
" Aish sifat kakak sama seperti daddy," gerutu adik bungsunya.
Kakak kembarnya hanya tersenyum tanpa banyak bicara hingga ke tiga pemuda kembar sudah sampai di kamar masing - masing, pemuda tampan itupun masuk ke dalam kamarnya namun senyuman yang tadi menghiasi wajahnya kini hilang entah kemana dan matanya langsung membulat sempurna dengan apa yang di lihatnya.
" Kemana gadis itu?" tanya pemuda tampan tersebut.
Pemuda tampan tersebut berjalan ke arah kamar mandi dan membukanya dengan perlahan namun tidak ada kemudian berjalan ke arah ranjang dan melihat bekas noda darah di mana dirinya sudah mengambil kehormatan gadis itu.
" Kenapa kamu pergi? Apakah kamu tidak tahu kalau aku akan bertanggung jawab," ucap pemuda tampan tersebut sambil mengusap wajahnya dengan kasar.
Setelah lama terdiam pemuda tampan itupun mengambil laptopnya kemudian meretas cctv hotel milik keluarganya setelah berhasil pemuda tampan itu menontonnya bersamaan kedatangan dua adik kembarnya.
" Kak Paulus lagi nonton apa?" tanya adik kembarnya nomer dua.
" Paling kak Paulus sedang meretas hotel ini," tebak adik kembarnya nomer tiga sambil berjalan mendekati kakak kembarnya dan diikuti oleh kakak keduanya .
" Paskalis dan Patrick bisakah kalian berdua diam?" tanya Paulus sambil menatap tajam ke dua adik kembarnya.
" Maaf kak," jawab Paskalis dan Patrick serempak.
Paulus lanjut menonton rekaman cctv di mana dirinya melihat wanita tersebut menuangkan sesuatu ke makanan dan minuman hingga gadis itu masuk ke dalam kamarnya hingga terjadi cinta satu malam bersama dirinya.
Paulus menggenggam ke dua tangannya dengan erat menahan amarahnya begitu pula dengan ke dua adik kembarnya yang ikut menonton rekaman cctv. Paulus mengutak atik laptopnya kembali untuk mencari identitas wanita yang telah berani mengusik wanitanya.
Sejak Paulus melakukan cinta satu malam menganggap wanita itu yang bernama Isabela menjadi wanitanya dan siapapun yang berani mengusiknya akan hancur.
" Paskalis buat keluarga wanita itu hancur dan tarik semua saham milik kita," perintah Paulus
__ADS_1
" Baik kak," jawab Paskalis patuh.
" Berarti kakak dan kak Isabela melakukan hubungan suami istri?" tanya Patrick ketika melihat sekilas ada bercak noda darah di sprei milik kakaknya.
" Ya, padahal kakak akan bertanggung jawab tapi sayang wanita itu pergi," ucap Paulus dengan nada frustrasi.
" Tapi bukankah kakak alergi jika bersentuhan dengan wanita?" tanya Patrick penasaran.
" Memang benar kakak alergi dan membuat ke dua tangan kakak gatal - gatal," ucap Paulus
" Ketika melakukan itu apakah kakak tidak mengalami gatal - gatal?" tanya Patrick kepo.
" Tidak," jawab Paulus singkat.
" Kok bisa ya kak?" tanya Patrick dengan nada bingung.
" Kakak tidak tahu karena itulah kakak akan menikah dengannya jika kakak bertemu dengan wanita itu," jawab Paulus.
" Kenapa kakak tidak kepikiran untuk mencari identitas Isabela?" tanya Paulus pada dirinya sendiri sambil menepuk keningnya.
Paulus mulai mengutak atik laptopnya untuk mencari identitas Isabela sedangkan Patrick hanya tersenyum melihat kakaknya yang menepuk keningnya karena lupa apa yang akan dilakukannya.
" Kak Paulus, perusahannya sudah hancur dan sekarang semua propertinya di sita oleh bank dan bukan itu saja putrinya yang sangat jahat tiba - tiba menghilang entah kemana," ucap Paskalis.
" Apa??? Kenapa perusahaannya bisa hancur?" tanya Paulus dengan nada terkejut.
" Setengah pemilik pemegang saham terbesar menarik semua kerja samanya termasuk kita," jawab Paskalis.
__ADS_1
" Selain perusahaan kita, perusahaan mana lagi yang menarik semua kerja samanya?" tanya Patrick penasaran.
" Mayoritas perusahaan milik keluarga besar tuan Alvonso," jawab Paskalis.
" Apakah ada hubungan dengan wanita ular itu karena telah berani mengusik Isabela hingga keluarga besarnya melakukan ini?" tanya Paulus pada dirinya sendiri sambil mengutak atik laptopnya kembali.
" Bisa jadi kak, wanita ular itu telah berani mengusik salah satu keluarga besar tuan Alvonso dan kebetulan kak Isabela adalah anggota keluarganya," ucap Paskalis.
" Kakak akan coba meretas identitas Isabela dulu jika memang benar Isabela adalah salah satu keluarga besar tuan Alvonso maka kakak akan ke sana untuk meminta maaf dan bertanggung jawab untuk menikah dengan Isabela.," ucap Paulus.
" Cobalah kak dan aku berharap kita segera mengetahui siapa kak Isabela dan segera menemukannya," ucap Patrick penuh harap.
" Amin. Aku tidak sabar mempunyai kakak ipar," ucap Paskalis yang juga penuh harap kakaknya segera menikah.
" Amin. Semoga kakak berhasil meretas nya," ucap Paulus yang sama - sama mengharap mengetahui identitas Isabela.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Apa Paulus berhasil meretas Isabela? Siapakah Paulus, Paskalis dan Patrick? Tunggu di bab selanjutnya ya
Ayo dong vote, like, komentar dan hadiah nya biar author semangat menulisnya.
Author mengucapkan terima kasih banyak atas vote, like, komentar dan hadiahnya, maafkan author kalau ada komentar yang tidak di balas yang pasti author membaca semua komentar kalian. Semoga Tuhan membalas kebaikan kalian semua dalam memberikan author vote, like, komentar dan hadiahnya.
Dari author,
Yayuk Triatmaja
__ADS_1
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.