
" Aku tahu istriku sedang mencari kamera cctv, cepat pulang dan jangan dekat - dekat dengan pria lain," ucap Mikael dengan nada cemburu.
" Sayang, ke tiga ponakan kita Abiyoga, Abrisam dan Anindita bertemu dengan seorang pria dan menganggapnya sebagai daddy mereka," ucap Katarina menjelaskan.
" Kita bicarakan di rumah dan sekarang kalian pulang, Isabela dan Anindya sudah di mansion," ucap Mikael.
" Baiklah," jawab Katarina.
" Suruh pria itu pergi," perintah Mikael
" Tapi bagaimana dengan po..." ucapan Katarina terpotong karena sambungan komunikasi langsung diputuskan sepihak oleh Mikael.
" Aish nyebelin," ucap Katarina dengan wajah di tekuk.
" Ada apa?" tanya Paulus kepo.
" Suamiku posesif dan suamiku tahu aku sedang mengobrol denganmu dan memintamu untuk tidak ikut," ucap Katarina menjelaskan.
" Ke dua adikku sudah pergi, apakah kamu tega meninggalkan aku di tengah jalan?" tanya Paulus berpura - pura.
Paulus bisa saja menghubungi anak buahnya atau menghubungi salah satu adik kembarnya untuk menjemput dirinya tapi Paulus masih ingin bersama ke tiga anak kecil yang imut tersebut.
" Baiklah ikut mobilku, kita ke rumahmu dulu baru kami pulang," ucap Katarina.
" Bagaimana dengan suamimu?" tanya Paulus.
" Akan aku pikirkan yang penting kita kan tidak berselingkuh jadi santai saja," jawab Katarina dengan nada santai sambil membuka pintu mobil belakang pengemudi karena di depannya sudah ada Anindita.
" Anak - anak kita mampir sebentar ke rumah daddy setelah itu kita pulang karena mommy dan Anindya sedang menunggu kalian," ucap Katarina.
" Kenapa daddy tidak tinggal sama kita tante?" tanya Abiyoga.
" Itu karena daddy dan mommy belum me..." ucap Katarina menggantungkan kalimatnya sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Belum me... Apa tante?" tanya Abiyoga.
" Coba tanya sama daddy kalian kenapa tidak mau tinggal dengan kalian," ucap Katarina yang bingung menjawab pertanyaan Abiyoga.
__ADS_1
" Daddy, kenapa tidak mau tinggal bersama kami?" tanya Anindita sambil menatap Paulus.
" Ehmmmm... Saat ini daddy masih ada urusan pekerjaan jadi tidak bisa tinggal bersama kalian, nanti deh daddy akan tinggal bersama kalian," jawab Paulus sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
" Sekarang semuanya tenang ya karena daddy mau mengendarai mobil," sambung Katarina karena dirinya bingung jika ke tiga ponakannya bertanya.
" Baik tante," jawab ke tiganya dengan patuh.
Paulus mengendarai mobil dengan kecepatan sedang sambil sesekali melirik ke arah ke tiga anak kecil yang imut tersebut hingga tanpa sengaja Katarina menyenggol bahu Abiyoga.
" Sstttttt... sakit tante," ucap Abiyoga sambil meringis.
" Mana yang sakit?" tanya Katarina.
" Kita pergi ke rumah sakit saja," ucap Paulus bersamaan.
" Tidak perlu," jawab Katarina sambil membuka tas kemudian mengambil botol yang berisi obat penghilang nyeri.
" Sayang tante bantu buka baju ya," ucap Katarina dengan nada lembut.
" Ya ampun Abiyoga, punggungmu bengkak sampai kebiruan seperti ini?" ucap Katarina dengan nada terkejut sambil membuka tutup botol.
" Ya tante tadi sempat terkena pukulan," jawab Abiyoga.
" Kalian berempat kan tahu tante bisa mengobati luka kenapa tidak bilang sama tante?" tanya Katarina sambil mengolesi obat ke punggung Abiyoga.
" Akhhhhh... sakit....!!!" teriak Abiyoga.
" Maaf sayang, ini hanya sementara setelah ini tidak sakit lagi," ucap Katarina sambil mengurut punggung Abiyoga.
" Abrisam, juga terkena pukulan tante," ucap Abiyoga sambil menahan rasa nyeri.
" Benar Abrisam?" tanya Katarina.
" Benar tante," jawab Abrisam.
" Paulus maukah kamu mengobati Abrisam?" tanya Katarina.
__ADS_1
Katarina dan ke tiga anak kecil imut itu tidak tahu kalau Paulus mempunyai alergi jika di sentuh maka tubuhnya akan langsung bereaksi gatal - gatal dan juga merah - merah.
' Tadi leherku di peluk sama Anindita tubuhku tidak gatal - gatal dan merah, apakah aku menyentuh Abrisam tanganku tidak gatal dan memerah seperti Anindita?' tanya Paulus pada dirinya sendiri dalam hati.
" Tante kok manggilnya Paulus bukan daddy?" tanya Anindita.
" Kalau tante manggilnya daddy nanti orang mengira kalau tante anaknya daddy," jawab Katarina.
" Kalau begitu tante manggil namanya saja," ucap Anindita dengan bibir dimajukan.
" Memangnya kenapa kalau tante kalian jadi anak daddy?"goda Paulus karena melihat wajah cemberut Anindita yang sangat menggemaskan.
Anindita melepaskan seat belt nya kemudian menaiki tubuh Paulus kemudian memeluk lehernya membuat Paulus dan Katarina terkejut.
Katarina terkejut karena Katarina tahu kalau Anindita tidak pernah memeluk pria dewasa dan menganggapnya sebagai daddynya sedangkan Paulus terkejut karena tiba - tiba Anindita memeluknya kembali seperti waktu di bandara.
" Ada apa sayang?" tanya Paulus sambil membalas pelukan Anindita.
" Daddy, hanya milik kami dan tidak boleh orang memanggil dengan sebutan daddy," jawab Anindita dengan wajah di tekuk sambil menatap wajah tampan Paulus.
" Iya.. iya kalian bertiga milik daddy," jawab Paulus sambil membelai rambut Anindita dengan lembut.
" Tante boleh memanggil nama saja jangan panggil daddy karena daddy milik kami," ucap Anindita.
" Iya.. iya kalian bertiga milik daddy," jawab Katarina sambil menahan tawa dengan tingkah Anindita yang sangat menggemaskan.
" Oh ya, apakah Paulus mau mengolesi punggung Abrisam?' tanya Katarina sambil kembali melanjutkan mengolesi punggung Abiyoga yang kembali meringis menahan rasa nyeri pada punggungnya.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
🌹
Terima kasih sudah mampir di ceritaku.
Oh iya, ini ada karya teman ku di jamin pasti ok punya.... bisa mampir dan nikmati untuk para pembaca novel setiaku dengan judul :
__ADS_1