
" Sepertinya begitu karena mansion ini gelap gulita dan tidak ada tanda - tanda kehidupan," ucap Paskalis
" Kita masuk saja, udaranya sangat dingin," ucap Isabela dan Elisa serempak dengan tubuh menggigil
" Iya benar, lebih baik kita masuk ke dalam mansion," sambung Rebecca.
" Ok," jawab ke tiga pria dengan serempak
Paulus mendorong pintu utama tapi ternyata di kunci membuat Paulus berjalan ke arah jendela siapa tahu tidak di kunci sedangkan Paskalis dan Patrick ikut mengecek apakah bisa masuk ke dalam mansion tersebut hingga Paskalis menemukan jendela belakang tidak terkunci.
" Lewat sini," ucap Paskalis
Mereka serempak berjalan ke arah Paskalis dan mereka satu persatu masuk ke dalam mansion lewat jendela karena suasana di dalam gelap gulita membuat Paulus menggunakan senter lewat ponselnya.
" Yang lainnya jangan menyalakan senter karena jika dinyalakan semua takutnya ponsel kita lowbat semua," ucap Paulus
" Baik kak," jawab mereka serempak
" Kenapa kamu memelukku?" tanya Paskalis dengan nada kesal.
" Maaf kak, aku takut gelap dan takut hantu," jawab Elisa jujur
" Jangan bilang kamu juga takut gelap dan takut hantu?" tanya Patrick
" Iya kak," jawab Rebecca jujur sambil memeluk Patrick dan tengok kanan kiri.
" Hantu itu tidak ada, kenapa mesti takut," ucap Paskalis
" Tahu nih, jago berantem tapi kok penakut," ledek Patrick
" Jangan begitu, kakak juga takut gelap dan takut hantu," ucap Isabela sambil memeluk suaminya.
" Hadeuh tiga wanita sama - sama takut gelap dan takut hantu," ucap Paskalis dan Patrick serempak.
" Elisa dan Rebecca jangan peluk ke dua adik iparku lebih baik dekat denganku dan saling berpelukan dari arah samping," ucap Isabela yang kesal dengan ke dua adik iparnya.
" Betul katamu Isabela lebih baik aku memeluk Rebecca," ucap Elisa sambil melepaskan pelukannya.
" Aku juga dari pada mereka tidak ikhlas ku peluk," ucap Rebecca sambil melepaskan pelukannya
Namun baru beberapa langkah entah kenapa Paskalis memeluk tubuh Elisa dari arah samping begitu pula dengan Patrick memeluk tubuh Rebecca dari arah samping juga seakan tidak rela ketika mereka melepaskan pelukannya.
__ADS_1
" Lepas," ucap Elisa dan Rebecca serempak sambil berusaha melepaskan pelukannya namun tenaganya kalah jauh.
" Sstttt... sudah jangan ribut, lebih baik kita cari kamar untuk istirahat dan mengganti pakaian," ucap Paskalis
" Kalau bisa kamarnya sebelahan jadi kalau ada apa - apa kita bisa tahu," sambung Paulus.
" Ok," jawab mereka serempak
Mereka pun melanjutkan langkahnya hingga akhirnya mereka menemukan tiga kamar yang sejajar dan mereka berjalan ke arah kamar tersebut.
" Kebetulan ada kamar tiga jadi untuk Isabela dan kakak di kamar yang pojok kanan dan untuk kamar tengah kamar Elisa dan Rebecca sedangkan kamar yang pojok kiri kamar untuk Paskalis dan Patrick," ucap Paulus.
" Kok kakak tidurnya sama kak Isabela?" tanya Patrick polos
" Tentu saja kak Isabela kan istri kakak jadi tidak apa - apa sekamar, tapi kalau kalian mau silahkan tidur sekamar dengan Elisa dan Rebecca," ucap Paulus menggoda ke dua adik kembarnya sambil membuka pintu kamar.
" Walau aku penakut tapi kami tidak mau tidur bersama lebih baik aku tidur bersama Rebecca," jawab Elisa sambil membuka kamar dan masuk ke dalam kamar dengan menggunakan senter lewat ponselnya.
" Aku juga sama," jawab Rebecca sambil ikut masuk ke dalam kamar mengikuti Elisa.
" Aku juga tidak mau," jawab Patrick dan Paskalis serempak sambil membuka pintu kamar.
Ceklek
" Tidak nyala ya?" tanya Paulus
" Iya kak kemungkinan lampunya putus," jawab Isabela sambil meletakkan ranselnya dekat ranjang.
" Kakak akan coba cek lemari dan laci apakah ada lilin atau tidak," ucap Paulus
" Iya kak," jawab Isabela sambil menarik kain putih yang menutupi ranjang kemudian menepuk ranjang untuk menghilangkan debu.
Setelah selesai Isabela melepaskan satu persatu pakaiannya hingga polos tanpa sehelai benangpun karena dirinya tidak betah pakaiannya agak basah ketika waktu mereka masuk ke dalam tenda di tambah hujan yang sangat lebat di sertai angin yang kencang.
" Sayang tidak ada li..." ucapan Paulus terpotong oleh tubuh polos istrinya.
" Aku ingin mandi," ucap Isabela sambil berjalan ke arah kamar mandi.
Isabela yang takut gelap terpaksa membuka pintu kamar mandi dengan lebar dan untunglah airnya masih menyala, Isabela mandi membersihkan tubuhnya walau airnya sangat dingin dirinya tidak perduli karena tubuhnya terasa lengket. Dengan tubuh menggigil Isabela berjalan ke arah ranjang dirinya lupa membawa handuk sedangkan Paulus berusaha menahannya untuk tidak melakukan hubungan suami istri..
Paulus berjalan ke arah kamar mandi sedangkan Isabela memakai pakaian agak tebal dan mengeluarkan kain selimut untuk digunakan menutupi ranjang walau sudah dibersihkan tapi Isabela tidak yakin kalau ranjang tersebut benar - benar bersih dari debu.
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian Paulus sudah selesai mandi dan memakai handuk bekas Isabela yang diletakkan di kursi kemudian Paulus berjalan ke arah ranjang mengambil pakaian yang sudah disiapkan oleh istrinya.
" Daddy kok masih dingin ya?" tanya Isabela sambil memeluk lututnya.
" Daddy tahu supaya hangat," ucap Paulus sambil berjalan ke arah Isabela dengan menggunakan boxer nya.
" Bagaimana caranya dad?" tanya Isabela polos
" Melakukan hubungan suami istri pasti mommy menjadi hangat," bisik suaminya sambil menaiki tubuh istrinya.
" Itu sih maunya daddy," ucap Isabela sambil mendorong tubuh suaminya.
" Kalau mommy tidak mau ya sudah," jawab Paulus sambil menggulingkan tubuhnya ke arah samping bersamaan ponselnya ma ti dan otomatis senternya ikutan ma ti.
Grep
" Daddy," panggil Isabela sambil meraba untuk mencari tubuh suaminya setelah ketemu langsung dipeluknya dengan erat.
" Sayang, adik kecil daddy lagi tidur kalau mommy peluk daddy yang ada adik kecil daddy bangun lagi, apakah mommy tega daddy mandi air dingin untuk menidurkan adik kecil milik daddy?" tanya Paulus
" Bisa tidak dad, jangan pikirkan itu?" pinta Isabela
" Udara yang sangat dingin enaknya melakukan hubungan suami istri," jawab Paulus.
" Baiklah dad," jawab Isabela yang juga merasakan tubuhnya juga dingin padahal sudah memakai pakaian tebal.
" Mommy serius?" tanya Paulus sambil membalikkan badannya.
" Mommy serius dad," jawab Isabela
Paulus tersenyum kemudian menaiki kembali tubuh istrinya bersamaan pintunya di ketuk membuat Isabela mendorong tubuh Paulus dan turun dari ranjang membuat Paulus mendengus kesal.
Ceklek
Isabela membuka pintu kamar dan melihat wajah pucat Rebecca karena udaranya yang sangat dingin.
" Ada apa Rebecca?" tanya Isabela
" Elisa pingsan dan tubuhnya sangat dingin," ucap Rebecca
" Apa?? Ayo kita ke sana," ucap Isabela dengan wajah panik
__ADS_1