataan pahit ini," ucap Isabela sambil terisak.
" Isabela, kamu di mana sekarang?" tanya Paulus.
Entah kenapa hati Paulus sangat sakit mendengar ucapan Isabela membuat Paulus tidak tahan untuk menanyakan keberadaannya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
__ADS_1
Sambil menunggu update silahkan mampir di cerita novel milik temanku dengan judul :