
Daddy Paulus menatap satu persatu ke anak kembarnya yang sudah tertidur dengan pulas, dirinya berharap istrinya segera sadar dan bisa berkumpul kembali seperti dulu.
Daddy Paulus yang sangat lelah menyandarkan kepalanya di ranjang milik Anindita dan tidak berapa lama daddy Paulus tertidur dengan pulas nya begitu pula dengan ke empat anak kembarnya.
Malam menjelang pagi daddy Paulus menggeliatkan tubuhnya yang terasa kaku karena baru kali ini dirinya tidur sambil duduk membuat Anindita yang masih tidur terusik dan memaksakan membuka matanya.
" Daddy," panggil Anindita
" Ya sayang," jawab daddy Paulus sambil tersenyum
" Daddy pegal ya? maafkan kami ya dad," ucap Anindita merasa bersalah
" Tidak apa - apa sayang, kalau Anindita masih mengantuk tidur saja lagi," ucap daddy Paulus sambil membelai rambut Anindita,
" Tidak dad, daddy Anindita haus," ucap Anindita
" Sebentar," jawab daddy Paulus sambil mengambil gelas yang sudah ada sedotannya.
Anindita meminum gelas yang ada sedotannya hingga menyisakan setengah gelas kemudian daddy Paulus meletakkan kembali gelas tersebut bersamaan pintu ruang perawatan terbuka tampak mommy Paulina, daddy Paulinus, Paskalis dan Patrick masuk ke dalam ruang perawatan sambil membawa 6 paper bag.
__ADS_1
" Paulus kamu mandilah, ini mommy sudah siapkan satu stell pakaianmu," ucap mommy Paulina sambil memberikan satu paper bag.
" Terima kasih mom," jawab daddy Paulus sambil menerima paper bag tersebut.
" Anindita, daddy mandi dulu ya," ucap daddy Paulus.
" Baik dad," jawab Anindita
Paulus tersenyum kemudian berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya hingga lima belas menit kemudian Paulus sudah selesai mandi dengan memakai pakaian santai.
" Kita sarapan dulu setelah itu kamu tengok Isabela," ucap mommy Paulina dengan nada setengah berbisik.
" Kalau ke empat anakmu bertanya bilang saja mau menemui mommy mereka dan jangan bilang kalau mommy mereka koma," ucap mommy Paulina dengan nada masih setengah berbisik.
" Baik mom," jawab Paulus patuh
Mereka pun sarapan bersama tapi sebelumnya mereka berdoa terlebih dahulu barulah mereka makan bersama hingga lima belas menit kemudian mereka sudah selesai makan dan minum bertepatan ke tiga anak kembarnya juga ikut bangun.
" Cucu - cucu oma dan opa, daddy ingin melihat mommy kalian jadi oma, opa, paman Paskalis dan paman Patrick menemani kalian berempat," ucap mommy Paulina.
__ADS_1
" Bak oma," jawab mereka patuh dan serempak.
Daddy Paulus tersenyum kemudian pergi meninggalkan ruang perawatan menuju ke ruang ICU di mana istrinya masih setia memejamkan matanya, Paulus membuka pintu ruang ICU dan melihat mami Elisabeth dan papi Dennis sedang menatap putri mereka dengan tatapan sendu.
" Mami dan papi sudah sarapan?" tanya daddy Paulus
" Mami bagaimana mau makan? melihat Isabela seperti ini membuat hati mami sedih dan tidak ada semangat untuk hidup," ucap mami Elisabeth
" Mami jangan begitu, mami berdoa semoga putri kita segera sadar dari komanya," ucap papi Dennis.
" Benar kata papi, mami harus semangat dan percaya kalau Isabela segera sadar dan bisa berkumpul kembali dengan keluarga," sambung daddy Paulus.
" Kita sarapan yuk? Papi lapar," ucap papi Dennis.
" Mami harus makan kalau mami sakit pasti Isabela ikut sedih," sambung daddy Paulus.
" Baiklah pi, kita sarapan bersama," ucap mami Elisabeth yang tidak ingin putrinya sedih jika melihat dirinya sakit.
Mami Elisabet dan papi Dennis berjalan ke arah keluar menuju ke arah kantin sedangkan Paulus berjalan ke arah istrinya kemudian duduk di kursi samping istrinya namun baru saja bokongnya hendak mencium kursi terdengar suara nyaring dari mesin detak jantung bersamaan tubuh Isabela kejang - kejang membuat daddy Paulus langsung berdiri dan menekan tombol darurat.
__ADS_1
" Isabela!!! Aku mohon sadarlah... jangan tinggalkan aku... sungguh aku tidak sanggup kehilangan dirimu," ucap daddy Paulus dan tidak berapa lama air matanya keluar sungguh dirinya tidak sanggup jika kehilangan istri yang sangat dicintainya.