
( " Hallo kak," )
( " Isabela ada di rumah sakit Pelita Kasih," )
( " Baik kak, sebentar lagi aku dan Patrick berangkat ke rumah sakit Pelita Kasih," )
Tut Tut Tut
Tanpa menjawab ucapan Paskalis, Paulus mematikan sambungan komunikasi secara sepihak kemudian menyimpan ponselnya di saku jasnya sambil menatap arah pintu tersebut.
( ' Akhirnya aku bertemu kembali denganmu dan tidak sabar untuk melamar mu dan merawat ke empat anak kembar kita,' ucap Paulus dalam hati )
Tidak berapa lama datang dokter wanita dan masuk ke dalam ruangan ugd dan berjalan ke arah dokter Rocky.
" Ada apa kak Rocky?" tanya dokter tersebut.
" Putri, Isabela terluka dan sebentar lagi sadar kata Dennis kita bawa Isabela tanpa sepengetahuan orang yang berada di luar," ucap dokter Rocky.
" Memangnya kenapa?" tanya dokter Putri dengan nada bingung.
" Kita tidak tahu siapa mereka, apakah mereka orang baik atau orang jahat," jawab dokter Rocky.
" Apakah mobilnya sudah siap?" tanya dokter Rocky.
" Sudah kak," jawab dokter Putri
__ADS_1
" Kalau begitu kita bawa keluar dari arah pintu samping," ucap dokter Rocky.
Selesai mengatakannya dokter Rocky dan dokter Putri mendorong brangkar ke arah pintu samping setelah keluar mobil ambulance sudah tersedia dan dengan bantuan dua perawat pria.
Isabela berhasil masuk ke dalam mobil ambulance kemudian menyuruh dokter Putri ikut mobil ambulance menuju ke tempat kediaman papi Dennis sedangkan dokter Rocky berjalan ke arah pintu ugd bertepatan kedatangan Paskalis dan Patrick yang melihat dokter Rocky masuk ke dalam ruang UGD.
Paskalis dan Patrick berjalan dengan santai ke arah lobby hingga akhirnya ke dua pemuda tampan tersebut melihat kakak kembarnya sedang berdiri agak menjauh dari dua gadis yang sedang duduk menunggu sesuatu.
" Kak Paulus," panggil Patrick
Paulus, Elisa dan Rebecca memalingkan wajahnya ke arah Patrick sedangkan Paskalis dan Patrick terkejut melihat dua gadis yang dulu pernah mereka temui beberapa bulan yang lalu.
Di mana waktu itu Elisa sedang membeli es krim ketika hendak mengambil es krim seorang pemuda tampan tiba - tiba datang dan mengambil es krim pesanan Elisa sedangkan es krim itu adalah es krim terakhir karena banyak yang membelinya.
xxxxxxx Flash Back On xxxxxxx
" Pesan saja lagi, ini pak uangnya dan ambil kembaliannya," ucap pemuda tampan tersebut yang tidak lain adalah Paskalis.
" Maaf, itu es krim terakhir," ucap penjual es krim
" Tunggu, jangan pergi!!!" teriak Elisa
Paskalis tidak memperdulikan teriakkan Elisa karena yang terpenting pesanan untuk kakaknya yang bernama Paulus sudah di beli walau dengan cara yang tidak baik sedangkan Elisa yang ingin mengejar Paskalis di panggil oleh sahabatnya.
" Elisa, kamu kenapa? Lihat kamu diperhatikan sama orang," ucap Rebecca.
__ADS_1
" Aku kesal sama cowok itu," ucap Elisa.
" Cowo mana yang membuatmu kesal?" tanya Rebecca sambil memalingkan wajahnya ke kanan dan ke kiri.
" Cowok yang waktu itu kita temui di jalan dan salah satu saudara kembarnya merebut ponselku ketika Isabela menghubungi aku," ucap Elisa menjelaskan.
" Sudahlah biarkan saja, oh ya mana es krimnya?" tanya Rebecca.
" Justru itu es krim yang tadi aku beli di rebut sama pria itu," jawab Elisa.
" Sudahlah kita pergi dari sini banyak orang banyak memperhatikan kita," ajak Rebecca sambil menarik tangan Elisa yang sejak tadi marah - marah terus.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat tersebut dan orang - orang yang tadi berkumpul satu persatu pergi ke tempat tujuan masing - masing.
xxxxxxx Flash Back Off xxxxxxx
" Kamu??" ucap Paskalis sambil menunjuk ke arah Elisa
" Kamu??" ucap Elisa sambil menunjuk ke arah Paskalis.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
__ADS_1
Sambil menunggu lanjutannya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :